Eksis di Medsos Gegara Tawuran Manggarai, Bos Gengster Zwembath Diciduk Polisi ilustrasi tawuran warga (AntaraNews/Diasty Surjanto)

Merahputih.com - Polisi menangkap Luthfi alias Upy, otak tawuran di kawasan Manggarai. Luthfi merupakan Ketua geng Zwembath yang selama ini kerap melakukan tawuran melalui ajakan di media sosial dan memanfaatkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Kapolsek Metro Menteng AKBP Guntur Muhammad Thariq mengatakan Lutfhi diciduk, Selasa (5/6) sore. Luthfi merupakan pembacokan warga Menteng saat tawuran yang terjadi di Manggarai. Aksinya direkam di akun media sosial.

"Iya betul. Kami tangkap satu orang" kata Guntur kepada Merahputih.com, Rabu (6/5).

Baca Juga:

DPRD Minta Polisi dan Pemprov DKI Selidiki Dalang Tawuran di Pasar Rumput

Geng Zwembath kerap memposting aksi tawuran dan teror di jalan raya dengan menggunakan senjata tajam. Mereka bahkan kerap merusak fasilitas publik.

Setelah itu, aksi tawuran kemudian diposting di akun Instagram Zwembath oficial. "Salah satu pelaku ini kami kenakan pidana pengerusakan Puskesmas di kawasan Tambak," terang Guntur.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Metro Menteng Kompol Gozali Luhulima menyebut, Luthfi juga menjadi pelaku penyerangan di puskesmas kecamatan Menteng.

"Dia melakukan aksinya sudah lama. Namun dia sering melakukan tawuran disertai kekerasan secara berulang," terang Gozali.

Luthfi merupakan Ketua geng Zwembath yang selama ini kerap melakukan tawuran melalui ajakan di media sosial dan memanfaatkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) (Ist)

Dia akhirnya diciduk karena 'eksis' akun tersebut dengan cara melakukan aksi kekerasan. Sehingga data dirinya mudah dilacak polisi. "Kami tangkap berdasarkan penelusuran di media sosial," jelas Gozali.

Akibat perbuatannya, Lutfhi dijerat pasal 335 Ayat 1 tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun. "Kami masih memburu pelaku lainnya yang buron;" jelas Gozali.

Luthfi sendiri meminta temannya yang masih buron untuk berhenti tawuran. Seperti Fitra, Agung, Febi, Rian, Damar, RioAdi, Hendrawan, Rizky dan Wisnu. "Tolong hentikan aksi tawuran. Jangan lagi kalian menyebar videonya," jelas Luthfi yang mengenakan baju tahanan berwarna merah ini.

Ia sendiri merasa menyesal telah melakukan tawuran. "Kalau kalian melakukan aksi tawuran kalian akan menyesal. Identitas kalian sudah diketahui dan bakal dijemput polisi," kata Luthfi.

Baca Juga:

Halte TransJakarta Rusak Akibat Tawuran Warga

Penangkapan pelaku ini merupakan rentetan aksi tawuran pada 21 April lalu di perlintasan kereta stasiun Manggarai. Polisi sudah menangkap lima orang pelaku yang merupakan warga Manggarai dan Menteng. Pelaku juga anggota geng Zwembath.

Mereka dikenakan pasal 503 KUHP tentang berbuat keonaran pada malam hari. Namun, mereka sudah dilepas karena ancamannya pidananya hanya tiga hari. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tempo.co dan Tirto.id Laporkan Peretasan Situs Web ke Polda Metro Jaya
Indonesia
Tempo.co dan Tirto.id Laporkan Peretasan Situs Web ke Polda Metro Jaya

Pada saat melaporkan, kedua media ini didampingi oleh LBH Pers, YLBHI, dan SAFEnet.

Polda Metro Terbitkan DPO Buron Kasus Dugaan Penipuan Belasan Miliar
Indonesia
Polda Metro Terbitkan DPO Buron Kasus Dugaan Penipuan Belasan Miliar

Polisi menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) terhadap AW atas dugaan terlibat kasus penipuan belasan miliar.

[HOAKS atau FAKTA]: Kaesang Sebut Jokowi Tukang Tipu
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Kaesang Sebut Jokowi Tukang Tipu

Unggahan akun Instagram Kaesang ini pun turut diberitakan oleh beberapa media daring.

Virus Corona Sudah Masuk Indonesia, Jokowi: 2 Orang Positif
Indonesia
Dinkes DKI Rekrut 1.174 Tenaga Medis, Segini Besaran Insentifnya
Indonesia
Dinkes DKI Rekrut 1.174 Tenaga Medis, Segini Besaran Insentifnya

"Hadir ditengah-tengah kita ada 655 orang," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Widyastuti

 Banjir Dua Meter Masih Genangi IKPN Bintaro, Banyak Warga Enggan Mengungsi
Indonesia
Banjir Dua Meter Masih Genangi IKPN Bintaro, Banyak Warga Enggan Mengungsi

"Warga sebagian masih ada di atas di lantai 2 kita ingin memastikan apakah warga itu aman dan kita tanyakan aman dan sementara belum ada yang sakit," ucapnya.

Mentan Ingin Jadikan Malang Sentra Bibit Unggul Alpukat
Indonesia
Mentan Ingin Jadikan Malang Sentra Bibit Unggul Alpukat

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo berkeinginan menjadikan Kabupaten Malang menjadi sentra pengembangan bibit unggul buah alpukat.

Jokowi: Kita Beruntung Memilih PSBB Bukan 'Lockdown'
Indonesia
Jokowi: Kita Beruntung Memilih PSBB Bukan 'Lockdown'

Sudah ada 4 provinsi dan 22 kabupaten/kota yang telah menerapkan PSBB

Masyarakat Diminta Jangan Terkecoh Berita Simpang Siur Terkait COVID-19 Maupun Vaksin
Indonesia
Masyarakat Diminta Jangan Terkecoh Berita Simpang Siur Terkait COVID-19 Maupun Vaksin

Hasbullah sangat mendorong bahwa pencegahan jauh lebih baik dan lebih murah daripada mengobati