Kesehatan Mental
Empat Cara Menjaga Mental Sehat Saat WFH dan Isoman Isoman dan WFH bukan akhir segalanya. (Foto: Pexels/Prasanth Inturi)

WABAH corona memaksa individu mengubah kebiasaan mulai dari bekerja dari rumah (WFH) serta isolasi mandiri bagi yang terpapar covid-19. Kebiasaan baru ini kerap menimbulkan sejumlah masalah hingga membuat gangguan psikologi.

Psikiater dari Universitas Gadjah Mada, Dr.dr. Ronny Tri Wirasto, Sp.Kj. mengatakan isoman merupakan sebuah kondisi yang menimbulkan gap baik secara fisik, emosi, maupun finansial. Gap tersebut berpotensi memunculkan sejumlah persoalan.

Baca Juga:

Depresi Kala Pandemi, Konsultasi Gratis Dapat Jadi Solusi

isoman
Isolasi mandiri mempengaruhi fisik dan emosi. (Foto: Unsplash/National Cancer Institute)

Secara umum, permasalahan yang kerap terjadi saat isoman adalah ketakutan menghadapi penyakit itu sendiri, ketakutan saat isoman, serta kebosanan serta frustrasi.

Begitu juga dengan kegiatan bekerja dari rumah membatasi gerak dan komunikasi saat bekerja yang dapat menimbulkan kebosanan bahkan stres berkepanjangan.

Psikolog UGM, Sutarimah Ampuni, S.Psi., M.Si menjelaskan ada beberapa orang yang tidak nyaman bekerja sendirian tanpa bertemu atau berkomunikasi tatap muka dengan orang lain.

Selain itu situasi rumah banyak yang tidak kondusif dan menyulitkan seseorang konsentrasi saat bekerja dirumah.

"Misalnya memiliki anak kecil atau susah jaringan internet atau sinyal telepon atau ada gangguan dari anggota keluarga dan permasalahan rumah tangga," jelas Sutarimah.

Berikut tiga langkah mencegah terjadinya gangguan psikologi saat WFH dan isoman.

Baca Juga:

Penelitian: Perempuan Ilfeel dengan Pria yang Memiliki Banyak Teman Lawan Jenis

Suasana nyaman dalam rumah

isoman
Bangun suasana nyaman di dalam rumah selama isoman. (Foto: Pexels/artem-podrez)

Sutarimah menyarankan mulai dengan membangun suasana yang nyaman untuk menjalani aktivitas dari rumah.

Kamu bisa membuat jadwal kegiatan dan bekerja sama dengan orang rumah untuk menjaga anak-anak atau menghandel pekerjaan lainnya selama kamu bekerja. Bekerja d iruangan khusus yang mampu membuat kamu konsentrasi dengan pekerjaan.

Bagi yang isoman, sangat perlu untuk membatasi tontonan, bacaan, atau mendengar berita maupun cerita baru terkait pandemi termasuk dari grup sosial media

"Pembatasan bisa berupa waktu, jumlah, topik atau sumbernya. Atur waktu dalam pembatasan ini," terangnya.

Tetap berkomunikasi via online

isoman
Komunikasi harus tetap berjalan. (Foto: Pexels/Lisa)

Manusia yang merupakan mahluk sosial tak bisa menghentikan keinginan untuk bersosialisasi dengan sesama. Saat sedang isoman atau WFH, komunikasi bisa dilakukan via online melalui sosial media. Ikutilah kegiatan online yang diadakan oleh komunitas. Atau ikutlah grup atau sharing kesehatan di sosial media.

"Sempatkan diri untuk saling menyapa, termasuk dengan para kolega di tempat kerja dan sesekali membicarakan sesuatu di luar pekerjaan melalui ponsel," kata Sutarimah.

Sementara untuk pasien isoman, selalu berkomunikasi untuk menginfokan kondisi dan perasaan saat ini. Komunikasi dapat dilakukan melalui sosial media, daring maupun via telepon.

Jika merasakan gangguan kejiwaan yang dapat menyebabkan sulit tidur, pasien bisa melakukan konsultasi via daring dengan psikolog.

Berolahraga dan merawat tubuh

isoman
Olahraga menjadi sangat penting ketika isoman. (Foto: Pexels/Ketut Subiyanto)

Waktu Isoman paling tepat digunakan untuk bersantai dan merawat tubuh. Beberapa tambahan aktivitas fisik yang dapat dilakukan seperti melakukan latihan pernafasan dalam, peregangan, mendengarkan musik, yoga, atau meditasi yang terarah.

Seseorang diminta melakukan olah raga ringam secara teratur. Lantaran olahraga dalam memacu tubuh mengeluarkan hormon relaksasi dan menyehatkan tubuh.

"Makan dengan pola seimbang dan makanan sehat seperti buah, sayur lauk pauk. Hindari konsumsi alkohol dan rokok. Kurangi konsumsi gula," imbuhnya.

