Empat Warga Pedalaman Papua Positif COVID-19 Ilustrasi - Seorang anak kelas 1 SD di Tolikara yang melintas di landasan pacu saat pulang sekolah, sebelum corona mewabah. ANTARA/Marius Frisson Yewun.

MerahPutih.com - Empat warga yang berdomisili di distrik perbatasan antara Kabupaten Tolikara dan Kabupaten Mamberamo Tengah, di wilayah pedalaman Papua, positif terjangkit virus corona jenis baru penyebab COVID-19.

"Empat orang tersebut sudah dikarantina di salah satu gedung milik pemerintah di Distrik Bokondini," kata Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua dr Delwien Ester Jacop, di Bokondini, Selasa (21/7).

Baca Juga:

Puluhan Prajurit TNI-AD BKO di Papua Positif COVID 19

Ia mengatakan tiga dari empat orang positif COVID-19 itu merupakan warga dengan kartu tanda penduduk (KTP) Kabupaten Mamberamo Tengah, sementara satu orang lainnya Tolikara.

"Usai menerima laporan dari Tim Distrik Bokondini, kami menurunkan tim untuk mengklarifikasi kasus baru itu, dan ternyata benar ada empat pasien positif COVID-19," katanya.

Tim kesehatan, Selasa (21/7/2020) diturunkan untuk mengawasi empat pasien positif COVID-19 di Distrik Bokondini, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua. (FOTO ANTARA/HO-Diskominfo Tolikara)
Tim kesehatan, Selasa (21/7/2020) diturunkan untuk mengawasi empat pasien positif COVID-19 di Distrik Bokondini, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua. (FOTO ANTARA/HO-Diskominfo Tolikara)

Dikutip Antara, selain empat orang yang dikarantina itu, tim juga memantau enam orang lainnya yang reaktif.

"Kebetulan pasien berada di Bokondini sehingga penanganan dilakukan oleh tim kesehatan Tolikara, meskipun tiga pasien ber-KTP Mamberamo Tengah," katanya.

Baca Juga:

Baru Kerja 16 Hari, Pegawai KPU Positif COVID-19

Ia memastikan pelayanan tenaga medis Tolikara tidak berdasarkan KTP melainkan lebih mengutamakan faktor kemanusiaan dan juga kode etik kesehatan.

Empat orang tersebut, kata dia, sudah ditangani sesuai protokol COVID-19.

"Kami karantinakan pasien di satu bangunan milik pemerintah yang sudah dilengkapi kebutuhan sehari-hari dan hingga kini pasien masih sehat," demikian Delwien Ester Jacop. (*)

Baca Juga:

Jumlah Kumulatif COVID-19 di DKI Jakarta Per 21 Juli Tembus 17 Ribu Kasus


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH