Terasa Enam Tanda Sakit Perut Begini, Kamu Wajib Cek Kesehatan Nyeri perut terjadi karena pencernaan atau penumpukan gas.Foto: Antara/Shutterstock)

SAKIT perut biasanya terjadi ketika kamu mengalami gangguan pencernaan atau penumpukan gas akibat asupan karbohidrat. Tetapi, kapan sakit perut menjadi sesuatu berbahaya?

Berikut tanda-tandanya seperti dikutip Antara:

Baca Juga:

4 Makanan Ini Berbahaya untuk Kesehatan Bayi di Bawah Usia Satu Tahun

1. Nyeri perut setelah makan banyak

Sakit perut luar biasa setelah makan besar bisa jadi petanda serangan kantung empedu. (Foto: Pixabay/derneuemann)
Sakit perut luar biasa setelah makan besar bisa jadi petanda serangan kantung empedu. (Foto: Pixabay/derneuemann)

Dilansir Medical Daily, rasa sakit yang luar biasa di perut setelah makan besar yang tidak hilang bisa menjadi pertanda serangan kandung empedu. Demikian kata Hardeep Singh, ahli gastroenterologi di St. Joseph Hospital.

Tugas utama kantong empedu menyimpan empedu dan mendistribusikannya ke usus kecil untuk membantu pencernaan lemak.

Ketika organ kecil berbentuk buah pir yang terletak di bawah hati itu tersumbat dan meradang, maka bisa menyebabkan penyakit kantong empedu.

2. Nyeri samar di perut bagian atas

Sakit perut bagian atas atau tengah bisa memberi sinyal penyakit serangan jantung. (Foto: Pixabay/HansMartinPaul)
Sakit perut bagian atas atau tengah bisa memberi sinyal penyakit serangan jantung. (Foto: Pixabay/HansMartinPaul)

Robert Glatter, MD, juru bicara American College of Emergency Physicians (ACEP) mengatakan, rasa sakit yang tidak jelas di perut bagian atas atau tengah disertai mual dan sendawa dapat memberi tahu kamu tentang serangan jantung.

Muntah yang terkait dengan nyeri punggung atau rahang dan sesak napas juga bisa mengancam jiwa dan membutuhkan perawatan segera.

3. Kram perut yang berhubungan dengan diare

Keram perut bisa mengindikasikan iritasi usus besar. (Foto: Pixabay/OpenClipart-Vectors)
Keram perut bisa mengindikasikan iritasi usus besar. (Foto: Pixabay/OpenClipart-Vectors)

Diare atau sembelit dengan kram perut atau perasaan kembung dapat mengindikasikan sindrom iritasi usus besar, menurut Dr Singh.

Singh menyarankan penderita menggunakan obat yang akan meringankan rasa sakit ketika kamu mengalami hal ini. Di sisi lain, mengelola diet dan stres juga bisa mengendalikan iritasi usus besar dalam jangka panjang.

Baca Juga:

Jaga Kesehatan Tulangmu Sejak Dini dengan 6 Cara Ini

4. Tiba-tiba sakit perut yang parah

Sakit perut tiba-tiba bisa menjadi tanda kondisi serius. (Foto: Pixabay/Hans)
Sakit perut tiba-tiba bisa menjadi tanda kondisi serius. (Foto: Pixabay/Hans)

Jika kamu memiliki riwayat penyakit ulkus peptikum atau mengonsumsi NSAID (obat non-steroid anti-inflamasi) dan mengalami nyeri hebat secara tiba-tiba, perforasi mungkin terjadi di perut kamu, kata Dr Glatter.

Perforasi memerlukan prosedur bedah karena bisa menyebabkan kondisi lebih serius yang disebut peritonitis ketika tidak segera ditangani.

Peritonitis adalah peradangan pada peritoneum yang disebabkan infeksi bakteri atau jamur, hasilnya muncul seperti selaput sutra yang menutupi organ-organ di perut.

Glatter menjelaskan, ketika rongga perut terkontaminasi, maka dapat menyebabkan syok septik yang dapat melemahkan organ-organ dan pada akhirnya menyebabkan kematian, kecuali jika kamu menjalani operasi.

5. Nyeri perut kiri bawah

Sakit perut kiri bawah bisa menjadi tanda divertikulitis. (Foto: Pixabay/nastya_gepp)
Sakit perut kiri bawah bisa menjadi tanda divertikulitis. (Foto: Pixabay/nastya_gepp)

Nyeri perut di sisi kiri bawah yang semakin memburuk saat kamu bergerak mungkin pertanda divertikulitis, yakni kantong-kantong kecil di usus besar yang terhambat dan berlubang.

Glatter mengatakan, kondisi ini dapat diobati dengan antibiotik dan beberapa pelunak feses untuk mengurangi risiko infeksi.

Namun, antibiotik mungkin sebenarnya tidak diperlukan seperti saran para ahli kesehatan, jadi dokter mungkin meresepkan obat penghilang rasa sakit dan melihat apakah itu akan cukup sebelum memberi kamu obat yang lebih kuat.

6. Sakit perut dan penurunan berat badan

Sakit perut dan penurunan berat badan mungkin saja gejala kanker. (Foto: Pixabay/jarmoluk)
Sakit perut dan penurunan berat badan mungkin saja gejala kanker. (Foto: Pixabay/jarmoluk)

Sakit perut menusuk disertai dengan penurunan berat badan, darah dalam tinja, gejala anemia dan riwayat kanker gastrointestinal atau penyakit radang usus dalam keluarga menunjukkan penyakit serius yang mungkin kanker, menurut Gregory Sayuk, MD, M.PH, profesor kedokteran dan psikiatri di Washington University School of Medicine in St Louis. (*)

Baca Juga:

Cecak Kering Baguskah untuk Kesehatan?


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH