Enggak cuma Rokok, Asap Knalpot dan Debu Juga Bikin Kualitas Sperma Jeblok Gunakan masker agar tak terpapar polusi udara. (foto: pixabay)

POLUSI udara memang jadi momok di kota besar. Tiap hari, warga kota harus beraktivitas di tengah paparan debu juga asap dari knalpot kendaraan yang seolah tiada habisnya.

Tentunya, hal itu memberi dampak kesehatan bagi manusia. Enggak cuma menimbulkan masalah pernapasan, polusi juga membri efek lain bagi para pria. Penurunan kesuburan pada pria turut menjadi dampak polusi udara. Sayangnya, hal itu seringnya tidak disadari.

Kesuburan pria amat terkait dengan kualitas sperma. Ada tiga faktor yang memengaruhi kualitas sperma, yaitu jumlah, bentuk, dan gerakan sperma. Jika ada satu saja kelainan dari ketiga faktor tersebut, risiko pria tidak subur atau bahkan mandul bisa meningkat.

Sel sperma butuh waktu sekitar 75 hari untuk tumbuh dan matang, sehingga kualitas sperma yang buruk dapat memengaruhi kesuburan Anda.

Paparan polusi udara dalam jangka panjang dapat mengakibatkan jumlah sperma menurun drastis. Pasalnya, testis tidak dapat berfungsi dengan baik kecuali suhunya lebih dingin daripada bagian tubuh yang lain.

Jika suhu testis naik hingga mencapai lebih dari 37 derajat celsius, produksi sperma bisa terganggu. Polusi yang terjadi secara akan amat memengaruhi suhu lingkungan. Peningkatan suhu lingkungan itulah yang memungkinkan testis Anda terperangkap dalam panas berlebih.

Hal itu bahkan bisa diperparah kebiasaan lainnya yang mungkin Anda lakukan. Misalnya, menggunakan celana yang ketat atau duduk terlalu lama di tempat yang panas, seperti saat menyetir. Stres emosional saat menghadapi kerasnya jalanan juga ikut memengaruhi kualitas sperma, karena tingginya hormon kortisol dapat mengganggu hormon-hormon yang bertanggung jawab terhadap kesuburan Anda

Selain itu, asap knalpot, asap rokok, asap cerobong pabrik, hingga debu jalanan banyak mengandung bahan-bahan kimia yang berbahaya juga bagi kesehatan, termasuk bagi sistem reproduksi pria.

Zat seperti timbal, kadmium, dan merkuri, ketika masuk ke tubuh, akan menimbulkan reaksi stres oksidatif dan radikal bebas yang dapat mengganggu komposisi DNA, protein, dan membran lemak sel sperma. Akibatny, bentuk sperma jadi kacau.

Selain mengurangi jumlah dan mengacaukan bentuk sperma, polusi udara lama kelamaan juga mengganggu pergerakan sperma. Padahal, sel sperma harus aktif dan cepat bergerak agar dapat membuahi sel telur perempuan pada masa suburnya.

Oleh karena itu, Anda disarankan selalu pakai masker untuk menghalangi debu polusi udara yang bisa terhirup masuk ke saluran pernapasan. Selain itu, tangkal radikal bebas dari lingkungan sekitar dengan memperbanyak makan buah dan sayuran yang tinggi antioksidan, serta rutin berolahraga.(dwi)



Dwi Astarini