Enggak Sembarangan! Ini 'Aturan Main' Jika Ingin Donorkan Darah ke Pasien COVID-19 Ilustrasi (Foto: Pixabay/Antonio_Corigliano)

Merahputih.com - WHO menyatakan bahwa Golongan darah pendonor plasma konvalesen harus sama dengan pasien COVID-19.

“Plasma memang dipisahkan dari darah. Tapi memang biasa ada sedikit darah tersisa sehingga perlu sama golongan darah pendonor dengan pasien penerima,” kata Ketua Tim untuk Darah dan Produk Asal Manusia lainnya Kantor Pusat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Yuyun Maryuningsih.

Baca juga:

5 Alasan Penting Mengapa Kamu Harus Kurangi Makan Mi Instan

Hal itu disampaikan Yuyun dalam sesi tanya jawab WHO menyambut Hari Donor Darah Sedunia secara akses langsung dari Jakarta, Minggu (15/6).

Saat ini, ia mengatakan, belum ada pilihan obat maupun vaksin untuk pasien COVID-19. Ia menyebut banyak negara menggunakan donor plasma untuk membantu kesembuhan orang yang sakit terinfeksi SARS-CoV-2.

Penderita diabetes boleh mendonorkan darahnya (Foto: Pixabay/Antonio_Corigliano)
Ilustrasi (Foto: Pixabay/Antonio_Corigliano)

WHO, mengenalinya sebagai plasma konvalesen, digunakan karena ada antibodi di sana yang bisa membantu kesembuhan pasien COVID-19. Meski demikian ia mengingatkan pengunaannya harus di tahap studi klinis dan dimonitor, apakah ada reaksi.

Selain itu, sebagaimana dikutip Antara, perlu spesifik kebutuhan dengan memilah mana mantan pasien COVID-19 yang dapat mendonorkan plasmanya. Donor plasma dapat dilakukan 1-3 minggu sekali, maksimal 33 kali dalam setahun.

Baca juga:

Hal-Hal Kecil yang Bikin Gampang Terkena Flu

Namun demikian, setiap negara juga memiliki peraturannya sendiri. Masa tenggang 1-3 minggu sekali dan maksimal 33 kali setahun, katanya, harus dipenuhi agar yakin protein dan antibodi memenuhi syarat untuk donor plasma.

Jika tidak, ia mengatakan sebaiknya petugas menyarankan pendonor untuk tidak melakukan donor plasma terlebih dahulu. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Warga Dilarang Masuk ke Pasar Jika Bersuhu Tubuh di Atas 37 Derajat
Indonesia
Warga Dilarang Masuk ke Pasar Jika Bersuhu Tubuh di Atas 37 Derajat

"Maka kerumunan dan pergerakan orang merupakan kondisi yang ditemukan di pasar,” ujar Reisa

Klarifikasi BIN soal Pertemuan Budi Gunawan dengan Rizieq Shihab di Arab Saudi
Indonesia
Klarifikasi BIN soal Pertemuan Budi Gunawan dengan Rizieq Shihab di Arab Saudi

Dalam pembelaannya, mantan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) ini mengklaim pernah bertemu Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan di Kota Jeddah, Saudi Arabia, 2017 lalu saat Rizieq meninggalkan Indonesia.

Jangan Asal-asalan, Begini Sejumlah Pedoman Penggunaan Masker yang Benar
Indonesia
Jangan Asal-asalan, Begini Sejumlah Pedoman Penggunaan Masker yang Benar

Masker kain hanya boleh digunakan paling lama selama empat jam.

Pelaku Pelecehan Seksual di Bandara Soetta Pernah Bawa Kabur Perempuan
Indonesia
Pelaku Pelecehan Seksual di Bandara Soetta Pernah Bawa Kabur Perempuan

Kasusnya, membawa lari wanita yang kini diakui oleh EFY sebagai istrinya.

Penumpang KRL Diwajibkan Pakai KMT, KCI Dinilai Raup Untung dari Jualan Kartu
Indonesia
Penumpang KRL Diwajibkan Pakai KMT, KCI Dinilai Raup Untung dari Jualan Kartu

Regulasi ini patut diduga KCI sengaja mendapatkan penghasilan dari jualan kartu, padahal core business nya adalah menjual jasa transportasi.

Dirut Pertamina Belum Pastikan Penyebab Ledakan di Kilang Minyak Indramayu
Indonesia
Dirut Pertamina Belum Pastikan Penyebab Ledakan di Kilang Minyak Indramayu

Saat ini dilakukan juga pemblokiran jalan menuju sekitar lokasi kejadian, dibantu oleh TNI

Lagi Proses Lelang Terbuka, Anies Lantik Sri Haryati Jadi Penjabat Sekda DKI
Indonesia
Lagi Proses Lelang Terbuka, Anies Lantik Sri Haryati Jadi Penjabat Sekda DKI

Anies meminta Sri dapat melaksanakan tugas sebaik-baiknya selama 3 bulan atau sampai ada sekda definitif.

KPK Jebloskan Bupati Lampura ke Rutan Bandar Lampung
Indonesia
KPK Jebloskan Bupati Lampura ke Rutan Bandar Lampung

Eksekusi ini menindaklanjuti putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Tanjung Karang yang menghukum Agung dengan pidana 7 tahun penjara.

Temui Ojol Viral yang Ditangkap Gegara Antar Miras, Gibran: Kasusnya Sudah Selesai
Indonesia
Temui Ojol Viral yang Ditangkap Gegara Antar Miras, Gibran: Kasusnya Sudah Selesai

"Saya sudah bertemu dengan Mas Andri (driver ojol) yang sempat viral kemarin, kasusnya sudah selesai," ujar Gibran

Bio Farma Siapkan 3 Juta Dosis Vaksin COVID-19 untuk Tenaga Medis
Indonesia
Bio Farma Siapkan 3 Juta Dosis Vaksin COVID-19 untuk Tenaga Medis

Induk holding BUMN farmasi yang berpusat di Bandung, Bio Farma akan persiapkan 3 juta dosis COVID-19 dari Sinovac, Tiongkok.