Eks Pramugari Garuda Siwi Widi Kembalikan Uang Rp 647 Juta ke KPK Pramugari Garuda Siwi Widi (tengah) usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya (MP/Kanu)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menerima pengembalian uang sebesar Rp 647 juta dari mantan Pramugari PT Garuda Indonesia, Siwi Widi Putranti.

Uang itu diduga berkaitan dengan kasus dugaan suap pemeriksaan perpajakan yang menjerat mantan Pejabat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Wawan Ridwan.

"Dari informasi yang kami terima, saksi Siwi Widi, saat ini telah mengembalikan seluruh uang yang diduga dinikmatinya sebagaimana uraian surat dakwaan JPU terkait dengan perkara yang sedang tahap pemeriksaan di persidangan ini," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Rabu (2/2).

Baca Juga:

Pramugari Garuda Siwi Sidi Mangkir dari Panggilan Polda Metro Jaya

Ali mengapresiasi sikap kooperatif Siwi yang telah mengembalikan uang tersebut ke KPK. Meski demikian, KPK berharap Siwi kembali kooperatif memenuhi panggilan apabila keterangannya dibutuhkan di persidangan.

"Namun demikian untuk menjadi lebih jelas dan terangnya perbuatan Terdakwa, tentu kami berharap saksi juga akan kooperatif hadir ketika keterangannya dibutuhkan di hadapan Majelis Hakim," ujar Ali.

Baca Juga:

Polda Metro Periksa Pramugari Garuda Siwi Sidi

Sebelumnya, jaksa mengungkap aliran dana yang diduga diterima Wawan juga mengalir ke sejumlah pihak. Salah satu pihak yang diduga kecipratan suap tersebut yakni mantan Pramugari PT Garuda Indonesia, Siwi Widi Purwanti.

Hal itu terungkap dalam surat dakwaan yang disusun tim jaksa KPK terhadap Wawan Ridwan. Dalam surat dakwaan Wawan Ridwan, terungkap adanya transfer uang sebanyak 21 kali kepada Siwi Widi dengan nilai total keseluruhan sebesar Rp 647.850.000 (Rp 647 juta).

Baca Juga:

Kejagung Periksa Empat Pejabat Garuda Indonesia Terkait Dugaan Kasus Korupsi

Berdasarkan surat dakwaan tim jaksa KPK, Siwi disebut sebagai teman dekat dari anak kandung Wawan Ridwan, Muhammad Farsha Kautsar. Wawan didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang bersama Farsha Kautsar.

Nama Siwi Widi sendiri tidak asing. Namanya pernah menjadi perbincangan publik karena salah satu postingan akun twitter @digeeembok. Pemilik akun tersebut menyebut Siwi Widi dekat dengan salah satu petinggi di PT Garuda Indonesia. Siwi Widi pun melaporkan postingan tersebut ke polisi. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
WNI Kembali Jadi Korban Penembakan di Amerika Serikat
Indonesia
WNI Kembali Jadi Korban Penembakan di Amerika Serikat

Warga negara Indonesia (WNI) kembali menjadi korban tewas penembakan di Amerika Serikat (AS). WNI berjenis kelamin pria ini menjadi korban tewas penembakan di Westmoreland County, Pennsylvania, AS.

Pemerintah Dukung PSSI Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Piala Asia 2023
Indonesia
Pemerintah Dukung PSSI Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Piala Asia 2023

Pemerintah Indonesia menyetujui usulan PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) yang menawarkan agar Indonesia menjadi tuan rumah Piala Asia 2023

Sekjen PDIP Minta NasDem Jawab Pertanyaan Soal Banjir Jakarta
Indonesia
Sekjen PDIP Minta NasDem Jawab Pertanyaan Soal Banjir Jakarta

Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto meminta Partai NasDem menjawab pertanyaan terkait banjir yang terjadi di Jakarta.

Anies Belum Sarankan Warga Ubah Dokumen Kependudukan akibat Pergantian Nama Jalan
Indonesia
Anies Belum Sarankan Warga Ubah Dokumen Kependudukan akibat Pergantian Nama Jalan

Sejumlah nama jalan di Jakarta diganti dengan menggunakan tokoh-tokoh Betawi.

Tiongkok Laporkan 400 Lebih Kasus Baru Virus Corona
Dunia
Tiongkok Laporkan 400 Lebih Kasus Baru Virus Corona

Tiongkok daratan mencatat 418 kasus virus corona baru untuk 4 Juli, yang mencakup 112 bergejala dan 306 tidak menunjukkan gejala.

Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan Bertambah Jadi 134 Orang
Indonesia
Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan Bertambah Jadi 134 Orang

Korban meninggal saat tragedi Kanjuruhan, Malang kembali bertambah sebanyak satu korban sehingga total menjadi 134 orang.

Perangkat Desa Gelar Demo, Polisi Lakukan Rekayasa Lalin di Sekitar DPR
Indonesia
Perangkat Desa Gelar Demo, Polisi Lakukan Rekayasa Lalin di Sekitar DPR

Polisi melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar DPR.

Pastikan Formula E Tak Pakai Pawang Hujan, Anies: Kita Selalu Gunakan Ilmu Pengetahuan
Indonesia
Pastikan Formula E Tak Pakai Pawang Hujan, Anies: Kita Selalu Gunakan Ilmu Pengetahuan

Pemerintah DKI akan terus berkoordinasi dengan BMKG mengenai cuaca.

[HOAKS atau FAKTA]: Anies Yakin Jakarta Tak Banjir Lagi karena Formula E Sukses
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Yakin Jakarta Tak Banjir Lagi karena Formula E Sukses

Beredar informasi di media sosial Facebook berupa tangkapan layar sebuah portal berita yang memperlihatkan Gubernur Anies tengah mengunjungi warga.

KPK Ingatkan Korupsi sebagai Penghambat Tujuan Negara
Indonesia
KPK Ingatkan Korupsi sebagai Penghambat Tujuan Negara

Firli mengatakan korupsi adalah kejahatan yang menentukan berhasil tidaknya dalam mewujudkan tujuan negara.