Empat Kasus COVID-19 Varian Baru dari Inggris Kembali Ditemukan di Indonesia Varian Baru Corona B117 memberikan dampak pada masker dan vaksin (foto: pixabay/alexandra_koch)

Merahputih.com - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengaku kembali menemukan lagi kasus baru dari mutasi virus B117 asal Inggris.

Hal ini berdasarkan hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) yang dilakukan atas kerja sama laboratorium Kementerian Kesehatan (Kemkes) dengan Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional (Ristek/BRIN).

Baca Juga:

Vaksin Sinovac Dinilai Punya Tingkat Efikasi 65,3 Persen

“Sudah menemukan 4 lagi yang terkonfirmasi,” kata Budi saat konferensi pers daring tentang "Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Mikro, Senin (8/3).

Masing-masing kasus tersebar di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) pada 11 Januari. Lalu, Kalimantan Selatan pada 6 Januari, dan Balikpapan, Kalimantan Timur dari 12 Februari, dan terakhir di Medan pada 28 Januari.

“Keempatnya ini sudah dites positif, GWS juga positif, dan strain baru dari UK, mereka sudah sembuh dan keluar,” ucap Menkes.

Ia menyebutkan, untuk tindak lanjutnya, Kemkes sedang melakukan surveilans terhadap kontak eratnya kasus, yakni sedang ditelusuri untuk dites dengan GWS.

Pada kesempatan sama, Budi menyebutkan, untuk 2 kasus pertama yang datang dari Arab Saudi, yakni kasus di Karawang, Jawa Barat (Jabar) semua kontak erat sudah dites dan semua negatif.

Ia mengatakan akan menjaga laju penyuntikan vaksin COVID-19 karena jumlah vaksin yang masih terbatas dan baru akan meningkatkan vaksinasi pada semester kedua 2021.

"Kita mesti sadari bahwa sampai bulan Juni hanya sekitar 80 sampai 90 juta dosis vaksin yang akan kita terima," jelas Budi.

kita semua perlu waspada dengan kemungkinan mutasi Virus Corona (foto: pixabay/syaibathulhamdi)

Ia menegaskan bahwa saat ini proses vaksinasi tidak bisa dilakukan kepada terlalu banyak orang karena keterbatasan pasokan vaksin.

Indonesia baru memiliki sekitar 24 persen dari sekitar 400 juta dosis vaksin yang dibutuhkan untuk mencapai target vaksinasi 181.554.465 penduduk Indonesia demi mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.

"Laju penyuntikan kita jaga, kita tidak akan buru-buru naik ke satu juta karena nanti habis vaksinnya dalam dua minggu padahal kita masih punya dua bulan," tambah Budi.

Sisa dosis vaksin yang dibutuhkan untuk mencapai target vaksinasi akan tiba pada semester kedua 2021, yang dapat memastikan suntikan vaksin COVID-19 akan naik signifikan dalam periode tersebut.

Sambil menunggu pasokan dosis tersebut tiba, Budi mengatakan saat ini pemerintah terus berlatih. Tujuannya agar mampu meningkatkan ritme penyuntikan vaksin COVID-19 dengan memastikan tercukupinya jumlah petugas vaksin dan tempat vaksinasi.

Baca Juga:

Konyol, Dua Perempuan Muda Menyamar jadi Nenek agar dapat Vaksin COVID-19

"Nanti pada saat semester kedua akan naik malah harus di atas satu juta, mungkin sampai satu setengah juta suntikan per day," tegas Budi.

Dalam kesempatan itu dia menegaskan bahwa Indonesia telah mendapatkan akses vaksin COVID-19 jauh lebih baik dari banyak negara-negara lain. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
COVID-19 di DKI Makin Meroket, Anies Didorong Bikin Gugus Tugas Perkantoran
Indonesia
COVID-19 di DKI Makin Meroket, Anies Didorong Bikin Gugus Tugas Perkantoran

Beberapa kantor, kerap menutupi karyawan yang terjangkit COVID-19

Ketua KPK Firli Bahuri: Wartawan Adalah Pahlawan Antikorupsi
Indonesia
Ketua KPK Firli Bahuri: Wartawan Adalah Pahlawan Antikorupsi

"Untuk itu KPK terima kasih karena rekan-rekan baik yang di KPK rekan-rekan adalah pahlawan antikorupsi," kata Firli

Presiden Jokowi Direncanakan Buka Puncak Hakordia yang Digelar KPK
Indonesia
Presiden Jokowi Direncanakan Buka Puncak Hakordia yang Digelar KPK

KPK ingin menyampaikan perkembangan seluruh kegiatan yang telah dilakukan

Krisis Pangan Mengancam, Hambatan Perdagangan Harus Dihilangkan
Indonesia
Krisis Pangan Mengancam, Hambatan Perdagangan Harus Dihilangkan

Indonesia membutuhkan kerjasama global walau diikuti adanya risiko berhubungan dengan negara lain yang juga berjuang untuk mengurangi pandemi di negaranya.

SK Mendagri Tak Kunjung Turun, Pelantikan Gibran-Teguh Dipastikan Molor
Indonesia
SK Mendagri Tak Kunjung Turun, Pelantikan Gibran-Teguh Dipastikan Molor

SK Mendagri terkait pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo terpilih Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa sejauh ini belum turun. Dengan demikian pelantikan Gibran-Teguh dipastikan molor.

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Sabetan Samurai Massa Pendukung Rizieq
Indonesia
Dua Anggota Polisi Jadi Korban Sabetan Samurai Massa Pendukung Rizieq

Dua anggota polisi terluka terkena sabetan senjata tajam jenis samurai saat membubarkan massa aksi 1812 tepatnya di depan Gedung Balai Kota DKI Jakarta pada Jumat (18/12).

Denny Indrayana Positif COVID-19
Indonesia
Denny Indrayana Positif COVID-19

Mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia Denny Indrayana dinyatakan positif terpapar COVID- 19.

KPU-Bawaslu Didorong Bikin Aturan Kampanye Daring
Indonesia
KPU-Bawaslu Didorong Bikin Aturan Kampanye Daring

KPU-Bawaslu Didorong Bikin Aturan Kampanye Daring

Djoko Tjandra Konsultan Bareskrim, Mabes: Bohong dan Ngarang
Indonesia
Djoko Tjandra Konsultan Bareskrim, Mabes: Bohong dan Ngarang

Mabes Polri memastikan pencantuman nama Djoko Tjandra sebagai konsultan Bareskaim merupakan kabar bohong.

Mahfud Minta Masyarakat Jangan Takut Kritik Polisi
Indonesia
Mahfud Minta Masyarakat Jangan Takut Kritik Polisi

"Polri harus terus menerus terbuka terhadap kritik, masyarakat juga jangan segan memberikan masukan dan kritik pada polisi," kata Mahfud.