Emosi Kader Demokrat Dibajak, Andi Arief Sindir Hasto Dendam Tidak Jadi Menteri Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief. Foto: Kricom

MerahPutih.com - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Andi Arief kembali membuat kehebohan di dunia maya. Melalui akun twitter pribadinya Andi Arief meluapkan kekesalannya terhadap Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang dituding membajak kader Demokrat untuk mendukung Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019.

"Saya tidak mengerti kenapa Ibu Megawati merestui Hasto yang rajib (rajin) membajak kader demokrat untuk gabung ke tim Jokowi. Apakah PDIP sudah sangat miskib kader berkualitas?" kata Andi dalam akun twitternya @AndiArief_ Kamis (30/8).

Hasto
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memberikan keterangan pers kepada awak media di Jakarta (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

Pada postingan berikutnya, mantan aktivis PRD itu menuding PDIP sengaja ingin membalas dendam dengan cara membajak kader Demokrat.

"Pada tahun 2009 memang ada beberapa kader PDIP yang ditawarkan jabatan menteri KIB II, Nama Hasto memang tidak ada, apakah karena itu dendam kesumat Hasto terhadap Demokrat gak pernah padam?" unggah Andi Arief.

Bahkan, Andi menyindir lebih baik PDIP berubah menjadi klub sepak bola karena kerap membajak kader partai lain. "Kalau PDIP gandrung bajak mambajak lebih baik partainya berubah jadi club sepakbola saja. Mumpung Prestasi sepakbola lagi kurang bagus," tukasnya.

twitter

"Dulu Hasto sukses menggoda dan hampir mentransf Abraham samad menjadi cawapres jokowi yg dari situ awal pemberantasan korupsi jadi bermasalah. Sekarang cara itu digunakan kepada kader2 demokrat. Anda Tidak hebat, anda perusak," tambahnya.

Terkait hal itu, Andi pun meminta Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk menegur Sekjennya tersebut. "Saya berharap Ibu Megawati bisa menertibkan dari mulai mulut sampai tindak tanduk Hasto yang sudah di luar batas ingin merusak Partai Demokrat, Kami bukan hanya marah tapi sudah taraf eneg," ketus Andi.

Di penghujung cuitan, Andi kembali mengingatkan Demokrat sudah punya pilihan politik sehingga jangan dirayu-rayu lagi. "Partai Demokrat partai besar, kami sudah punya posisi politik dalam Pilpres 2019, tolong Ibu Megawati tertibkan sekjen Hasto agar hubungan Demokrat dan PDI-P tidak makin memanas," tutup bekas kader Partai Rakyat Demokratik (PRD) itu. (Fid)

Kredit : fadhli


Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH