Eks Sekretaris MA Nurhadi Didakwa Terima Suap Rp45,7 Miliar Mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. (KPK)

MerahPutih.com - Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima suap sebesar Rp45.726.955.000.

Uang suap puluhan miliar itu diduga berasal dari Direktur Utama (Dirut) PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT), Hiendra Soenjoto.

"Terdakwa telah melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai satu perbuatan berlanjut, menerima hadiah atau janji," kata JPU KPK Wawan Yunarwanto saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (22/10).

Baca Juga

KPK Garap Eks Pejabat Pemprov DKI Terkait Kasus Korupsi Fiktif Waskita Karya

Uang yang diberikan Hiendra tersebut diduga untuk mengupayakan Nurhadi dan Rezky Herbiyono dalam memuluskan pengurusan perkara antara PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (PT KBN) terkait gugatan perjanjian sewa menyewa depo kontainer di Cilincing, Jakarta Utara.

Kasus ini bermula ketika Hiendra mewakili PT MIT memiliki permasalahan hukum dengan PT KBN terkait gugatan perjanjian sewa menyewa depo kontainer. Permasalahan hukum itu sudah sampai ke tingkat kasasi di Mahkamah Agung.

Bekas Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi (rompi jingga). (KPK)
Bekas Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi (rompi jingga). (KPK)

Kemudian, Hiendra meminta bantuan Nurhadi dan Rezky Herbiyono untuk mengurusi permasalahan hukum tersebut. Nurhadi dan Rezky pun menyanggupi permintaan Hiendra. Di mana, saat itu Nurhadi sedang menjabat sebagai Sekretaris MA.

Baca Juga

Eks Sekretaris MA Nurhadi Jalani Sidang Dakwaan Suap dan Gratifikasi

Atas perbuatannya, Nurhadi dan Rezky didakwa melanggar Pasal 12 huruf a dan Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jadi Korban Framing Media, PDIP Kirim Utusan ke Dewan Pers
Indonesia
Jadi Korban Framing Media, PDIP Kirim Utusan ke Dewan Pers

PDIP merasa prihatin dengan sejumlah tone pemberitaan terkait kasus dugaan suap kepada komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Rizieq Besok ke Puncak, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Indonesia
Rizieq Besok ke Puncak, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Jika kepadatan masih terus berlangsung lama atau semakin parah, kendaraan dari arah Jakarta yang menuju Exit Tol Ciawi akan dialihkan keluar Exit Tol Bogor

Calon Pengganti Idham Azis Enggak Punya 6 Kriteria Ini? Jangan Harap Jadi Kapolri
Indonesia
Calon Pengganti Idham Azis Enggak Punya 6 Kriteria Ini? Jangan Harap Jadi Kapolri

Polri harus terus melakukan pengawasan ke dalam yang cukup intens

KPK Tegaskan Tidak Dilibatkan di Desain Awal Program Kartu Prakerja
Indonesia
KPK Tegaskan Tidak Dilibatkan di Desain Awal Program Kartu Prakerja

Menko Perekonomian sedang melakukan perbaikan sesuai rekomendasi KPK yang meliputi regulasi maupun tata laksana program Kartu Prakerja.

Hilal Tampak 23 Mei, LAPAN: Idul Fitri 24 Mei
Indonesia
Hilal Tampak 23 Mei, LAPAN: Idul Fitri 24 Mei

Namun, pada 23 Mei 2020 hilal sudah cukup tinggi dan cukup umur sehingga mudah untuk diamati.

DPR Desak Pemerintah Kaji Ulang Hubungan Bilateral dengan Tiongkok
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Kaji Ulang Hubungan Bilateral dengan Tiongkok

"Pemerintah harus mengkaji kembali hubungan bilateral RI dengan China. Berbagai kerja sama bilateral yang sedang dibahas bisa saja kita tunda atau batalkan," ujarnya

Penangkapan John Kei Bukti Negara Tak Boleh Kalah sama Preman
Indonesia
Penangkapan John Kei Bukti Negara Tak Boleh Kalah sama Preman

Polri tidak akan memberikan ruang kepada kelompok preman yang membuat resah dan takut masyarakat.

Aksi Demo di Patung Kuda Ricuh, Massa Serukan Revolusi
Indonesia
Aksi Demo di Patung Kuda Ricuh, Massa Serukan Revolusi

"Revolusi, revolusi, revolusi," terus menggema di langit-langit Medan Merdeka.

 Mundurnya Bamsoet Dari Perebutan Ketum Golkar Rusak Proses Demokrasi
Indonesia
Mundurnya Bamsoet Dari Perebutan Ketum Golkar Rusak Proses Demokrasi

Saya ngak tahu ilmu dan pengaruh apa yang pada akhirnya Bamsoet menyerah tanpa syarat dan seperti terkesan bertekut lutut berhadapan dengan Luhut, " papar Pangi

Mensos Minta Masyarakat tak Khawatir soal Pemulangan WNI dari Natuna
Indonesia
Mensos Minta Masyarakat tak Khawatir soal Pemulangan WNI dari Natuna

"Jadi tidak perlu ragu, tidak perlu khawatir apabila (mereka) telah melalui proses observasi di Pulau Natuna. Tidak perlu ragu, tidak perlu khawatir," kata Juliari.