Empat Pengeroyok Ricko Andrean Dijerat dengan UU ITE, Ini Alasannya Ilustrasi (Foto Pixabay)

MerahPutih.com - Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo mengatakan para pelaku pengeroyokan Ricko Andrean Maulana akan dijerat dengan UU Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi, dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Hendro mengatakan polisi berhasil meringkus salah satu pelaku pengeroyokan Ricko, yakni Wugi Fahrul Rojak (19) di daerah Ciparay, Bandung pada Minggu (30/7).

Polisi juga mengamankan empat orang lainnya, yakni Aldi K. Hildan F, (17) pelajar, Purwasari Kabupaten Karawang, Galih Raka F (19) pelajar, Purwasari, Kabupaten Karawang, Egis Meigi (23) tunakarya, Sukabumi, dan Salam (26) dagang di beberapa lokasi berbeda seperti Sukabumi, Karawang, dan Ciamis.

Menurutnya, keempatnya diketahui tidak ikut memukul tapi telah menyebarkan ujaran kebencian di akun Facebook miliknya.

"Menyebarkan ujaran kebencian kepada salah satu kelompok. Ini yang kita kenakan UU ITE, karena menimbulkan dampak keributan dengan suporter yang lain," kata Hendro di Mapolrestabes Bandung, Selasa (1/8).

Dari hasil pengungkapan ini, polisi mengamankan print out akun Facebook milik tersangka, dua handphone, satu kaos, sepatu, dan sebuah topi. Aldi, Galih Raka, Egis Meigi, dan Salam dijerat dengan pasal 45 A ayat (2) UU ITE.

Seperti diketahui, Ricko Andrean meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit usai menjadi korban pengeroyokan sejumlah bobotoh pada gelaran laga Persib vs Persija dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Sabtu (22/7).

Ricko yang berusaha menolong seseorang diduga Jakmania dikeroyok bobotoh. Warga Jalan Tamim Abdul Syukur, Cicadas, Kota Bandung itu mendapat perawatan di RS Santo Yusuf, Bandung, tapi nyawanya tak tertolong. Ricko menghembuskan nafas terakhir pada Kamis (27/7) pukul 10.30 WIB.

Hingga kini sudah lima orang berhasil ditangkap. Polisi masih mengejar empat pelaku lainnya. (*)



Yohannes Abimanyu

LAINNYA DARI MERAH PUTIH