Empat Tersangka Kasus Djoko Tjandra Segera Disidangkan Mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte. (Foto: MP/Kanugraha)

MerahPutih.com - Mabes Polri melimpahkan empat orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait penghapusan red notice di Interpol terhadap buronan kasus cessie Bank Bali Djoko Tjandra ke Jaksa.

Mereka akan segera maju ke depan meja sidang setelah melalui proses pelimpahan tahal dua. Dalam kasus ini ada nama mantan Kadiv Hubinter Irjen Napoleon Bonaparte dan pengusaha Tommy Sumardi. Lalu, ada mantan Korwas PPNS Bareskrim Brigjen Prasetijo Utomo dan Djoko S Tjandra sendiri.

Napoleon diduga menerima imbalan Rp7 miliar terkait penghapusan red notice itu. Penyidik menetapkan Djoko S Tjandra dan Tommy sebagai tersangka pemberi gratifikasi atau suap. Sedangkan Napoleon dan Prasetijo sebagai tersangka penerima suap.

Baca Juga

Tak Ada Rekaman CCTV, Irjen Napoleon Mengaku Enggak Terima Duit dari Djoko Tjandra

“Pukul 09.00 pagi ini dilaksakanakan tahap dua kasus korupsi Djoko S Tjandra Cs,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Awi Setiyono melalui keterangannya kepada wartawan, Jumat (16/10).

Napoleon digiring masuk ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Kemudian, menyusul tersangka selanjutnya yakni Brigjen Prasetijo Utomo.

Prasetijo mengenakan rompi tahanan oranye dan bermasker. Prasetijo tampak tidak diborgol. Ia pun sempat mengacungkan jempol ke arah wartawan yang meliput.

Diketahui, Bareskrim Polri menahan mantan Kadiv Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bonaparte dan pengusaha Tommy Sumardi dalam kasus dugaan pencabutan red notice atas nama Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra.

Kedua tersangka akhirnya ditahan menjelang pelimpahan tersangka dan barang bukti ke jaksa penuntut umum.

"Menjelang dilaksanakannya tahap kedua, bahwasanya penyidik tindak pidana korupsi telah memanggil dua tersangka atas nama NB dan TS.

Tersangka tersebut tadi pukul 11.00 WIB Saudara Tersangka NB langsung dilakukan tes swab dan selanjutnya dilakukan upaya paksa berupa dilaksanakan penahanan," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (13/10).

Awi mengatakan kedua tersangka terlebih dulu dipanggil oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri. Setelah itu, kedua tersangka menjalani swab test sebelum akhirnya resmi ditahan.

Baca Juga

Praperadilan Irjen Napoleon Ditolak, Bareskrim Punya Bukti Kuat Dugaan Suap

"Kemudian Saudara TS pukul 12.00 WIB juga demikian, datang langsung dilakukan swab dan selanjutnya dilakukan penahanan," jelasnya.

Kejagung sebelumnya menyatakan lengkap berkas perkara empat tersangka kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra lengkap. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
  Dirjen IKP Kemkominfo Luncurkan Ruang Pamer Monumen Pers Nasional di Solo
Indonesia
Dirjen IKP Kemkominfo Luncurkan Ruang Pamer Monumen Pers Nasional di Solo

"Masih banyak orang memberikan penilaian kalau Monumen Pers tidak hanya sekadar untuk menyimpan dokumen bersejarah. Sekarang bisa menjadi tempat edukasi atau pendidikan buat masyarakat umum," ujar Widodo

Tak Ada Indikasi Serangan Terorisme di Balik Penusukan Syekh Ali Jaber
Indonesia
Tak Ada Indikasi Serangan Terorisme di Balik Penusukan Syekh Ali Jaber

Polisi belum menemukan bukti keterlibatan jaringan teroris di balik peristiwa penusukan terhadap penceramah Syekh Ali Jaber.

 Ketua KPK Firli Bahuri Masak Nasi Goreng Untuk Dewas, Komisioner dan Awak Media
Indonesia
Ketua KPK Firli Bahuri Masak Nasi Goreng Untuk Dewas, Komisioner dan Awak Media

Usai memberikan sambutan, Firli langsung menuju tempat untuk memasak. Sambil mengenakan Apron putih, Firli mengatakan bahwa nasi goreng buatannya sama seperti nasi goreng lainnya.

KPK Berhasil Ringkus Nurhadi, MPR: Perlu Kita Acungi Jempol
Indonesia
KPK Berhasil Ringkus Nurhadi, MPR: Perlu Kita Acungi Jempol

Asrul menyarankan kepada KPK agar menjadikan kasus Nurhadi sebagai pintu masuk untuk menyelidiki kasus-kasus suap di dunia peradilan lainnya

Kejaksaan Agung Didesak Cabut Aturan Penghapusan Uang Ganti Korupsi
Indonesia
Kejaksaan Agung Didesak Cabut Aturan Penghapusan Uang Ganti Korupsi

Peraturan Kejaksaan Agung ini dikhawatirkan membuka peluang permufakatan jahat untuk para koruptor.

Kemenkes Terbitkan Protokol 'New Normal' Bagi Perkantoran dan Industri, Apa Saja Isinya?
Indonesia
Kemenkes Terbitkan Protokol 'New Normal' Bagi Perkantoran dan Industri, Apa Saja Isinya?

Kemenkes mewajibkan pekerja mengenakan masker sejak perjalanan dari/ke rumah

Antisipasi Tindakan Anarkistis, Belasan Ribu Personel TNI-Polri Jaga Demo PA 212 cs
Indonesia
Antisipasi Tindakan Anarkistis, Belasan Ribu Personel TNI-Polri Jaga Demo PA 212 cs

Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana menyebut pihaknya menuturkan ada belasan ribu polisi dan TNI.

 Dampak Virus Cirona, Impor Bawang Putih Tersendat dan Harganya Tembus Rp55.000
Indonesia
Dampak Virus Cirona, Impor Bawang Putih Tersendat dan Harganya Tembus Rp55.000

Naiknya harga bawang tersebut disebabkan karena impor bawang putih dari Tiongkok tersendat akibat wabah virus Corona.

Begini Cara Dapatkan Kuota Harian Penukaran Uang Rp75.000
Indonesia
Begini Cara Dapatkan Kuota Harian Penukaran Uang Rp75.000

BI akan terus melakukan evaluasi karena masih ada diberapa daerah masih sepi peminat seperti di Sibolga, Papua, Papua Barat, Lhoksemauwe, Ternate, Gorontalo, dan Mamuju.

Aturan Protokol Kesehatan di Pasar Tradisional
Indonesia
Aturan Protokol Kesehatan di Pasar Tradisional

"Ingat cuci tangan sesering mungkin," ucapnya