Enam Pegawai Diperiksa Dugaan Pidana Kebakaran Gedung Kejagung Foto udara gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar di Jakarta, Minggu (23/8) (Antara FOTO/Aditya Pradana Putra)

Merahputih.com - Penyidik Bareskrim Polri kembali melakukan pemeriksaan saksi terkait kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) yang kini statusnya sudah naik ke penyidikan karena ditemukan unsur pidana pada Senin (28/9).

“Hari ini mulai pukul 10.00 WIB, tim penyidik gabungan Polri memeriksa saksi kasus kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Ferdy Sambo kepada wartawan, Senin (28/9).

Baca Juga

Tim Labfor dan Inafis Dikerahkan Ungkap Penyebab Kebakaran Gedung Kejagung

Nantinya, sebanyak enam orang saksi akan diperiksa di gedung Bareskrim Polri, Jakarta. Ferdy menyebut para saksi itu merupakan pihak dari internal Kejagung. “Enam orang saksi dari Kejaksaan Agung,” beber Ferdy.

Seperti diketahui, kebakaran terjadi di salah satu gedung di Kejaksaan Agung Jakarta pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 19.00 WIB. Gedung yang terbakar merupakan gedung Bagian Kepegawaian Kejaksaan Agung.

Kobaran api itu pun berhasil dipadamkan kurang lebih selama 11 jam lamanya. Setelah sekian lama, Bareskrim Polri menaikkan status kasus itu dari penyelidikan ke penyidikan.

Artinya dalam kasus itu, pihak kepolisian sudah menemikan unsur pidana. Meski status kasus itu sudah naik ke sidik, Polri belum menetapkan tersangka dalam kasus kebakaran hebat itu.

Gedung Utama Kejaksaan Agung Terbakar.

Sempat ada kejanggalan seorang cleaning service yang diduga terkait dengan kebakaran di gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) dibongkar anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan.

Cleaning service bernama Joko itu termasuk saksi yang diperiksa terkait kasus kebakaran di Kejagung.

Kecurigaan Arteria diungkapkan mulai dari mudahnya akses sang cleaning service dari tempat tugasnya ke lokasi kebakaran di lantai, rekening berjumlah fantastis hingga kabar sang cleaning digunduli.

Arteria Dahlan juga mempertanyakan alasan saksi cleaning service tersebut digunduli. Ia mengingatkan akan susah melakukan cek DNA jika rambut plontos.

"Apa benar, ada penampilan baru yang bersangkutan dibotakin? Kalau dibotakin hati-hati pak, sulit kalau mau cek DNA rambutnya sudah plontos," ungkapnya.

Baca Juga

Dugaan Awal Penyebab Kebakaran Gedung Kejagung Versi Polisi

Arteria dalam rapat itu juga meminta Jaksa Agung untuk tak mudah percaya dengan orang. Soal kebakaran di Kejagung, Arteria meminta Jaksa Agung mengungkap fakta sebenarnya, apakah ada kelalaian atau kesengajaan, atau dugaan adanya aktor intelektual.

"Harusnya Pak Jaksa Agung jangan terlalu percaya orang, harus diatensi dan dicermati setiap proses hukum yang terkait dengan kebakaran," tutup dia. (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH