Empat Alasan Penggunaan Vaksin Produk Lokal Mendesak Dilakukan Vaksinasi terhadap kelompok lanjut usia (lansia). Foto: ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

MerahPutih.com - Pemerintah diminta menggunakan vaksin COVID-19 produksi dalam negeri karena diyakini akan mendatangkan manfaat lebih besar. Terlebih ada vaksin produksi dalam negeri yang telah mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Hal itu disampaikan Ketua Fraksi PAN DPR, Saleh Partaonan Daulay dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IX DPR dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Senin (22/11). Dalam RDP itu hadir Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dan Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan.

"Ini peluang besar untuk memenuhi kebutuhan vaksin secara nasional," kata Saleh, Selasa (23/11).

Baca Juga

Pemprov DKI Terima Penghargaan dari Kemenkes Terkait Tes Lacak dan Vaksinasi COVID-19

Selain itu Komisi IX DPR juga menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Pengurus Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Pengurus Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), dan Pengurus Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI).

Saleh menilai apabila vaksin dalam negeri sudah mendapatkan EUA, berarti telah melewati seluruh tahapan riset yang ketat termasuk sejumlah uji klinis yang dipersyaratkan sehingga patut disesalkan kalau tidak dimanfaatkan.

Menurut dia, ada beberapa alasan mengapa penggunaan vaksin produk lokal mendesak. Pertama, Indonesia harus benar-benar berdaulat dalam hal pemenuhan kebutuhan vaksin COVID-19 karena selama ini, Indonesia telah banyak menghabiskan anggaran untuk membeli vaksin dari negara lain.

"Kalau kita memakai produk lokal, maka anggaran yang cukup besar itu tidak 'lari' ke luar negeri. Selain pajak, anggaran tersebut diyakini juga bisa dimanfaatkan untuk membangkitkan roda perekonomian Indonesia," ujarnya.

Kedua, kebutuhan vaksin dalam negeri akan sangat besar karena pemerintah berencana memberikan booster ketiga pada awal tahun 2022. Berdasarkan data Kemenkes, kalau semua target sasaran dijangkau, masih dibutuhkan ratusan juta dosis vaksin.

Baca Juga

Jokowi Sebut Indonesia Capai Babak Baru Vaksinasi COVID-19

"Kebutuhan vaksin ini akan terus berlanjut. Kemarin dijelaskan bahwa efektivitas vaksin hanya enam bulan. Setelah itu, dibutuhkan suntikan dosis baru lagi, sehingga kalau itu terus berlanjut, tentu akan sangat berat jika kita terus berharap dari negara lain," katanya.

Ketiga, masyarakat kelihatannya lebih antusias memakai vaksin produk dalam negeri karena kecintaan pada produk dalam negeri dan juga lebih percaya pada khasiatnya.

Hal itu menurut dia sangat wajar karena selama ini Indonesia dikenal sebagai negara produsen vaksin terbesar di dunia, bahkan telah mengekspor vaksin ke lebih dari 140 negara.

"Sekarang saatnya kita memproduksi vaksin COVID-19 sendiri. Di awal-awal ini, digunakan untuk kebutuhan dalam negeri, kalau nanti kita sanggup memproduksi lebih besar, tidak tertutup kemungkinan untuk diekspor," ujarnya.

Baca Juga:

Capaian Vaksinasi COVID-19 di DKI Tembus 19 Juta Orang

Keempat, Presiden Jokowi selama ini selalu mendukung pemakaian produk dalam negeri, termasuk vaksin. Menurut dia, hal itu tidak hanya sekedar imbauan, namun pemerintah juga menyediakan anggaran yang tidak sedikit untuk riset dan pengembangan produk lokal.

"Presiden sangat berpihak pada penggunaan komoditas dalam negeri. Karena itu, semua jajaran pemerintahan harus mendukung keberpihakan tersebut," tuturnya.

Dia menilai kalau selama ini Indonesia masih memakai vaksin COVID-19 dari luar negeri, itu karena kedaruratan saja namun apabila sudah bisa produksi sendiri, tentu lebih baik memakai produk dalam negeri. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Fraksi PAN Minta Pelaksanaan PTM Didukung Testing dan Vaksinasi
Indonesia
Fraksi PAN Minta Pelaksanaan PTM Didukung Testing dan Vaksinasi

Pemerintah didorong untuk memberikan perhatian khusus pada pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Kebijakan PTM dinilai penting untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas SDM Indonesia beberapa tahun ke depan.

Kampung Tangguh Bencana Yogyakarta Bersiaga Hadapi Banjir Lahar Dingin
Indonesia
Kampung Tangguh Bencana Yogyakarta Bersiaga Hadapi Banjir Lahar Dingin

Meningkatnya debit air sungai di Kota Yogyakarta tidak hanya disebabkan hujan lokal yang terjadi di kota tersebut. Namun juga bisa disebabkan kiriman air dari hulu sungai.

Sri Mulyani Tetap Optimis Ekonomi Tumbuh 5 Persen
Indonesia
Sri Mulyani Tetap Optimis Ekonomi Tumbuh 5 Persen

April 2022 ini akan banyak laporan dari lembaga internasional seperti OECD, World Bank dan IMF yang akan menyampaikan revisi ke bawah terhadap outlook ekonomi global.

Besok Vaksin Booster Dimulai, Usia 18 Tahun ke Atas yang Boleh Terima
Indonesia
Besok Vaksin Booster Dimulai, Usia 18 Tahun ke Atas yang Boleh Terima

Untuk Vaksin Merah Putih, sudah ada beberapa yang masuk pada tahap uji coba

DPR Waspadai Calon Tak Layak Lolos Seleksi Anggota KPU-Bawaslu
Indonesia
DPR Waspadai Calon Tak Layak Lolos Seleksi Anggota KPU-Bawaslu

Tahapan tes calon anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) segera berlanjut.

Mulai 1 Agustus, Tiket Masuk TN Komodo Naik per Orang jadi Rp 3,75 Juta
Indonesia
Mulai 1 Agustus, Tiket Masuk TN Komodo Naik per Orang jadi Rp 3,75 Juta

Selama ini tiket masuk Pulau Komodo hanya Rp 150.000 bagi wisatawan mancanegara

Polisi Persilakan Keluarga Ajukan Permohonan Rehabilitasi Fico Fachriza
Indonesia
Polisi Persilakan Keluarga Ajukan Permohonan Rehabilitasi Fico Fachriza

Pada penggeledahan di rumah Fico, petugas menemukan satu bungkus rokok berisi tembakau sintetis seberat 1,45 gram

Mulai Juni, Pelat Putih Diberikan untuk Kendaraan Baru dan yang Habis Masa Berlaku
Indonesia
Mulai Juni, Pelat Putih Diberikan untuk Kendaraan Baru dan yang Habis Masa Berlaku

Pemilik kendaraan cukup membayar pajak lima tahunan seperti biasa, dan nantinya akan mendapat pelat putih.

Korban Banjir Tagih Anies untuk Menurap Kali Mampang
Indonesia
Korban Banjir Tagih Anies untuk Menurap Kali Mampang

Gubernur Anies Baswedan dinilai belum memasang turap Kali Mampang berdasarkan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

[HOAKS atau FAKTA]: Kemunculan Varian Omicron Sudah Terjadwal
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Kemunculan Varian Omicron Sudah Terjadwal

Beredar sebuah narasi melalui akun Facebook Rosyid Masboy yang menginformasikan jadwal perilisan varian COVID-19.