Enggak Langsung ke Body, Mobil Via Vallen Dibakar dari Ban Mobil Via Vallen dibakar (Ist)

Merahputih.com - Kapolresta Sidoarjo Kombes Sumardji menyatakan pije, pelaku pembakaran Mobil Via Vallen tidak langsung menyiramkan bensin ke seluruh bagian badan mobil Alphard bernopol W 1 VV itu. Pije malam itu membakar bagian ban terlebih dulu dengan kertas.

"Saat itu bahan bakarnya nggak langsung disiram ke body mobil. Tapi pelaku menggunakan kertas yang dibakar dan ditaruh di ban mobil," ungkap Sumardji, Selasa (30/6).

Baca Juga

Ancam Reshuffle Kabinet, Jokowi Cuma Gertak Sambal

"Apalagi pelaku ketika diajak bicara bawaannya ngelantur, ini yang bikin kita susah memeriksanya," sambung dia.

Polisi masih menunggu kondisi Pije normal dari sisi kejiwaaannya. Apalagi sebelum melakukan aksinya, pelaku menuliskan ancaman di tembok berbunyi bertuliskan 'Kibus ada, ada gak kasih haku, pije persa, pije 97 mati kau bang'.

Dari pantauan visual CCTV, awalnya Pije berdiri sendirian di sekitar mobil Alphard milik Via. Sembari mengawasi sekitar, pelaku membakar kertas dan kemudian diletakkan di bawah sekitar ban mobil tersebut. Alhasil, secara perlahan api merambat sehingga mampu membakar dan meledakkan mobil Via.

Via Vallen (Foto: Instagram)

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jatim mengatakan, tersangka cukup dikenal lingkungan sekitar rumah Via Vallen.

"Berdasarkan laporan yang diterima Polda Jatim, Polresta Sidoarjo telah menangkap pelaku berinisial P dan sekarang sedang dalam pemeriksaan intensif," ujar Trunoyudo, Selasa (30/6).

Baca Juga

Hasto: Teguran Presiden Jokowi Wajar, Sense of Crisis Wajib Dimiliki Para Menteri

"Saat ini kami masih memeriksa tersangka melalui lab forensik berikut mengumpilkan alat bukti yang ada. Lalu untuk saksi korban tetap kami periksa berikut kita mintakan keterangan juga," tandas Trunoyudo. (Andika/Surabaya)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
DPR Beberkan Manfaat RUU Perlindungan Data Pribadi
Indonesia
DPR Beberkan Manfaat RUU Perlindungan Data Pribadi

Banyak manfaat yang akan dirasakan oleh pemilik data ketika Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) disahkan.

Pimpinan MPR Ungkap Kunci Mengolah dan Mengoptimalkan Kekayaan Alam Indonesia
Indonesia
Pimpinan MPR Ungkap Kunci Mengolah dan Mengoptimalkan Kekayaan Alam Indonesia

Dulu penjajah ingin mendapatkan rempah-rempah di Indonesia sebagai bumi nusantara

Hanya Andalkan Puskesmas, Vaksinasi Bakal Makan Waktu Lama
Indonesia
Hanya Andalkan Puskesmas, Vaksinasi Bakal Makan Waktu Lama

Ridwan Kamil mengapresiasi Rektor IPB Arif Satria yang menggunakan gedung-gedung besar sebagai tempat penyuntikan vaksin.

Indonesia Bakal Kedatangan 80 Juta Vaksin di Bulan September
Indonesia
Indonesia Bakal Kedatangan 80 Juta Vaksin di Bulan September

Indonesia akan kedatangan banyak vaksin COVID-19 pada September mendatang. Ada puluhan juta dosis vaksin yang masuk ke Tanah Air dari berbagai merek.

Firli Tegaskan Komitmen KPK Tuntaskan Kasus Korupsi PT Nindya Karya
Indonesia
Firli Tegaskan Komitmen KPK Tuntaskan Kasus Korupsi PT Nindya Karya

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Firli Bahuri menegaskan pihaknya berkomitmen menuntaskan perkara korupsi yang menjerat PT Nindya Karya.

Pemerintah Diminta Kendalikan Harga Bahan Pokok Jelang Pergantian Tahun
Indonesia
Pemerintah Diminta Kendalikan Harga Bahan Pokok Jelang Pergantian Tahun

Persoalan harga sejumlah bahan pangan pokok di penghujung 2021 perlu segera diselesaikan.

Dirlantas Polda Metro Minta Anak Buahnya Tak Kawal Mobil Mewah dan Motor Gede
Indonesia
Dirlantas Polda Metro Minta Anak Buahnya Tak Kawal Mobil Mewah dan Motor Gede

Pengecualian ini diberikan khusus untuk event olah raga resmi

Jangan Lupa! Naik MRT dan TransJakarta Wajib Bawa STRP Mulai Besok
Indonesia
Jangan Lupa! Naik MRT dan TransJakarta Wajib Bawa STRP Mulai Besok

“Nantinya, setiap petugas di tiap stasiun akan melakukan pemeriksaan dokumen tersebut sebagai persyaratan yang wajib dibawa oleh penumpang sebelum melakukan perjalanan,” jelas Ahmad Pratomo

Kematian Tinggi, Kurva Penambahan Kasus COVID-19 Diklaim Melandai
Indonesia
Kematian Tinggi, Kurva Penambahan Kasus COVID-19 Diklaim Melandai

Meski kurva melandai, hal yang menjadi perhatian adalah kasus COVID-19 masih tinggi. Oleh karena itu, perlu diperkuat 3T yaitu testing, tracing, dan treatment agar diimplementasikan di desa.