Eks Sespri Sebut Irjen Napoleon Dua Kali Didatangi Brigjen Prasetijo dan Dibawakan 'Paper Bag' Irjen Napoleon Bonaparte menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (2/11/2020). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj.

Merahputih.com - Mantan Sekretaris Pribadi Irjen Napoleon Bonaparte, Fransiscus Ario Dumais dihadirkan sebagai saksi dalam kasus dugaan suap penghapusan rednotice Djoko Soegiarto Tjandra di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, Kamis (19/11).

Dalam kesaksiannya, Fransiscus menyebut jika Irjen Napoleon sempat bertemu dengan Tommy Sumardi. Tommy merupakan terdakwa dalam perkara ini. Tommy didakwa sebagai perantara suap ke Irjen Napoleon dan Brigjen Prasetijo.

Baca Juga:

Irjen Napoleon Klaim Perkara Suap Red Notice Djoko Tjandra Rekayasa

Tommy Sumardi sempat ikut saat Brigjen Prasetijo 'menghadap' Irjen Napoleon sebanyak dua kali. Pertemuan ketiganya terjadi pada awal April 2020 dan Mei 2020.

"Ada seingat saya dua kali (Prasetijo menghadap Napoleon) bersama pak Tommy (Tommy Sumardi)," ujar Fransiscus, Kamis (19/11).

Tommy juga sempat menemui Irjen Napoleon beberapa kali tanpa dihadiri Brigjen Prasetijo. Tommy mendatangi Napoleon pada 16 April 2020, kemudian 28 April 2020.

"Pak Tommy datang sendiri tapi tidak sempat ketemu karena Pak Napoleon rapat di ruang kerja tapi sempat menunggu di ruang sespri. Tanggal 29 April, Pak Tommy datang sendiri pada saat itu tidak sempat bertemu juga beliau datang ingin bertemu," jelas Fransiscus.

Dalam pertemuan di tanggal 16 April dengan Napoleon, Tommy disebut membawa sebuah kantong kertas (paper bag). Kantong kertas tersebut tidak dibawa lagi oleh Tommy usai pertemuan.

"Paper bag, dibawa Pak Tommy, dibawa ke Kadiv (Irjen Napoleon). (Setelah keluar) paper bag tidak bawa lagi," kata dia.

Mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte. (Foto: MP/Kanugraha)
Mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte. (Foto: MP/Kanugraha)

Pengusaha Tommy Sumardi didakwa menjadi perantara suap terhadap Irjen Napoleon Bonaparte sebesar SGD200 ribu dan USD270 ribu, serta kepada Brigjen Prasetijo Utomo senilai USD150 ribu.

Uang tersebut dari terpidana kasus hak tagih Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra. Suap itu ditujukan agar nama Djoko Tjandra dihapus dalam red notice atau Daftar Pencarian Orang Interpol Polri.

Jaksa juga mendakwa Djoko Tjandra memberikan suap kepada Irjen Napoleon sebanyak SGD200 ribu dan USD270 ribu. Djoko Tjandra juga didakwa memberikan suap kepada Brigjen Prasetijo sebesar USD150 ribu.

Sekadar informasi, Djoko Tjandra didakwa menyuap Irjen Napoleon sebesar 200 ribu dolar Singapura dan 270 ribu dolar AS.

Baca Juga:

Sidang Eksepsi, Irjen Napoleon: Saya Merasa Didzolimi Pejabat Negara

Djoko Tjandra juga didakwa memberikan suap kepada Brigjen Prasetijo sebesar 150 ribu dolar AS. Suap itu diberikan Djoko Tjandra melalui perantara seorang pengusaha, Tommy Sumardi.

Djoko Tjandra diduga menyuap dua jenderal polisi tersebut untuk mengupayakan namanya dihapus dari Daftar Pencarian Orang (DPO) yang dicatatkan di Ditjen Imigrasi, dengan menerbitkan surat yang ditujukan kepada Dirjen Imigrasi Kemenkumham RI. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Istana Bantah Ada Paket Gatot Eddy-Listyo Sigit
Indonesia
Istana Bantah Ada Paket Gatot Eddy-Listyo Sigit

Hingga kini belum ada pembicaraan di lingkungan Istana untuk mengusung Komjen Gatot sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Idham Azis.

Bansos COVID-19 PPKM Darurat Segera Dicairkan Pekan Kedua Juli
Indonesia
Bansos COVID-19 PPKM Darurat Segera Dicairkan Pekan Kedua Juli

Pemerintah mulai menerapkan PPKM Darurat di Jawa-Bali, mulai 3 hingga 20 Juli 2021.

Pemprov DKI Bakal Punya Gedung Khusus Isolasi Mandiri Bagi Wanita Hamil?
Indonesia
Pemprov DKI Bakal Punya Gedung Khusus Isolasi Mandiri Bagi Wanita Hamil?

Gedung itu dipilih berdasarkan usulan Dinas Kesehatan

Kasus COVID-19 Jabar Melonjak, Layanan Ambulans Kewalahan
Indonesia
Kasus COVID-19 Jabar Melonjak, Layanan Ambulans Kewalahan

Melonjaknya kasus diduga karena mulai meningkatnya paparan kasus COVID-19 oleh varian Delta, yaitu virus mutan yang pertama kali diidentifikasi di India.

Rumah Sakit Terancam Penuh akibat Peningkatan Tajam Pasien Corona
Indonesia
Rumah Sakit Terancam Penuh akibat Peningkatan Tajam Pasien Corona

Pascalibur panjang Natal dan Tahun Baru 2021, jumlah pasien COVID-19 terlihat mengalami peningkatan.

Larangan Mudik, PT KAI Hanya Operasikan KA Prioritas
Indonesia
Larangan Mudik, PT KAI Hanya Operasikan KA Prioritas

Pengamanan stasiun selama Lebaran dilakukan dengan sangat ketat

Patuhi SE Menaker, Pemprov DKI Pastikan UMP 2021 tidak Naik
Indonesia
Patuhi SE Menaker, Pemprov DKI Pastikan UMP 2021 tidak Naik

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengikuti kebijakan pemerintah pusat yang menetapkan untuk tidak menaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) pada tahun 2021.

Sambangi Balai Kota DKI, Sandiaga Sebut Pariwisata Jakarta Bisa Tumbuh 20 Persen
Indonesia
Sambangi Balai Kota DKI, Sandiaga Sebut Pariwisata Jakarta Bisa Tumbuh 20 Persen

"Jika kita terus tekan angka penularan Covid-19 mungkin kita kenaikan 15 sampai 20 persen," tuturnya.

Densus 88 Usut Penggunaan Kotak Amal Minimarket untuk Aktivitas Terorisme
Indonesia
Densus 88 Usut Penggunaan Kotak Amal Minimarket untuk Aktivitas Terorisme

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri tengah mempelajari modus pendanaan untuk kelompok teroris Jemaah Islamiyah (JI).

Alasan Pemerintah Perpanjang Pengetatan Masa Larangan Mudik
Indonesia
Alasan Pemerintah Perpanjang Pengetatan Masa Larangan Mudik

Latar belakang dari perpanjangan masa pengetatan, yaitu karena adanya peningkatan kasus positif COVID-19 di hampir semua provinsi di Sumatera.