Empat Klaster Corona Merajalela di Yogyakarta Kluster penyebaran COVID-19 Indogrosir di Yogyakarta. (Foto: MP/Teresa Ika)

MerahPutih.com - Gugus Tugas Penanganan COVID-19 DIY Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat jumlah pasien positif COVID-19 hingga Minggu (10/05) adalah 153 kasus. Berdasarkan hasil kajian tim, ada empat kluster (golongan) besar asal muasal corona menyebar cepat di Yogyakarta.

Anggota Tim Perencanaan Data dan Analisis Gugus Tugas COVID-19 DIY dr Riris Andono menjelaskan, keempat klaster tersebut adalah klaster jamaah Tabligh di Gunung Kidul, klaster jamaah Tabligh di Sleman, dan klaster Jemaat Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) di Kota Yogyakarta.

Baca Juga:

Cegah COVID-19 Meluas di Jakarta, Pemprov Godok Pergub Larangan Pendatang

"Terakhir adalah klaster Indogrosir yang baru saja terjadi," jelas Riris di Yogyakarta, Senin (11/05).

Riris melanjutkan, satu klaster di Kabupaten Sleman dan satu klaster di Kabupaten Gunung Kidul, berawal dari anggota jemaah Tabligh yang baru pulang dari Jakarta.

Klaster di Kabupaten Sleman tersebar terutama melalui kegiatan pertemuan di tempat peribadatan. Sementara klaster di Kabupaten Gunung Kidul disebarkan melalui kontak erat antarkasus. Klaster kasus di Sleman telah mencapai generasi ke-3. Klaster kasus di Gunung Kidul telah mencapai generasi ke-5.

"Satu Klaster Jemaah GBIP terpusat di Kota Yogyakarta. Klaster tersebut berasal dari rombongan yang pulang dari pertemuan Sidone GBIP yang dilakukan di Hotel Aston, Kota Bogor pada bulan Maret. Penularan kasus pada jemaah GPIB terjadi karena adanya kegiatan dalam lingkungan gereja," tutur Riris.

Anggota Tim Perencanaan Data dan Analisis Gugus Tugas COVID-19 DIY dr Riris Andono. (Foto: MP/Teresa Ika)
Anggota Tim Perencanaan Data dan Analisis Gugus Tugas COVID-19 DIY dr Riris Andono. (Foto: MP/Teresa Ika)

Sementara klaster Indogrosir terbentuk karena salah satu karyawan positif COVID-19. Ia memperkirakan usai peristiwa Indogrosir, penyebaran COVID-19 di DIY dan sekitar akan semakin meluas karena karyawan pusat perbelanjaan itu tak hanya tinggal atau berdomisili di Sleman melainkan juga dari kabupaten lain.

"Pengunjungnya juga bukan hanya dari Sleman tapi dari kabupaten lain," kata epidemiolog UGM ini pula.

Baca Juga:

Tak Ada Lagi Pasien Positif COVID-19 di RS Darurat Pulau Galang

Dengan melihat adanya bukti penyebaran kasus yang disebabkan oleh adanya kegiatan perkumpulan, maka masyarakat diminta untuk tetap menjaga social distancing dan untuk sementara menghindari kegiatan yang bersifat kerumunan.

Berdasarkan data Pemda DIY, total orang dalam pemantauan (ODP) di DIY hingga Minggu (10/5) mencapai 5.469 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) yang sudah diperiksa terkait dengan COVID-19 (dengan tes swab) tercatat 1.096 orang.

Dari jumlah PDP tersebut, 791 orang di antaranya dinyatakan negatif corona, 153 orang positif di mana 60 orang di antaranya sembuh, dan tujuh meninggal, sedangkan yang masih menunggu hasil 152 orang dengan 12 di antaranya telah meninggal. (Teresa Ika)

Baca Juga:

Pemprov DKI Hanya Buka Operasional Terminal Pulogebang


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH