Enggak Konvensional, Homeschooling Justru Bikin Anak 'Merdeka' Homeschooling justru membuat anak merdeka dalam beberapa hal. (foto: pixabay/white77)

BIASANYA anak-anak usia 7 tahun mulai mengenyam pendidikan formal di sekolah. Namun, kini banyak orangtua yang memilih metode homeschooling atau sekolah di rumah. Saat mendengar istilah homeschooling, kamu akan membayangkan bentuk pengajaran yang dilakukan di rumah oleh satu orang atau beberapa guru, sesuai mata pelajaran yang diajarkan.

Enggak salah sih. Pola seperti itu bisa saja terjadi. Namun, seperti dilansir Klikdokter, ada permendikbud yang menyebut homeschooling tidak lagi terbatas pada di satu rumah tetentu. Homeschooling bisa saja dilakukan secara bersama-sama dengan beberapa keluarga. Sistem itu dinamakan sekolah rumah majemuk.

BACA JUGA: 6 Remaja Ini Menghasilkan Uang Hanya dari Bermain Game Online

Dengan sistem itu, selain belajar akademik, kemampuan sosialisasi anak juga dikembangkan. Selain tetap dapat bersosialisasi, metode homeschooling juga menawarkan beberapa kelebihan yang tidak dimiliki oleh sekolah biasa atau konvensional lainnya.


1. Waktu belajar yang lebih fleksibel

girl
Membuat anak merdeka memilih waktu belajar. (foto: pixabay/ddimitrova)


Berbeda dengan sekolah biasa yang memiliki jam mulai dan akhir yang tetap, homeschooling memberikan fleksibilitas dalam hal waktu pengajaran. Hal itu akan memudahkan anak yang memiliki agenda lain di hari-hari tertentu.

Semisal, di hari Senin anak dapat belajar 3-4 jam. Sementara itu, di hari berikutnya yang lebih luang anak dapat bejajar lebih lama hingga 6 jam.

Bila anak terlihat jenuh di tengah jam pengajaran, waktu istirahat ekstra akan diberikan. Dengan begitu, anak tak menganggap waktu belajar sebagai momen yang membosankan.

2. Metode pengajaran disesuaikan dengan kebutuhan anak

children
Anak-anak merdeka belajar sesuai dengan tipenya. (foto: pixabay/startupstockphotos)

Di sekolah konvensional, anak lebih banyak bejalar dengan melihat. Faktanya, tidak semua anak dapat menerima pelajaran melalui metode visual. Ada anak-anak tertentu yang belajarnya lebih cepat dengan metode kinestetik.

Pada anak-anak jenis itu, pelajaran lebih tepat dilakukan dengan menggunakan banyak benda yang ia dapat sentuh dan gunakan. Di lain hal, anak yang lebih cocok dengan metode audio akan lebih nyaman dan lebih cepat menangkap pengajaran yang disampaikan melalui kata-kata dan cerita.

Hal itu yang sulit diterapkan di sekolah konvensional. Dengan homeschooling, orangtua dan guru dapat bekerja sama menentukan metode belajar seperti apa yang terbaik untuk anak.

BACA JUGA: Kerja Dulu Baru Kuliah? Kenapa Enggak

3. Istirahat yang cukup

sleeping
Merdeka memilih waktu istirahat. (foto: Pixabay/Roberto foto)

Seperti dilansi Alodokter, sekolah formal mengharuskan anak untuk datang lebih pagi dan terkadang pulang hingga sore. Hal itu membuat waktu istirahat anak menjadi berkurang. Anak yang memiliki waktu tidur kurang amat mungkin untuk ketiduran di kelas selama pelajaran berlangsung.

Hal itu akan berbeda dengan anak homeschooling yang mendapatkan waktu istirahat lebih lama. Mereka dapat mengikuti pelajaran yang diberikan dengan baik.

4. Merdeka mengembangkan bakat

happy
Mengembangkan bakat pun bebas. (foto: pixabay/khamkhor)

Jika di sekolah umum anak belajar mengikuti kurikulum dan materi yang telah disediakan, tidak demikian dengan homeschooling. Orangtua dan anak dapat bersama-sama menentukan sendiri topik, waktu, durasi hingga cara belajar yang sesuai dengan minat, kemampuan, dan gaya belajar anak.

Setiap anak memiliki bakat dan minat serta kemampuan mengolah informasi yang berbeda. Dengan homeschooling, metode belajar bisa lebih optimal untuk mengembangkan bakat setiap anak sesuai keinginan dan kemampuannya.(*)

BACA JUGA: Udil, 'Gamer' Sukses yang Hasilkan Ratusan Juta Rupiah


Tags Artikel Ini

Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH