Elektabilitas Airlangga Hartarto Dinilai Susah Naik Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua dari kanan). (ANTARA/Hanif Nashrullah)

MerahPutih.com - Elektabilitas Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk diusung sebagai calon presiden (capres) pada Pemilu Presiden 2024 masih jauh panggang dari api. Bagaimana tidak, sudah hampir setahun sosialisasi tingkat keterpilihannya masih di bawah 1 persen.

Berdasarkan hasil survei Voxpol Center misalnya, tingkat keterpilihan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian itu cuma 0,8 persen. Nilainya lebih rendah lagi dalam hasil riset Indikator Politik Indonesia, hanya meraup 0,2 persen.

Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti menilai, hal tersebut menunjukkan sulitnya mengerek elektabilitas Airlangga. Padahal, dia memegang beberapa jabatan strategis dan telah memasang baliho di sejumlah daerah.

Baca Juga:

Kritik GMPG soal Buruknya Elektabilitas Airlangga Harus Jadi Autokritik bagi Golkar

"Susah (meningkatkan elektabilitas Airlangga) karena sekarang ini, kan yang paling penting itu bagaimana mengeluarkan prestasi juga. Jadi kalau enggak ada prestasi, enggak ada sesuatu yang bisa dipercakapkan orang, apalagi yang bersangkutan ritmenya itu-itu saja," ucapnya saat dihubungi, Selasa (18/1).

"Jadi, sekalipun membuat baliho, spanduk di mana-mana, nanti mungkin iklan di berbagai media televisi, ya, ada kenaikan, tapi enggak signifikan. Bahkan, boleh jadi enggak sebanding dengan yang dikeluarkan," imbuhnya.

Menurut Ray, Airlangga takkan memiliki prestasi dan menjadi perbincangan publik karena masih menjadi pembantu Presiden Joko Widodo (Jokowi). Keterikatan tersebut tidak membuatnya luwes.

"Dalam kacamata saya, dalam pandangan saya, kalau Pak Airlangga berada dalam posisi bagian dari anggota kabinet itu akan sangat sulit beliau menggeliatkan pandangan-pandangan politiknya. Itu sesuatu yang sangat dibutuhkan pada saat ini," bebernya.

Baca Juga:

Tinjau Operasi Pasar di Surabaya, Menko Airlangga Dicurhati Pedagang

"Tapi, kan, enggak mungkin juga Pak Airlangga keluar dari kabinet. Kita enggak tahu, kan, apakah mau keluar ataukah tidak," sambungnya.

Ray melanjutkan, Airlangga masih memiliki waktu hingga 2023 untuk memoles reputasinya. Namun, jika setahun menjelang pemilihan presiden (pilpres) kenaikan elektabilitasnya tidak signifikan atau di bawah 5 persen, maka bakal berdampak negatif terhadap partai.

"Kalau tetap elektabilitasnya setahun naik 2 persen hingga 3 persen, bagi saya, sudah enggak ada harapan lagi," tegasnya. "Jadi, jangan dipaksakan karena akan berimbas terhadap elektabilitas partai."

Selain itu, ungkapnya, hal tersebut bakal kembali membuat internal Partai Golkar dilanda konflik. Pangkalnya, ademnya internal partai saat ini bukan jaminan Golkar solid.

"(Internal Golkar yang sedang adem) itu tidak dengan sendirinya tidak akan konflik kalau misalnya seperti yang saya bilang tadi, ada orang yang merasa terlalu memaksakan sampai Pak Airlangga didorong terus sebagai calon presiden. Mungkin secara internal akan ada penolakan," tandasnya. (Pon)

Baca Juga:

Airlangga-Khofifah Gelar Pertemuan Tertutup Semalam, Bahas Apa?

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polri Periksa 175 Sampel Urine dan Darah Pasien Kasus Ginjal Akut
Indonesia
Polri Periksa 175 Sampel Urine dan Darah Pasien Kasus Ginjal Akut

Bareskrim Polri belum menetapkan status tersangka dalam dugaan adanya unsur tindak pidana dalam penyelidikan kasus gangguan ginjal akut pada anak.

Pembelian Poduk Halal di Indonesia Bisa Mencapai USD 281,6 Miliar
Indonesia
Pembelian Poduk Halal di Indonesia Bisa Mencapai USD 281,6 Miliar

Besarnya potensi tersebut perlu dilakukan repositioning agar Indonesia tidak hanya menjadi target pasar, namun mampu mendorong peningkatan produksi halal.

Kelangkaan Minyak Goreng Belum Teratasi
Indonesia
Kelangkaan Minyak Goreng Belum Teratasi

Implementasi kebijakan Kemendag sudah berdampak pada ketersediaan dan kestablilan harga minyak goreng di pasaran, meski masih belum sesuai yang diharapkan.

TNI AL Rencanakan Penghapusan KRI Teluk Sampit 515 dari Daftar Alutsista
Indonesia
TNI AL Rencanakan Penghapusan KRI Teluk Sampit 515 dari Daftar Alutsista

TNI Angkatan Laut (AL) berencana untuk mengusulkan penghapusan satu kapal KRI Teluk Sampit 515 dari jajaran alat utama sistem pertahanan (alutsista) TNI AL. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Staf TNI AL (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono. Menurutnya, penghapusan dilakukan karena usia kapal yang sudah tua.

Ridwan Kamil Janji Amankan Airlangga Setelah Resmi Masuk Golkar
Indonesia
Ridwan Kamil Janji Amankan Airlangga Setelah Resmi Masuk Golkar

Pria yang juga biasa disapa Emil ini mengungkapkan, dukungan kepada Airlangga sebagai bentuk ketaatan kepada aturan dan kebijakan partai.

PKS DKI Tegaskan Interpelasi Formula E Cuma Buang-Buang Waktu
Indonesia
PKS DKI Tegaskan Interpelasi Formula E Cuma Buang-Buang Waktu

Yani menilai, hanya buang-buang waktu bila agenda interpelasi Formula E digulirkan lagi. Sebabnya, semua penjelasan soal ajang balap mobil listrik itu sudah disampaikan seluruhnya.

Kaesang Jengkel Penerbangannya ke Solo Dialihkan, Lion Air Minta Maaf
Indonesia
Kaesang Jengkel Penerbangannya ke Solo Dialihkan, Lion Air Minta Maaf

Menanggapi hal tersebut, Lion Air menyampaikan permohonan maaf

Pencarian Putra Ridwan Kamil Masih Dilakukan
Indonesia
Pencarian Putra Ridwan Kamil Masih Dilakukan

Eril, sapaan Emmeril Khan Mumtadz hanyut terbawa arus sungai di Swiss, Rabu (26/5) waktu Swiss.

Polda Bali Awasi Pembatasan Aktivitas Warga saat KTT G20 Berlangsung
Indonesia
Polda Bali Awasi Pembatasan Aktivitas Warga saat KTT G20 Berlangsung

Polda Bali pun melakukan sosialisasi perihal imbauan masyarakat untuk bekerja dan belajar dari rumah.

Merek Fesyen Lokal Indonesia Melantai di London Fashion Week 2022
Indonesia
Merek Fesyen Lokal Indonesia Melantai di London Fashion Week 2022

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengungkapkan rasa bangga karena produk fesyen merek lokal Indonesia, Klamby, berhasil menjadi yang pertama melantai di London Fashion Week 2022.