Elektabilitas Prabowo-Sandi Dibawah Jokowi-Ma'ruf, Fadli: Bulan Ini Pasti Terkejar Fadli Zon saat memberikan keterangan kepada awak media di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat (MP/Asropih)

MerahPutih.com - Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon memberikan tanggapan soal elektabiltas Prabowo-Sandi yang masih dibawah Jokowi-Ma'ruf. Ia menegaskan bahwa pihaknya bisa mengejar ketertinggalan tersebut dalam kurun waktu tiga bulan.

"Jangankan tiga bulan, bulan ini juga sudah pasti terkejar," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (9/1).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon. Foto: @fadlizon

Hal itu dikatakannya terkait hasil survei Indikator yang menunjukkan pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, memiliki elektabilitas 54,9 persen.

Angka itu unggul 20,1 persen dibandingkan dengan pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yang memiliki elektabilitas 34,8 persen.

Fadli mengatakan dirinya meyakini bulan Januari elektabilitas Prabowo-Sandi akan "menyalip" elektabilitas Jokowi-Ma'ruf dan di bulan Maret akan semakin solid.

"Saya kira ini akan memperkuat kemenangan Prabowo-Sandi," ujarnya seperti dilansir Antara.

Selain itu dia menilai berdasarkan survei internal Gerindra, jarak elektabilitas Jokowi-Ma'ruf dengan Prabowo-Sandi sudah tipis sehingga diyakini Januari ini sudah terlampaui.

Dia juga mengkritik hasil survei beberapa lembaga yang metodologinya perlu dievaluasi karena beberapa hasil surveinya tidak akurat.

"Misalnya di Pilkada Jawa Barat, pasangan Sudrajat-Syaikhu hasil lembaga survei menunjukkan elektabilitasnya 6-7 persen namun pada kenyataannya mencapai 29 persen. Di Pilkada Jateng juga begitu, Sudirman Said-Ida Fauziyah disurvei 10 persen namun kenyataannya meraih 42 persen," katanya.

Dia juga mencatat adanya persoalan integritas lembaga survei karena mereka selama ini tidak mau jujur siapa yang membiayai survei tersebut sehingga seharusnya deklarasi siapa yang membayar.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin meskipun saat ini memiliki elektabilitas 54,9 persen tapi masih belum aman untuk memenangkan pemilu presiden 2019.

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno

"Masih tingginya 'swing voters yakni pemilih yang masih dapat merubah pilihannya yakni mencapai 25 persen, maka masih ada peluang pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandi untuk memenangkan pemilu 2019," kata Burhanuddin di Jakarta, Selasa (8/1).

Burhan menjelaskan, kalau pemilu presiden diselenggarakan saat ini, maka pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin akan memenangkan pemilu presiden, tapi karena pemilu presiden diselenggarakan pada 17 April 2019 atau sekitar tiga bulan mendatang, maka elektabilitas 54,9 persen masih belum aman. (*)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH