PSI Optimistis Lolos ke Parlemen Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Andy Budiman. Foto: MP/Ponco

MerahPutih.com - Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Andy Budiman mengaku optimistis partai besutan Grace Natalie itu dapat lolos ke parlemen. Hal ini disampaikan Andy menanggapi survei Charta Politika yang menunjukkan elektabilitas PSI di angka 2,2 persen.

Diketahui, partai politik peserta Pemilu 2019 untuk bisa lolos ke parlemen harus memenuhi syarat 4 persen Parlementary Treshold (PT). PSI masih berpeluang lolos ke parlemen lantaran survei Charta Politika memiliki margin of error sekitar 2,19 persen.

Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Andy Budiman

"Pertama, ada preseden pada pemilu 2014 di mana dua partai yang satu bulan sebelum Pileg 2014, dinyatakan oleh lembaga survei angka elektabilitasnya sekitar 3 persen dan pada saat Pileg, perolehan suaranya menjadi 6 persen," kata Andy usai acara rilis hasil survei Charta Politika di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (4/4).

Dua partai yang dimaksud Andy adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan elektabilitas 3,8 persen dan Partai Nasdem 3,3 persen. Ternyata hasil Pileg 2014 PKS mendapatkan suara 6,8 persen dan Nasdem memperoleh suara 6,7 persen.

BACA JUGA

Survei Charta Politika: PSI Berpeluang Lolos ke Parlemen

Demokrat Tak Terima SBY Dituduh Lakukan Propaganda Lawan Umat Islam

BPN Soroti Sistem Teknologi Perhitungan Suara KPU, TKN: Lebay

"Kali ini juga PSI yakin mengalami jalan yang sama dan optimis elektabilitas naik dan melampaui angka PT 4 persen. Ini menebalkan optimisme kami," ujar Andy.

Selain itu, kata Andy, pemilih PSI didominasi kelas menengah ke atas dan kalangan terdidik. Dari hasil survei, mayoritas kelas menengah ke atas dan kalangan terdidik, tidak mau menjawab atau menyatakan pilihannya saat ditanya oleh lembaga survei.

"Nah, pemilih PSI ini cenderung diam ketika ditanya dan pada saat pemilihan, 17 April 2019, mereka akan coblos PSI. Kami yakin mayoritas 11,7 persen undicided voters di survei Charta Politica adalah pemilih PSI," ungkap Andy.

Alasan lainnya, lanjut Andy, pesan politik PSI yang tersampaikan ke publik melalui pidato sang ketua umum Grace Natalie. Menurutnya, dua isu sentral yang diperjuangkan PSI, menolak korupsi dan intoleransi mendapat apresiasi dari masyarakat Indonesia.

"Dari hasil survei juga tergambar bahwa PSI dikenal dan publik memilih PSI karena figur Ketum kami Sis Grace Natalie dan tertarik pada program PSI. Itu artinya komunikasi politik PSI biasanya disampaikan oleh Ketum Grace di acara festival 11 efektif mendorong PSI lolos parlemen," pungkas dia.

Survei terbaru Charta Politika menunjukkan elektabilitas PSI di angka 2,2 persen. PSI mengalami kenaikan elektabilitas yang siginifikan.

Survei Charta Politika 22 Desember 2018 sampai 2 Januari 2019, elektabilitas PSI di angka 1,5 persen. Elektabilitas PSI sempat turun saat survei 1 sampai 9 Maret 2019, di angka 1,1 persen.

Namun, elektabilitas PSI melejit di survei teranyar Charta Politika. Survei periode 19 sampai 25 Maret, elektabilitas PSI naik menjadi 2,2 persen.

Direktur Riset Charta Politika Muslimin menganggap wajar elektabilitas PSI melejit. Sebab, manuver politik PSI terus mendapat perhatian dan apresiasi masyarakat.

Pemaparan hasil survei Charta Politika terhadap parpol di Pemilu 2019
Pemaparan hasil survei Charta Politika Indonesia terhadap partai politik yang bertarung di Pemilu 2019 (Foto: antaranews)

"Tren kenaikan PSI ini memang tidak terlepas dari figur ketum Grace Natalie yang selalu menyampaikan isu-isu yang kontroversial, seperti tolak poligami dan tolak perda syariah. Publik juga tertarik dengan program-program PSI, seperti aplikasi untuk mengawasi anggota DPR," ujar Muslimin.

Survei nasional Charta Politika dilakukan pada 19-25 Maret 2019 dengan melibatkan 2000 responden yang tersebar di 34 Provinsi. Sampel ditarik secara multistage random sampling dengan margin of error 2,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (Pon)

Kredit : ponco

Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH