Eks Pimpinan KPK Minta Firli Cs Usut Dugaan Rintangi Penyidikan Kasus Novel Baswedan Mantan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. (Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

MerahPutih.com - Mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang meminta Firli Bahuri Cs untuk mengusut dugaan perintangan penyidikan atau obstruction of justice dalam kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

"Ketika ketemu siapanya bisa juga urut satu persatu. Tentunya tadi ketika kami sudah tidak di sana (sebagai Pimpinan KPK), kemudian sekarang pimpinan seperti apa, mereka harus lebih perhatikan ini (unsur perintangan penyidikan)," kata Saut dalam sebuah diskusi, Jumat (19/6).

Baca Juga

KontraS Minta Hakim Vonis Penyerang Novel di Atas 1 Tahun

Saut mengatakan, saat masih menjabat sebagai Pimpinan KPK, banyak desakan untuk menerapkan Pasal 21 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi untuk menjerat pihak yang merintangi penyidikan kasus korupsi yang tengah ditangani oleh Novel.

Bersama empat Pimpinan KPK lainnya, yakni Agus Rahardjo, Laode M. Syarif, Basaria Panjaitan dan Alexander Marwata, Saut mengaku sempat mencari unsur-unsur perintangan penyidikan tersebut.

"Ada beberapa orang yang sangat mendesak untuk menerapkan obstruction of justice. Namun mencari unsur itu yang perlu waktu ketika itu, karena belum ketemu siapanya (pelakunya)," ujar Saut.

Komisioner KPK 2015-2019 Saut Situmorang. (ANTARA/Benardy Ferdiansyah)
Komisioner KPK 2015-2019 Saut Situmorang. (ANTARA/Benardy Ferdiansyah)

Saat itu, kata Saut, Pimpinan KPK jilid IV bertanya-tanya teror air keras ini terkait dengan kasus korupsi mana yang sedang ditangani oleh Novel. Pasalnya, Novel menangani cukup banyak kasus besar saat peristiwa penyiraman itu terjadi.

"Kami bertanya-tanya sebenarnya ini kasus yang mana, ada banyak kasus yang ditangani Novel kalau bicara obstruction of justice perlu kehati-hatian ada perbedaan dengan obstruction of justice di kasus korupsi e-KTP ketika itu yang unsurnya cukup jelas," kata Saut.

Baca Juga

BW Sindir Pimpinan KPK yang Bisu di Kasus Novel Baswedan

Diketahui Tim Gabungan Bentukan Kapolri saat itu Tito Karnavian mengatakan bahwa teror terhadap Novel diduga sebagai bentuk balas dendam atas penanganan kasus yang ditangani oleh penyidik senior KPK tersebut.

Atas dasar itu, tim merekomendasikan kepada Kapolri untuk mendalami motif sekurang-kurangnya 6 kasus high profile yang ditangani oleh korban mulai dari kasus e-KTP hingga kasus yang tidak dalam penanganan KPK namun memiliki potensi terlibat penyerangan terhadap Novel. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anak Buah Anies Klaim Tak Ada Warga Gelar Lomba 17-an di Jakarta
Indonesia
Anak Buah Anies Klaim Tak Ada Warga Gelar Lomba 17-an di Jakarta

Seruan Gubernur menjadi seruan yang disadari oleh masyarakat

Terkena COVID-19, Doni Monardo Rupanya Belum Divaksin
Indonesia
Terkena COVID-19, Doni Monardo Rupanya Belum Divaksin

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Doni Monardo positif terinfeksi virus corona sebelum menjalani vaksinasi.

Pemprov DKI Tegaskan Saham Bir di PT Delta Tak Naik
Indonesia
Pemprov DKI Tegaskan Saham Bir di PT Delta Tak Naik

Pemprov DKI Jakarta menegaskan tidak ada penambahan saham milik Pemprov DKI di PT Delta Djakarta

Digusur Piala Dunia U-20, PKL Selter Manahan Resah Tak Kunjung Dapat Kepastian
Indonesia
Digusur Piala Dunia U-20, PKL Selter Manahan Resah Tak Kunjung Dapat Kepastian

Pemkot Solo belum memberikan kepastian terkait rencana pemindahan pedagang.

Anies dan Riza Positif COVID-19, Balai Kota DKI Tetap Buka
Indonesia
Anies dan Riza Positif COVID-19, Balai Kota DKI Tetap Buka

Ada sejumlah gedung di Balai Kota DKI yang tak ditutup dan tetap beroperasi melayani tamu dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Pemprov DKI Tindak 1.019 Perusahaan yang Langgar PSBB
Indonesia
Pemprov DKI Tindak 1.019 Perusahaan yang Langgar PSBB

Sebanyak 176 perusahaan atau tempat kerja yang tak dikecualikan dilakukan penutupan sementara selama masa PSBB.

10 Provinsi Sukses Tekan Penambangan Kasus Positif Corona
Indonesia
10 Provinsi Sukses Tekan Penambangan Kasus Positif Corona

hingga Kamis (18/6), pemerintah telah memeriksa 580.522 spesimen dari 358.659 orang terkait COVID-19

Fadli Zon Desak Ruangguru Dihapus dari Program Kartu Pra Kerja
Indonesia
Fadli Zon Desak Ruangguru Dihapus dari Program Kartu Pra Kerja

"Sekalian harus mundur dari proyeknya," ucap Fadli

Tersangka Kasus Djoko Tjandra Dijamu Makan Siang, Kejagung Bilang Begini
Indonesia
Tersangka Kasus Djoko Tjandra Dijamu Makan Siang, Kejagung Bilang Begini

Foto tersangka kasus suap Djoko Tjandra yakni Brigjen Pol Prasetijo Utomo, Irjen Pol Napoleon Bonaparte, dan pengacara dijamu makan siang yang diduga di Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, menuai kontroversi.

[HOAKS atau FAKTA] Mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan adalah Keturunan PKI
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan adalah Keturunan PKI

ayah dari tersangka kasus suap Caleg PDIP, Harun Masiku itu adalah Anak dari Slamet Samaun