Ekspresi Misterius Mona Lisa Terkuak Mona Lisa karya Da Vinci. (foto: Dailymail)

LUKISAN Monalisa karya Leonardo Da Vinci merupakan salah satu karya seni paling fenomenal sepanjang sejarah. Lukisan tersebut menyimpan sejuta misteri. Mulai dari sosok perempuan yang menjadi objek lukisan, sejarah pembuatan, hingga proporsi lukisan tersebut.

Selama berabad-abad, pencinta seni dan kritikus seni dibuat bingung oleh tatapan Mona Lisa. Mereka bahkan memperdebatkan, apakah Mona Lisa terlihat tersenyum atau meringis. Orang-orang dari berbagai belahan dunia pun berbondong-bondong mengunjungi Louvre, khususnya untuk memandang lukisan Da Vinci tersebut.

Para ilmuwan menemukan fakta bahwa ekspresi Mona Lisa terlihat sangat berbeda untuk orang yang berbeda dan di waktu yang berbeda. Pada 2005, ilmuwan di Amsterdam menggunakan perangkat lunak untuk mendeteksi ekspresi wajah Mona Lisa. Dari pemindaian tersebut ditemukan fakta bahwa 85% ekspresi Mona Lisa memperlihatkan raut bahagia, 9% ekspresi jijik, 6% takut, dan 2% marah.

Bermacam ekspresi dari wajah Mona Lisa. (foto: Dailymail)

Seiring waktu, persepsi ekspresi tersebut lebih kompleks dan terus berubah dalam pikiran manusia. Penelitian terhadap lukisan Mona Lisa pun kembali dilakukan sejumlah ilmuwan dari University of California. Para peneliti memberi cahaya pada wajah Mona Lisa. Ketika wajah Mona Lisa bercahaya, rautnya tampak berubah. Melalui eksperimen pada persepsi visual dan neurologi, mereka menemukan fakta bahwa emosi dapat mengubah cara pandang pada ekspresi yang netral.

Para peneliti pun meneliti tentang bagaimana persepsi orang terhadap eksperi wajah yang netral. Hasilnya, emosi mengubah persepsi tentang dunia di sekitar. Uniknya, dunia sekitar akan mengikuti apa yang diyakini dan dirasakan.

Penerangan mengubah persepsi terhadap Mona Lisa. (foto: Dailymail)

“Otak merupakan organ prediktif, bukan reaktif,” ucap ketua peneliti dari University of California. Artinya, manusia menggunakan otak untuk memprediksi apa yang akan dialami berikutnya. Informasi yang masuk hanya digunakan untuk mengoreksi apakah prediksi itu salah atau benar.

Sains telah mengonfirmasi pendapat jurnalis dan penulis biografi, Walter Isaacson, tentang lukisan Mona Lisa. Menurutnya, Mona Lisa bukan hanya masterpiece untuk karya seni, melainkan juga karya untuk ilmu pengetahuan.

“Bagi saya, Mona Lisa merupakan lukisan emosional yang pernah dibuat. Cara senyumannya membuatnya menjadi karya seni dan sains,” tuturnya.(Avi)

Kredit : iftinavia


Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH