Enam Petugas Lapas Tangerang dan Dua Napi Diperiksa Polisi Jenazah korban kebakaran Lapas Klas 1 A Tangerang akan dikirim ke RS Polri Kramat Jati. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Merahputih.com - Penyidikan terkait dengan kasus kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang pada Rabu (8/9) masih terus bergulir. Terkini, penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya memeriksa sejumlah saksi tambahan.

"Hari ini dilakukan pemeriksaan terhadap 8 orang saksi," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (16/9).

Baca Juga:

Napi Selamat Kebakaran Lapas Tangerang Dapat Trauma Healing

Tubagus tidak merinci lebih lanjut terkait dengan identitas saksi yang diperiksa. Namun ia menyebut enam orang merupakan petugas Lapas dan dua sisanya warga binaan yang selamat dari peristiwa naas tersebut.

"Karena masih perlu pendalaman lagi, (yang diperiksa) ada dari warga binaan dan petugas Lapas. Kapasitasnya masih saksi," jelasnya.

Sebelumnya, penyidik memeriksa sembilan orang saksi pada Selasa (14/9) lalu.

Jenazah korban kebakaran Lapas Klas 1 A Tangerang akan dikirim ke RS Polri Kramat Jati. (Foto: MP/Rizki Fitri
Jenazah korban kebakaran Lapas Klas 1 A Tangerang akan dikirim ke RS Polri Kramat Jati. (Foto: MP/Rizki Fitri)

Sembilan orang tersebut antara lain, Kalapas Kelas 1 Tangerang, Victor Teguh Prihartono, Kepala Tata Usaha (TU). Kepala Bidang Administrasi (Kabid Adm), Kepala Pengamanan Lembaga Permasyarakatan (KPLP), Kepala Sub Bagian Hukum (Kasubag Kum), Kepala Seksi (Kasie) Keamanan dan Kasie Perawatan serta dua warga binaan.

Kemudian dilanjutkan pada Rabu (15/9) penyidik memeriksa dua orang saksi yang merupakan warga binaan selamat dari kebakaran yang menewaskan 48 orang.

Baca Juga:

Empat Jenazah Napi Lapas Tangerang Teridentifikasi Melaui Sidik Jari dan Rekam Medis

Dalam penyidikan kasus kebakaran ini, polisi menemukan adanya unsur kelalaian dan kealpaan. Namun, sampai dengan saat ini belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.

Jika telah ditentukan, tersangka akan dijerat dengan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan orang meninggal dunia, Pasal 187, dan Pasal 188 KUHP terkait kesengajaan atau kealpaan yang mengakibatkan kebakaran. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PT KAI Akan Gelar Tes Antigen ke Penumpang KRL Secara Acak
Indonesia
PT KAI Akan Gelar Tes Antigen ke Penumpang KRL Secara Acak

Tes antigen acak ini dilakukan sebelum pengguna bertransaksi

[HOAKS atau FAKTA]: Penyanyi Dunia Nyanyikan Asmaul Husna agar Wabah Berhenti
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Penyanyi Dunia Nyanyikan Asmaul Husna agar Wabah Berhenti

Unggahan Mamah Dedeh itu telah disukai 205 kali dan disebarkan kembali 97 kali.

KPK Ultimatum Sekdis Kebudayaan DIY Terkait Korupsi Proyek Mandala Krida
Indonesia
KPK Ultimatum Sekdis Kebudayaan DIY Terkait Korupsi Proyek Mandala Krida

Sekretaris Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, Erlina Hidayati Sumardi mangkir atau tidak memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (23/2).

Respons Mabes Polri saat Viral #PercumaLaporPolisi
Indonesia
Respons Mabes Polri saat Viral #PercumaLaporPolisi

Viral di media sosial (medsos) soal penghentian penyelidikan kasus pelecehan terhadap anak oleh Polres Luwu Timur pada akhir 2019.

Rizieq Shihab Protes Keluarganya Kehujanan di PN Jaktim
Indonesia
Rizieq Shihab Protes Keluarganya Kehujanan di PN Jaktim

Yang paling disesalkan Rizieq ialah petugas dengan tega membiarkan putrinya yang tengah hamil lima bulan kehujanan. Harusnya wanita yang sedang hamil itu harus dilindungi.

Sri Sultan Larang Warga Yogyakarta Mudik
Indonesia
Sri Sultan Larang Warga Yogyakarta Mudik

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X meminta seluruh warga Yogyakarta yang berada di perantauan untuk tidak mudik saat Idul Fitri mendatang.

BNPT Beberkan Dua Strategi Kelompok Radikal Cuci Otak Generasi Milenial
Indonesia
BNPT Beberkan Dua Strategi Kelompok Radikal Cuci Otak Generasi Milenial

Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Brigjen R. Ahmad Nurwakhid, menyebut, ada dua strategi kelompok radikal dalam upaya memecah belah bangsa.

Lansia DKI Sudah Bisa Daftar Vaksinasi di Puskesmas Terdekat
Indonesia
Lansia DKI Sudah Bisa Daftar Vaksinasi di Puskesmas Terdekat

Apakah bisa atau tidak divaksin tolong bantu dikawal

Politikus Demokrat: Risma Perlu Belajar Lagi di Kementerian Sosial
Indonesia
Politikus Demokrat: Risma Perlu Belajar Lagi di Kementerian Sosial

Risma diharapkan dapat mendongkrak kinerja Kabinet Indonesia Maju.

Polisi Selidiki Unsur Pidana di Balik Vaksinasi COVID-19 Helena Lim
Indonesia
Polisi Selidiki Unsur Pidana di Balik Vaksinasi COVID-19 Helena Lim

“Ini kita lagi mau selidiki ada nggak pidananya,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat