Elektoral Partai Politik Tergantung Peta Koalisi Pilpres PDI Perjuangan. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Elektabilitas dua partai politik utama di kubu Pemerintah yakni PDI Perjuangan dan Partai Gerindra, unggul unggul dalam peta elektabilitas partai politik menuju Pemilu 2024.

Direktur Eksekutif Indometer Leonard SB memaparkan, akhir tahun, elektabilitas PDIP tertinggi sebesar 16,5 persen, disusul Gerindra 13,1 persen diantara partai-partai yang akan berlaga di Pemilu 2024.

Baca Juga:

Survei IndEX: Elektabilitas PDIP Melorot, Persaingan Empat Besar Partai Politik Makin Kompetitif

Pada papan tengah, terdapat Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang semakin memantapkan diri dengan elektabilitas sebesar 5,1 persen. Di mana, Ssecara umum, partai-partai di lingkaran Pemerintah cenderung mendominasi peta elektoral, termasuk PKB dengan elektabilitas 7,8 persen dan Golkar 7,3 persen.

Sedangkan untuk dua partai oposisi saat ini berada di papan tengah, yaitu PKS dengan elektabilitas 6,4 persen, dan Demokrat 4,8 persen. Partai-partai lainnya ialah NasDem 4,0 persen, dan PPP 2,6 persen yang juga berada di kubu Pemerintah.

"Selama era Presiden Jokowi, terjadi pemusatan kekuasaan di tubuh negara secara efektif, diikuti dengan kooptasi hampir semua partai politik di barisan Pemerintah," ujar Leonard.

Menurut dia, berbagai kritik dan protes yang dilancarkan oposisi dengan memanfaatkan sentimen di tengah masyarakat dan demonstrasi, tampaknya tidak berhasil menggoyahkan posisi Pemerintah.

Hal itu terbukti dengan berbagai peraturan perundang-undangan yang dinilai kontroversial malah mudah diloloskan oleh parlemen, misalnya UU Cipta Kerja. Demikian pula dengan revisi UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang selama bertahun-tahun mendapat tantangan luas, namun bisa berjalan dengan mulus.

Sementar partai baru mulai muncul dengan kehadiran Partai Ummat dengan raihan elektabilitas 1,7 persen. Partai tersebut berpotensi mengancam partai yang sama-sama didirikan oleh Amien Rais, yaitu PAN dengan elektabilitas 1,5 persen. Berikutnya, terdapat Gelora 1,0 persen yang didirikan oleh para mantan kader PKS.

Sisanya merupakan partai-partai papan bawah, yaitu Perindo 0,9 persen, Hanura 0,7 persen, PBB 0,5 persen, Berkarya 0,3 persen, PKPI 0,2 persen, dan partai baru Masyumi Reborn 0,1 persen. Kemudian untuk Partai Garuda nihil dukungan, sedangkan partai-partai baru lainnya 0,5 persen. Untuk persentase tidak tahu atau tidak jawab berada pada angka 25,0 persen.

Hasil Survei elektoral partai politik. (Indometer)
Hasil Survei elektoral partai politik. (Foto: Antara/Indometer)

Ia mengatakan, peta elektoral partai politik masih bisa berubah seiring pembentukan koalisi untuk mengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden.

"Setidaknya sudah ada arah kemunculan dua poros di kubu Pemerintah, antara PDIP-Gerindra yang berencana mengusung Prabowo-Puan, dan NasDem yang condong mendukung Anies Baswedan," ujar Leonard.

Sementara itu, lebih dari 80,2 persen masyarakat mengaku puas atas kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bahkan di antaranya 8,8 persen merasa sangat puas.

Sedangkan sebanyak 19,5 masyarakat mengaku tidak puas atas kinerja Presiden Jokowi. Kemudian, 1,4 persen di antaranya menyatakan tidak puas sama sekali. (Pon)

Baca Juga:

PAN Tegaskan Stabilitas Pemerintahan Tak Didasari Jumlah Partai Politik

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
567 Kasus Omicron Terdeteksi Masuk Indonesia Saat Periode Libur Nataru
Indonesia
567 Kasus Omicron Terdeteksi Masuk Indonesia Saat Periode Libur Nataru

Muhadjir juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran kementerian terkait

PDIP Sanksi Teguran Lisan ke Ganjar Pranowo
Indonesia
PDIP Sanksi Teguran Lisan ke Ganjar Pranowo

PDI Perjuangan (PDIP) menjatuhkan sanksi kepada Ganjar Pranowo usai Gubernur Jawa Tengah itu menyatakan diri siap maju sebagai capres di Pilpres 2024 mendatang.

Tok! DPR Sahkan RKUHP Jadi UU
Indonesia
Tok! DPR Sahkan RKUHP Jadi UU

DPR RI resmi mengesahkan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) menjadi Undang-Undang (UU).

Badan Pangan Nasional Jamin Harga Stabil Jelang Lebaran, Sediakan Alternatif Daging Sapi
Indonesia
Badan Pangan Nasional Jamin Harga Stabil Jelang Lebaran, Sediakan Alternatif Daging Sapi

Harga dan stok pangan masih menjadi keluhan masyarakat Indonesia, apalagi sudah mendekati Hari Raya Idul Fitri, dimana kebutuhan bahan pokok meningkat. Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan akan menjaga harga pangan baik di tingkat hulu maupun hilir di Tanah Air.

Pelaku Minta Maaf Setelah Akui Mencuri Cokelat dan Sampo di Alfamart
Indonesia
Pelaku Minta Maaf Setelah Akui Mencuri Cokelat dan Sampo di Alfamart

Kasus pencurian cokelat di minimarker Alfamart menyita perhatian publik.

Anggota DPR Sebut Kampanye di Kampus Uji Intelektualitas untuk Kontestan Pemilu
Indonesia
Anggota DPR Sebut Kampanye di Kampus Uji Intelektualitas untuk Kontestan Pemilu

Langkah Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI yang berencana memperbolehkan kampanye politik di lingkungan kampus dinilai tidak ada yang salah.

Kejagung Cekal Tiga Saksi Terkait Dugaan Korupsi Satelit Kemhan
Indonesia
Kejagung Cekal Tiga Saksi Terkait Dugaan Korupsi Satelit Kemhan

Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan cegah dan tangkal (cekal) tiga orang saksi terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan satelit di Kementerian Pertahanan (Kemhan).

Elite Demokrat Dengar Kabar Ada ‘Genderuwo’ yang Ingin Jegal Anies Jadi Capres
Indonesia
Elite Demokrat Dengar Kabar Ada ‘Genderuwo’ yang Ingin Jegal Anies Jadi Capres

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K Harman mendengar kabar ada ‘Genderuwo’ yang ingin menjegal Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk maju sebagai calon presiden di Pilpres 2024.

Fakta Persidangan Ungkap Wilmar Sudah Penuhi DMO Minyak Goreng
Indonesia
Fakta Persidangan Ungkap Wilmar Sudah Penuhi DMO Minyak Goreng

Sidang lanjutan kasus dugaan suap minyak goreng di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, berlangsung pada Selasa (20/9) beragendakan keterangan saksi.

Menko Airlangga Yakin Zulhas Mampu Angkat Kinerja Kemendag
Indonesia
Menko Airlangga Yakin Zulhas Mampu Angkat Kinerja Kemendag

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menjelaskan, dirinya optimistis bahwa Zulkifli Hasan sebagai menteri perdagangan mampu berkolaborasi dalam kabinet untuk kemajuan Indonesia.