Baca Juga:

Mitos Menyesatkan Vaksin COVID-19 Pengaruhi Kesuburan dan Keguguran

Istirahat cukup

isoman
WFH memiliki dampak waktu istirahat yang berkurang. (Foto: Pexels/Tirachard Kumtanom)

Walaupun bekerja dari rumah saja, tubuh juga perlu istirahat. Terkadang bekerja dari rumah membuat batasan antara bekerja dengan beristirahat menjadi hilang dan rancu.

Tentukan jadwal kerja, jadwal istirahat dan jadwal mengurus rumah dan keluarga. Saat tiba di jadwal kerja, maka kamu bisa mengesampingkan semua urusan lainnya. Begitu pula saat jadwal istirahat tidak perlu mencuri-curi kesempatan melihat email atau pesan masuk. Beri waktu otak untuk beristirahat.

Bagi yang tengah isoman, perbanyak waktu untuk beristirahat seperti rebahan, atau tidur. Bicarakan tanggung jawab pekerjaan dengan rekan kerja dan minta mereka menghandel sementara pekerjaan.

Sementara pengasuhan anak-anak dapat dilakukan oleh anggota keluarga yang sehat.

Dukungan orang terdekat

isoman
Dukungan orang terdekat menjadi sangat penting. (Foto: Pexels/Andrea Piacquadio)

Dokter Rony menjelaskan dukungan sosial diperlukan untuk memberikan jaminan terhadap pemenuhan kebutuhan dasar saat menjalani isoman. Misalnya pemberian makanan pokok serta obat-obatan dan kebutuhan lainnya selama isoman.

Dukungan sosial sangat diperlukan di samping keluarga terdekat. Masyarakat diharapkan tidak memberikan pelabelan atau stigmatisasi terhadap pasien COVID-19.

Bagi yang tengah WFH dapat meminta bantuan kepada keluarga atau orang lain untuk mengurus pekerjaan rumah tangga. Bisa juga sesekali memesan makanan via ojek online untuk menghemat waktu dan tenaga

Jika semua kegiatan dan tips diatas sudah dijalankan namun masih merasa stres dan mudah emosi. Sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter dan psikolog. (Teresa Ika/Yogyakarta)

Baca Juga:

Cara Bonding yang Tepat dengan Remaja Cowok

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bangga, Anggun Ikut Jadi Pengisi Suara di ‘Raya and the Last Dragon’
Fun
Belah Durian di Negeri Aing, Mitos hingga Cara Memilih yang Maknyus
Kuliner
Belah Durian di Negeri Aing, Mitos hingga Cara Memilih yang Maknyus

Tidak disarankan untuk mengonsumsinya secara berlebihan.

20 Tahun Kepergian Aaliyah Kini ‘The Red Album’ Rilis Secara Digital
ShowBiz
20 Tahun Kepergian Aaliyah Kini ‘The Red Album’ Rilis Secara Digital

The Red Album pertama kali rilis pada 7 Juli 2001 melalui Background Records.

Pandemi COVID-19 Bikin Wisata Pakai Helikopter Meningkat
Fun
Pandemi COVID-19 Bikin Wisata Pakai Helikopter Meningkat

Beberapa memilih untuk berwisata secara private.

4 Cara Jitu untuk Tingkatkan Pola Pikir Kritis
Fun
4 Cara Jitu untuk Tingkatkan Pola Pikir Kritis

Kamu harus memiliki pola pikir kritis dalam hidup ini.

Desainer Pemudi Negeri Aing Diundang ke Paris Fashion Week
Fun
Desainer Pemudi Negeri Aing Diundang ke Paris Fashion Week

Rancangannya mencuri perhatian pencinta fesyen dunia.

Digelar Daring, DWP 2020 Bisa Diakses Gratis
ShowBiz
Digelar Daring, DWP 2020 Bisa Diakses Gratis

Diadakan selama dua hari pada 19-20 Desember.

Solusi Jaringan Baru untuk Menjangkau Area Dalam Ruangan
Fun
Solusi Jaringan Baru untuk Menjangkau Area Dalam Ruangan

Solusi ini mendukung antena-antena luar ruang menghadirkan jaringan untuk menjangkau titik area dalam ruangan.

Saatnya Ajak Anak Nonton 'Nussa' di Bioskop
Fun
Saatnya Ajak Anak Nonton 'Nussa' di Bioskop

Visual dan karakter Nussa dirasa mampu bersaing dengan animasi internasional.

Prediksi Kondisi Pandemi COVID-19 di Indonesia Menurut Pakar Feng Shui
Fun
Prediksi Kondisi Pandemi COVID-19 di Indonesia Menurut Pakar Feng Shui

Pakar Feng Shui memprediksi tentang kapan berakhirnya pandemi di Indonesia