Epidemiologi UI Komentar Menohok Soal DPRD DKI Minta Keluarga Divaksin Petugas kesehatan menyuntikan vaksin COVID-19 kepada warga lanjut usia (lansia) di RSUD Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (20/2/2021). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.

MerahPutih.com - Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) mengomentari keinginan DPRD DKI Jakarta yang meminta jatah vaksin COVID-19 ke Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk keluarga mereka.

Menurut epidemiolog UI Tri Yunis Miko, sikap legislator DKI sudah berlebihan. Sebab, petugas kesehatan saja tidak meminta keluarga mereka mendapat prioritas vaksin.

"Saya saja yang disuntik. Itu anak saya dokter, kedua saya juga dokter. Istri saya belum disuntik, karena dia belum dokter. Saya enggak minta untuk istri dan anak saya (yang bukan dokter) disuntik vaksin," ujar Miko saat dikonfirmasi awak media, Jumat (5/3).

Baca Juga:

Tua Renta Tidak Boleh Divaksin COVID-19

Miko mengatakan, jika sikap dewan DKI adalah tindakan yang salah kaprah. Sebab, apabila seseorang sudah menerima vaksin, bukan berarti seluruh anggota keluarganya mendapat fasilitas serupa.

"Inilah kesalahan orang Indonesia. Pada saat dirinya sudah disuntik, maka keluarganya harus disuntik juga. Itu yang salah," paparnya.

Ilustrasi Gedung DPRD DKI Jakarta. (ANTARA/Ricky Prayoga)
Ilustrasi - DPRD DKI Jakarta. (ANTARA/Ricky Prayoga)

Anggota dewan sudah menerima vaksin gratis duluan dari pemerintah. Mereka kini tengah berusaha agar keluarga juga mendapatkan hal yang sama. Anggota dewan meminta vaksin untuk keluarga dengan alasan keamanan.

Permintaan itu sampai sekarang tidak direspons Pemprov DKI. Alasannya, vaksin masih sangat terbatas.

Baca Juga:

Vaksinasi Siswa di Solo, Gibran Tunggu Instruksi Menkes

Untuk itu, Pemprov DKI memilih memberi vaksin kepada warga yang menjadi prioritas, seperti tenaga kesehatan, pedagang pasar, guru, atlet, awak media, dan lansia.

"Semuanya mengajukan boleh, namun demikian vaksin ini terbatas," papar Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. (Asp)

Baca Juga:

Dampak Varian Baru Corona B117 Pada Masker dan Vaksin

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: Terungkap, Penyebaran Virus Corona Bisa Terjadi Lewat Vaksin
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Terungkap, Penyebaran Virus Corona Bisa Terjadi Lewat Vaksin

Foto tersebut juga disertakan keterangan yang menuduh media telah memberitakan berita bohong.

Pemerintah Kembali Vaksinasi Pedagang, DPRD Minta Penerima Tidak Terlena
Indonesia
Pemerintah Kembali Vaksinasi Pedagang, DPRD Minta Penerima Tidak Terlena

Tim vaksinator COVID-19 kembali melakukan vaksinasi terhadap pedagang di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Selain Vaksin, Ini Kerjasama yang Dijajaki RI dengan Inggris
Indonesia
Selain Vaksin, Ini Kerjasama yang Dijajaki RI dengan Inggris

Perwakilan pemerintah Indonesia berjumpa menteri luar negeri Inggris Dominic Raab serta otoritas yang terlibat dalam Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI).

Update COVID-19 Nasional 27 Juli: Kasus Positif Indonesia Tembus 100 Ribu
Indonesia
Update COVID-19 Nasional 27 Juli: Kasus Positif Indonesia Tembus 100 Ribu

Kasus positif virus Corona (COVID-19) di Indonesia per 27 Juli 2020 bertambah 1.525.

Demokrat Versi KLB Sebut Belasan Pasal Bermasalah dalam AD/ART Kongres 2020
Indonesia
Demokrat Versi KLB Sebut Belasan Pasal Bermasalah dalam AD/ART Kongres 2020

Jubir Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) M Rahmad menduga ada belasan pasal bermasalah dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) hasil kongres 2020.

Kuasa Hukum Kecewa Imam Nahrawi Divonis 7 Tahun Penjara
Indonesia
Kuasa Hukum Kecewa Imam Nahrawi Divonis 7 Tahun Penjara

Wa Ode memberi isyarat, akan menempuh upaya hukum terkait vonis tujuh tahun penjara yang dijatuhkan hakim terhadap kliennya tersebut.

118 Rumah Makan Ditutup Karena Langgar PSBB DKI, Denda Capai Rp313 Juta
Indonesia
118 Rumah Makan Ditutup Karena Langgar PSBB DKI, Denda Capai Rp313 Juta

Tim gabungan juga menutup 118 rumah makan yang mengabaikan protokol kesehatan. Mereka yang ditutup karena membolehkan pelanggan makan di tempat.

 OTT KPK Terhadap Rektor UNJ Dinilai Tidak Berkelas dan Memalukan
Indonesia
OTT KPK Terhadap Rektor UNJ Dinilai Tidak Berkelas dan Memalukan

"OTT KPK ini sungguh mempertontonkan tidak profesional, OTT ini sangat tidak berkelas dan sangat memalukan. Karena KPK saat ini OTT hanya level kampus, hanya uang THR," kata Boyamin

Mahasiswa ITS Ubah Cangkang Kerang Jadi Kerupuk
Indonesia
Mahasiswa ITS Ubah Cangkang Kerang Jadi Kerupuk

pengolahan pada cangkang kerang yang diklaim memiliki kandungan kalsium ini menjadi solusi permasalahan limbah dan justru memberi nilai tambah.

Jokowi Apresiasi Pihak-Pihak yang Bekerja Keras Tangani COVID-19
Indonesia
Jokowi Apresiasi Pihak-Pihak yang Bekerja Keras Tangani COVID-19

Presiden tetap meminta TNI, Polri, Satgas COVID-19 hingga pemerintah daerah terus berupaya lebih keras dalam menahan laju pertumbuhan COVID-19