Enam Ideologi Ini Sumber Radikalisme Halaqoh Alim ulama se-Jakarta di Ponpes Al-Hamid, Jakarta Timur, Minggu (18/6). (MP/Fadhli)

Densus 99 Banser NU merilis setidaknya ada enam ideologi transnasional yang merupakan sumber radikalisme di Indonesia.

Menurut Komandan Densus 99 Habib Nuruzzaman, akar radikalisme yang terjadi di tanah air tidak terlepas dari enam ideologi tersebut. Dan, pengikutnya sudah menyebar ke berbagai lembaga hingga instansi negara.

"Kami punya data dan dokumennya," katanya saat gelar Halaqoh Alim ulama se-Jakarta di Ponpes Al-Hamid, Jakarta Timur, Minggu (18/6).

Adapun keenam ideologi itu adalah. Pertama, Ikhwanul Muslimin. Organisasi ini berasal dari timur tengah dan menyebar hingga Indonesia melalui jalur kampus.

Nuruzzaman mengungkapkan, pengikut IM sudah menyebar hingga ke parlemen.

Kedua, HTI (Hizbut Tahrir Indonesia). Organisasi ini hampir sama dengan IM karena menginginkan tegaknya negara Islam. Bedanya, IM menghalalkan negara Islam berbentuk bangsa, sementara HTI ingin tegaknya negara Islam secara internasional.

"Tersebar hingga instansi pemerintah, tercatat 114 komisaris BUMN merupakan pengikut HTI," kata Nuruzzaman.

Ketiga, Salafi Wahabi. Ideologi ini sudah beredar jauh sebelum Indonesia merdeka. Bahkan, Perang Padri terindikasi karena pertentangan ideologi ini dengan kaum adat.

Keempat, Jamaah Tabligh. Jamaah Tabligh merupakan ideologi transnasional yang menjadi sumber radikalisme meskipun dalam gerakannya tidak melakukan bom bunuh diri.

"Namun di sejumlah negara pengikut organisasi ini melakukan bom bunuh diri, seperti di India dan Pakistan," ungkapnya.

Kelima, Syiah. Syiah politik dituding menjadi sumber radikalisme karena karena pernah terlibat pemboman Borobudur pada kurun waktu 80-an.

"Tapi sekarang sudah agak berubah. Di Indonesia sendiri ada beberapa faksi Syiah," katanya.

Keenam, Salafi Jihadi. Salafi Jihadi merupakan kumpulan Ikwanul Muslimin Garis Keras dan Salafi Wahabi garis keras. Penganut ideologi ini memiliki doktrin jihad yang sangat kental. Menurut mereka, jihad merupakan jalan untuk menegakkan negara Islam.

Sekadar informasi, Densus 99 merupakan organisasi berbasis massa Nahdltul Ulama yang konsen terhadap isu radikalisme.

Bak Densus 88 anti teror, Densus ini juga mempunyai tim intelijen yang serius mengamati gerakan radikal transnasional. (Fdi)

Baca juga berita lain terkait radikalisme dalam artikel: Kembali Ke Pesantren Bisa Tangkal Radikalisme



Zulfikar Sy

YOU MAY ALSO LIKE