Pemulihan Ekonomi
Ekspansi Sektor Perumahan Dorong Aktivitas Ekonomi Baru Pembangunan Rumah. (Foto: Kementerian PUPR)

MerahPutih.com - Ekspansi di sektor perumahan diyakini dapat mendorong pertumbuhan sektor lainnya sehingga membantu mempercepat upaya pemulihan ekonomi domestik.

Plt Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Nixon LP Napitupulu menyebutkan, perumahan merupakan sektor yang dapat meningkatkan lapangan kerja karena untuk setiap rumah yang dibangun setidaknya membutuhkan sekitar lima pekerja.

Baca Juga:

Pembebasan PPN Bakal Bikin KPR Non Subsidi Meningkat

Selain itu, produksi dan perdagangan nasional pun dapat terdongkrak karena 90 persen bahan bangunan untuk mendirikan rumah merupakan produk lokal.

Belum lagi dari, kata ia setiap unit rumah yang terjual, pemerintah mendapatkan penerimaan negara dalam bentuk Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Bea Balik Nama (BBN), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

"Contoh nyata saja, setiap ada perumahan baru, pasti ada aktivitas ekonomi baru seperti warung, ojek, atau rumah makan. Dari kajian internal kami, sektor perumahan ini bisa berdampak pada 174 sektor lainnya yang bernilai hingga Rp48,8 triliun," ujar Nixon.

Nixon menuturkan, ada lima sektor yang merasakan dampak dari ekspansi sektor perumahan, di antaranya sektor perdagangan, jasa real estat, perdagangan mobil dan motor, jasa pendidikan pemerintah, dan jasa keuangan perbankan.

Pembangunan Rumah. (Foto: Antara)
Pembangunan Rumah. (Foto: Antara)

"Dengan dampak berlipat ganda tersebut, peningkatan pada sektor lain juga dapat membantu mendongkrak PDB nasional," katanya.

Hingga 31 Desember 2020 Bank BTN tercatat menyalurkan 90,26 persen kreditnya ke sektor perumahan atau setara Rp234,78 triliun. Posisi tersebut naik dari porsi penyaluran kredit ke sektor perumahan per 31 Desember 2019 sebesar 89,72 persen atau senilai Rp229,52 triliun. (Asp)

Baca Juga:

BI Longarkan Uang Muka KPR, Bank Diminta Ikutin Aturan BI

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Suka Dekor Rumah? Yuk Intip 5 Akun Instagram Ini Untuk Menambah Inspirasimu
Home Lifestyle
Hunian Makin Estetik dengan Lantai Vinyl
Home Lifestyle
Hunian Makin Estetik dengan Lantai Vinyl

Vinyl memiliki harga kompetitif dan mudah dipasang.

Minat Beli Properti untuk Investasi Meningkat
Home Lifestyle
Minat Beli Properti untuk Investasi Meningkat

Pandemi tidak mengendurkan investasi properti.

Tiga Hal Penting Diketahui Sebelum Membeli Tanah dan Membangun Rumah
Hiburan & Gaya Hidup
Tiga Hal Penting Diketahui Sebelum Membeli Tanah dan Membangun Rumah

Pastikan tanah yang dibeli berada di zona hijau.

Suku Bunga BI Rendah, Sektor Properti Bangkit
City Property
Suku Bunga BI Rendah, Sektor Properti Bangkit

Kenaikan permintaan rumah tapak ke depannya akan meningkat seiring dengan membaiknya daya beli masyarakat.

Tak Perlu Dehumidifier untuk Mengurangi Kelembapan dalam Rumah
Home Lifestyle
Tak Perlu Dehumidifier untuk Mengurangi Kelembapan dalam Rumah

Beberapa cara ini dapat mengurangi kelembapan dalam rumah.

Begini Capaian Program Sejuta Rumah Jokowi Jelang Tutup Tahun 2020
KPR
Begini Capaian Program Sejuta Rumah Jokowi Jelang Tutup Tahun 2020

"Program Sejuta Rumah akan tetap dilanjutkan karena rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat yang harus dipenuhi," ujar Menteri Basuki.

Bank Penyalur Harus Pastikan Rumah Subsidi Berkualitas
KPR
Bank Penyalur Harus Pastikan Rumah Subsidi Berkualitas

PPDPP sebagai lembaga yang mengelola dan menyalurkan dana FLPP terus menggenjot bank pelaksana untuk mulai menyalurkan dana tersebut di tahun 2021.

Perumnas Dapat Rp650 Miliar Kejar 1 Juta Rumah MBR
KPR
Perumnas Dapat Rp650 Miliar Kejar 1 Juta Rumah MBR

Investasi pemerintah untuk PEN ini berbentuk surat utang jangka panjang yang diterbitkan melalui penawaran terbatas Perum Perumnas.

KPR Subsidi Jadi Motor Penggerak Kredit BTN Saat Pandemi
KPR
KPR Subsidi Jadi Motor Penggerak Kredit BTN Saat Pandemi

KPR subsidi menjadi motor utama penggerak penyaluran dengan tumbuh 11,17 persen, dari Rp 113,6 triliun pada triwulan II-2020 menjadi Rp 126,2 triliun di triwulan II-2021.