Epidemiologi UI Usulkan Lockdown Pulau Jawa, Gibran: Kurang Fair Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka. (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Pakar epidemiologi dan biostatistik Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Dr Pandu Riono, mengusulkan lockdown Pulau Jawa akibat tingginya penambahan jumlah kasus COVID-19. Bahkan jumlah kasus infeksi dan kematian akibat vorona terus meningkat dan berpotensi tak terkendali.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, dengan tegas menolak usulan tersebut. Menurutnya, situasi COVID-19 setiap daerah berbeda-beda, sehingga perlu penanganan berbeda pula.

Baca Juga:

Lima Pedagang Batik dari Jepara Positif COVID-19 di Alun-alun Utara Keraton Solo

"Penanganan COVID-19 di daerah tidak semuanya sama. Jadi jangan dipukul rata. Itu namanya kurang fair," kata Gibran di Balai Kota Solo, Selasa (15/6).

Kota Solo saat ini tengah dalam tahap pemulihan ekonomi. Kasus corona dapat ditangani dengan baik. Vaksinasi juga terus dilakukan.

"Jika karantina dilakukan se-Jawa, saya khawatir perekonomian Solo bakal kembali turun," papar dia.

  Pedagang batik dari luar Kota Solo dilakukan tes swab acak, Kamis (10/6). (MP/Ismail)
Pedagang batik dari luar Kota Solo dilakukan tes swab acak, Kamis (10/6). (MP/Ismail)

Ia membandingkan kasus Corona di Solo dengan kasus di Kudus yang mengalami lonjakan kasus COVID-19. Menurut Gibran kondisi penyebaran COVID-19 di Solo jauh lebih baik.

"Jangan bandingkan Solo dengan Kudus soal penanganan corona jauh lebih baik. Jangan semua total lockdown," kata dia.

Baca Juga:

Gibran Umumkan Logo dan Hak Siar Piala Wali Kota Solo

Menutnya,Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat ( PPKM) skala mikro berjalan baik. Satgas Jogo Tonggo pun bertugas dengan baik sehingga tidak terjadi lonjakan kasus.

"Solo vaksinasi cepat, PPKM Mikro berjalan baik. Jogo Tonggo jalan semua mengawasi warga. Kita jauh lebih sehat," tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bamsoet Minta Pemerintah Perluas Jalur Khusus Bersepeda
Indonesia
Bamsoet Minta Pemerintah Perluas Jalur Khusus Bersepeda

Banyak sekali manfaat yang bisa didapat dengan bersepeda

Gibran dan Bagyo Tes Swab di RSUD dr Moewardi Solo
Indonesia
Gibran dan Bagyo Tes Swab di RSUD dr Moewardi Solo

Humas RSUD dr Moewardi Solo, Eko Haryati, mengatakan gelombang pertama tes kesehatan pada Selasa-Rabu dikuti lima kabupaten/kota

ITB Gratiskan UKT Jalur Seleksi Mandiri
Indonesia
ITB Gratiskan UKT Jalur Seleksi Mandiri

Jalur seleksi mandiri ITB dirancang sebagai skema penerimaan mahasiswa baru program sarjana tanpa subsidi.

Lagi Proses Lelang Terbuka, Anies Lantik Sri Haryati Jadi Penjabat Sekda DKI
Indonesia
Lagi Proses Lelang Terbuka, Anies Lantik Sri Haryati Jadi Penjabat Sekda DKI

Anies meminta Sri dapat melaksanakan tugas sebaik-baiknya selama 3 bulan atau sampai ada sekda definitif.

3 Tahun Anies Pimpin DKI Jakarta, ini Catatan Gerindra
Indonesia
3 Tahun Anies Pimpin DKI Jakarta, ini Catatan Gerindra

"Kalau saya lihat over all sudah bagus dengan RPJMD," kata Purwanto

Danjen Kopassus Singgung Penggunaan Baret Merah Oleh Purnawirawan, Sindir Gatot Nurmantyo?
Indonesia
Danjen Kopassus Singgung Penggunaan Baret Merah Oleh Purnawirawan, Sindir Gatot Nurmantyo?

Simbol baret merah tidak boleh digunakan secara sembarangan

Eks Pimpinan KPK Nilai Pengadaan Mobil Dinas Kurang Pantas
Indonesia
Eks Pimpinan KPK Nilai Pengadaan Mobil Dinas Kurang Pantas

Pengadaan mobil dinas untuk pimpinan, dewan pengawas, dan pejabat struktural di KPK menuai beragam tanggapan.

Gempa di Yogyakarta Sebabkan Belasan Rumah Rusak
Indonesia
Gempa di Yogyakarta Sebabkan Belasan Rumah Rusak

berdasarkan laporan kerusakan rumah paling banyak terjadi di Kabupaten Gunung Kidul yang menjadi pusat gempa.

Benny dan Heru Dituntut Hukuman Bui Seumur Hidup
Indonesia
Benny dan Heru Dituntut Hukuman Bui Seumur Hidup

Jaksa meyakini Benny dan Heru bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan memperkaya diri bekerjasama dengan tiga mantan pejabat PT Asuransi Jiwasraya senilai Rp16 triliun.

Aturan Pidana Baru Keluar, Vaksinasi COVID-19 Dinilai Lambat
Indonesia
Aturan Pidana Baru Keluar, Vaksinasi COVID-19 Dinilai Lambat

Sosialisasi yang saat ini harus dilakukan sambil menunggu vaksinasi adalah dengan memberikan informasi baik tentang kebaikan vaksin dan melakukan vaksin agar sehat dan bebas COVID.