Eks Sekretaris MA Nurhadi Jalani Sidang Dakwaan Suap dan Gratifikasi Bekas Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi (rompi jingga). (KPK)

MerahPutih.com - Mantan Sekertaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi beserta menantunya Rezky Herbiyono bakal menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Agenda sidang perdana Nurhadi dan Rezky yakni pembacaan surat dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemnerantasan Korupsi (KPK).

"Sesuai penetapan majelis hakim PN Tipikor Jakarta Pusat, persidangan perdana atas nama terdakwa Nurhadi dan kawan-kawan dengan agenda pembacaan surat dakwaan akan dilaksanakan Kamis, 22 Oktober 2020 jam 10.00 WIB," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Kamis (22/10).

Baca Juga:

Eks Sekretaris MA Nurhadi Segera Duduk di Kursi Pesakitan

Nurhadi bakal didakwa dengan dakwaan suap dan gratifikasi dengan jeratan pasal 12 huruf a atau kedua pasal 11 UU Tipikor jo pasal 55 ayat (1) ke-1KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP dan pasal 12 B UU Tipikor jo pasal 65 ayat (1) KUHP.

Sementara untuk sangkaan tindak pidana pencucian uang (TPPU), hingga kini masih dalam pendalaman. Lembaga antirasuah masih mengumpulkan alat bukti untuk menjerat Nurhadi dengan dugaan pencucian uang.

"Terkait penerapan pasal TPPU, beberapa bukti petunjuk sudah kami kumpulkan, namun lebih dahulu akan ditelaah lebih lanjut. Terutama terkait dengan unsur tindak pidana asal atau predicate crime dalam kasus tersebut," tegas Ali.

Mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. (KPK)
Mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. (KPK)

Persidangan dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat Nurhadi dan Rezky Herbiyono bakal diadili oleh ketua majelis hakim Saefudin Zuhri dengan hakim anggota Duta Baskara dan Sukartono.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan tiga orang tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA. Ketiga tersangka itu yakni, mantan Sekretaris MA, Nurhadi serta menantunya Rezky Herbiono dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT), Hiendra Soenjoto.

Baca Juga:

KPK Limpahkan Berkas Perkara Nurhadi dan Menantunya ke Pengadilan Tipikor

Sedikitya, ada tiga perkara yang bersumber dari kasus mantan Sekretaris MA. Pertama perkara perdata PT MIT vs PT Kawasan Berikat Nusantara, kedua sengketa saham di PT MIT, dan ketiga gratifikasi terkait dengan sejumlah perkara di pengadilan.

Melalui menantunya, Rezky Herbiono dan Nurhadi menerima uang dengan total Rp46 miliar dari Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) Hiendra Soenjoto yang juga berstatus tersangka dan masih buron sejak Februari 2020. Namun hingga kini, Hiendra belum juga ditangkap KPK. (Pon)

Baca Juga:

Eks Sekretaris MA Nurhadi Diadili Pekan Depan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Cecar Adik Legislator PDIP Ihsan Yunus soal Pembagian Kuota Paket Bansos
Indonesia
KPK Cecar Adik Legislator PDIP Ihsan Yunus soal Pembagian Kuota Paket Bansos

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, dalam pemeriksaan itu, tim penyidik mencecar Rakyan mengenai pembagian jatah dan kuota untuk para vendor yang mendistribusikan bansos COVID-19.

Kunjungi Sumsel, Jokowi Resmikan Jalan Tol Kayu Agung-Palembang
Indonesia
Kunjungi Sumsel, Jokowi Resmikan Jalan Tol Kayu Agung-Palembang

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Sumatera Selatan, Selasa (26/1). Kepala Negara berangkat menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1.

MUI Tegaskan Pilkada Saat Pandemi Jadi Bencana Bagi Negeri
Indonesia
MUI Tegaskan Pilkada Saat Pandemi Jadi Bencana Bagi Negeri

Jika semakin banyak yang tertular COVID-19 akibat Pilkada, bukan hanya kesehatan yang terganggu. Namun juga kehidupan sosial dan sektor ekonomi masyarakat luas.

Usai Pandemi, 10 Pekerjaan Ini Paling Dibutuhkan Perusahaan
Indonesia
Usai Pandemi, 10 Pekerjaan Ini Paling Dibutuhkan Perusahaan

Survei Kementerian Ketenagakerjaan ini, dilakukan di 17 sektor usaha, 72 persennya di Pulau Jawa.

Pimpinan MPR Berharap Pemerintah Perluas Cakupan beasiswa
Indonesia
Pimpinan MPR Berharap Pemerintah Perluas Cakupan beasiswa

MPR berharap pemerintah memperluas cakupan program beasiswa untuk tingkat pendidikan dasar, menengah, dan tinggi.

Pencarian Pesawat Sriwijaya Air Diperluas, Tim SAR Fokus di Bawah Permukaan Laut
Indonesia
Pencarian Pesawat Sriwijaya Air Diperluas, Tim SAR Fokus di Bawah Permukaan Laut

Tim SAR terus melakukan pencarian korban dan bangkai pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di perairan utara Jakarta.

Polisi Bakal Lakukan Ini Jika Menemukan Pengendara yang Nekat Mudik
Indonesia
Polisi Bakal Lakukan Ini Jika Menemukan Pengendara yang Nekat Mudik

Jadi dari Sumatera mau ke Jawa enggak bisa, Jawa Sumatera enggak bisa

PPP dan PKB Juga Berlabuh ke Gibran
Indonesia
PPP dan PKB Juga Berlabuh ke Gibran

Dengan tambahan dukungan dua partai ini, total Gibran telah mengantongi rekomendasi tujuh parpol. Ketuju parpol tersebut, yakni PDIP, Gerindra, PSI, Golkar, PAN, PPP, dan PKB.

Biaya Dikeluhkan, Pemerintah DKI Minta Pengelola Kremasi Umumkan Tarif Layanan
Indonesia
Biaya Dikeluhkan, Pemerintah DKI Minta Pengelola Kremasi Umumkan Tarif Layanan

Yayasan Kremasi agar bersurat ke RS terkait penjadwalan kremasi beserta tarifnya. Sehingga, tidak terjadi tawar-menawar di lapangan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab/oknum yang merugikan masyarakat.

Kapolda Metro Akui Corona 'Musuh' yang Tak Mudah Dikalahkan
Indonesia
Kapolda Metro Akui Corona 'Musuh' yang Tak Mudah Dikalahkan

Nana menyebutkan dalam menghadapi wabah tersebut tidaklah mudah karena corona yang telah menjadi wabah dunia merupakan virus yang tidak terlihat. Beda halnya dengan berbagai kasus kejahatan yang kerap ditangani polisi.