Enggan Mengungsi, Warga Sekitar Gunung Merapi Diminta Buat Surat Pernyataan Warga melintas di posko induk pemantauan Gunung Merapi, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (MP/Ismail)

MerahaPutih.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyatakan Gunung Merapi telah memasuki tahap erupsi.

Terbaru, Merapi muntahkan guguran lava sebanyak tujuh kali pada Sabtu (9/1). Guguran lava Merapi tersebut terekam pada periode pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB.

Merespons peningkatan aktivitas Merapi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, Jawa Tengah memperingatkan pada warga radius bahaya untuk segera turun menuju ke pengungsian.

Baca Juga:

BPPTKG Sebut Gunung Merapi Masuk Fase Erupsi

"Bagi warga yang masih tidak mau turun mengungsi, saya minta membuat surat pernyataan akan menanggung risiko sendiri jika terjadi sesuatu," ujar Plt Camat Kemalang Sudiyono, Minggu (10/1).

Sudiyono mengatakan, di Kecamatan Kemalang, terdapat tiga desa yang masuk kawasan rawan bencana (KRB) III Gunung Merapi atau berjarak 3 km dari puncak. Ketiga desa tersebut, yakni Desa Balerante, Desa Tegalmulyo, dan Desa Sidorejo.

"Sesuai instruksi BPPTKG Yogyakarta zona KRB III Gunung Merapi harus steril dari aktivitas warga. Kami sudah berikan imbauan warga agar turun gunung untuk mengungsi," kata dia.

Awan panas guguran dengan tinggi kolom asap 200 meter terpantau keluar dari puncak Gunung Merapi pada Kamis (7/1/2021) siang. ANTARA/HO-twitter BPPTKG
Awan panas guguran dengan tinggi kolom asap 200 meter terpantau keluar dari puncak Gunung Merapi pada Kamis (7/1/2021) siang. ANTARA/HO-twitter BPPTKG

Namun demikian, dari ketiga desa tersebut, warga Desa Sidorejo masih banyak menolak mengungsi. Sementara warga Desa Desa Balerante dan Desa Tegalmulyo sudah mengungsi semua.

"Warga Desa Sidorejo pilih tetap beraktivitas bertani, berladang maupun mencari pakan ternak di tengah Merapi bergejolak memuntahkan guguran lava," katanya.

Ia mengaku, pihaknya terus melakukan pendekatan pada warga agar mau turun untuk mengungsi. Pemkab Klaten pun meminta pada pemerintah kecamatan agar melayangkan surat peringatan (SP) pada warga.

"Setelah beberapa kali akan diberikan SP 1, SP 2 dan SP 3 warga tetap tidak mau mengungsi, kami lakukan eksekusi. Itu opsi terakhir," kata Sudiyono.

Baca Juga:

Merapi Kembali Keluarkan 2 Kali Guguran Lava Pijar, Warga Klaten Beraktivitas Normal

Ia menambahkan, kalau eksekusi paksa tetap menolak, upaya terakhir warga harus bertanggung jawab secara pribadi dengan membuat surat pernyataan. Dengan surat pernyataan tersebut, jika timbul korban jiwa, warga jangan menyalahkan Pemkab Klaten.

"Pemkab Klaten telah berupaya melakukan hal-hal yang positif sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 7 Tahun 2014. Kami harap warga bisa diajak kerja sama dengan baik karena ini urusannya nyawa orang," tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Merapi Keluarkan Lava Pijar 4 Kali, Warga Klaten Diminta Kembali ke Pengungsian

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mantan Mensos Juliari Buka Suara Soal Keterlibatan Gibran di Kasus Suap Bansos
Indonesia
Mantan Mensos Juliari Buka Suara Soal Keterlibatan Gibran di Kasus Suap Bansos

Menurut Juliari, informasi keterlibatan Gibran dalam kasus tersebut tidak benar. Hal itu disampaikan Juliari usai menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan bansos.

Update COVID-19 DKI: Total Pasien Sembuh Capai 354.036 Orang
Indonesia
Update COVID-19 DKI: Total Pasien Sembuh Capai 354.036 Orang

Dengan positivity rate 12 persen, penambahan kasus positif hari ini mencapai 1.873 jiwa.

Tinjau Vaksinasi Pelajar, Kapolri Sesumbar Herd Immunity Terwujud di Agustus
Indonesia
Tinjau Vaksinasi Pelajar, Kapolri Sesumbar Herd Immunity Terwujud di Agustus

"Sehingga target kita akhir tahun paling tidak atau menjelang bulan Agustus, September, Herd Immunity segera bisa terwujud," kata Listyo

[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Dapat Gelar Pemimpin Pembohong dari Raja Saudi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Dapat Gelar Pemimpin Pembohong dari Raja Saudi

Akun Facebook Isa R Lionel Junior membagikan cuplikan pemberitaan Metro TV dengan judul “Gelar Kehormatan Dari Arab, Kerajaan Saudi Berikan Gelar Amirulkazzab Kepada Presiden.”

KPK Panggil Stafsus Menteri KP Hingga Mahasiswa Terkait Kasus Edhy Prabowo
Indonesia
KPK Panggil Stafsus Menteri KP Hingga Mahasiswa Terkait Kasus Edhy Prabowo

KPK telah menetapkan 7 tersangka dalam kasus ini

Bentangkan Poster "Pak Jokowi Tolong Benahi KPK", Sejumlah Mahasiswa Ditangkap
Indonesia
Bentangkan Poster "Pak Jokowi Tolong Benahi KPK", Sejumlah Mahasiswa Ditangkap

Mahasiswa diamankan aparat keamaan karena membentangkan spanduk saat kunjungan kerja Presiden Jokowi di Kampus UNS Surakarta

Kapolri Dinilai Tepat Tempatkan Irjen Fadil Imran Jadi Kapolda Metro Jaya
Indonesia
Kapolri Dinilai Tepat Tempatkan Irjen Fadil Imran Jadi Kapolda Metro Jaya

Fadil dengan tegas membubarkan acara deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI)

Diduga Terkena COVID-19, Politisi Senior PAN Ali Taher Tutup Usia
Indonesia
Diduga Terkena COVID-19, Politisi Senior PAN Ali Taher Tutup Usia

PAN berduka cita yang amat mendalam atas berpulangnya Bapak Dr. Ali Taher Parasong, Ketua Fraksi PAN MPR RI, anggota komisi VIII, dan Baleg.

Viral, Video Pasien COVID-19 Membludak di Halaman RSUD Dr Moewardi Solo
Indonesia
Viral, Video Pasien COVID-19 Membludak di Halaman RSUD Dr Moewardi Solo

Video puluhan pasien di rawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Moewardi, Solo, Jawa Tengah, viral di media sosial (medsos).

Kemenlu Pastikan WNI di Myanmar Masih Aman
Indonesia
Kemenlu Pastikan WNI di Myanmar Masih Aman

Kemenlu menyatakan kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Myanmar saat ini masih relatif aman.