Eks Pimpinan KPK Kritik Cara Firli Cs Umumkan Tersangka Saut Situmorang. (Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

MerahPutih.com - Mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang menanggapi cara baru lembaga antirasuah dalam mengumumkan tersangka. Firli Bahuri Cs diketahui berencana untuk tidak mengumumkan tersangka sebelum menangkapnya. Cara ini diklaim untuk mencegah tersangka melarikan diri.

Saut mengingatkan Pimpinan KPK Jilid V mengenai nilai-nilai antikorupsi yang seharusnya tidak berubah siapapun yang memimpin KPK. Nilai-nilai tersebut di antaranya, kejujuran, kebenaran dan keadilan, kepastian hukum, transparansi, check and ballanance dan lainnya.

Baca Juga:

Ini Alasan Anggaran Rp405 Triliun untuk Tanggulangi COVID-19 Perlu Diawasi

"Adagiumnya, semakin besar ketertutupan semakin besar kecurigaan, itu sebabnya manajemen modern dalam public policy adalah keterbukaan," kata Saut saat dikonfirmasi wartawan Selasa (12/5).

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang bersama para pimpinan dan pegawa KPK
Saut Situmorang (kanan) saat berbicara kepada awak media di lobi Gedung KPK Jakarta, Kamis (12/9) (MP/Ponco Sulaksono)

Saut juga mengingatkan, KPK baik pimpinan maupun pegawai digaji menggunakan anggaran negara yang berasal dari pajak masyarakat. Untuk itu, publik, berhak mengetahui apa yang dilakukan KPK baik di bidang pencegahan maupun penindakan korupsi.

"Termasuk keterbukaan anda melakukan atau tidak melakukan penindakan dan pencegahan korupsi dimana publik pemilik dana yang anda pakai berhak memiliki Informasi anda melakukan atau tidak melakukan sesuatu," ujar Saut.

Baca Juga:

Pemprov DKI dan Kemensos Sepakat Beri Rp1 Juta Bagi Warga Terdampak COVID-19

Sepanjang nilai-nilai antikorupsi terjaga, Saut menilai gaya, strategi atau target yang ingin dicapai setiap era kepemimpinan KPK dapat berubah dan berkembang. Namun, Saut mengingatkan, Firli Cs seharusnya memiliki indikator kerja yang disepakati bersama.

"Yang utama itu KPI anda apa dulu. Kinerja yang anda sepakati dari sisi pencegahan dan penindakan itu apa? Itu yang utama, baru kemudian, style, strategy dan hal-hal taktis atas KPI yang anda sepakati. Most likely strategi dan taktis ini juga bisa berubah atau fleksible. Yang tidak berubah mestinya, values atau nilai-nilai penegakan hukum yang harus anda emban di organisasi anda," tutup Saut. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polisi Virtual Hadir, Masyarakat Diminta Tak Perlu Takut Dibungkam
Indonesia
Polisi Virtual Hadir, Masyarakat Diminta Tak Perlu Takut Dibungkam

Polisi virtual itu bukan untuk mempersempit ruang lingkup masyarakat

Polri Limpahkan Kasus Surat Jalan Djoko Tjandra ke Kejari Jaktim
Indonesia
Polri Limpahkan Kasus Surat Jalan Djoko Tjandra ke Kejari Jaktim

Bareskrim Polri telah melakukan pelimpahan tahap II kasus surat jalan palsu Djoko Tjandra siang tadi.

FX Rudy-Gibran Kompak, Siap Tempur Menangkan Pilwalkot Solo Siapapun Lawannya
Indonesia
FX Rudy-Gibran Kompak, Siap Tempur Menangkan Pilwalkot Solo Siapapun Lawannya

Gibran juga menyikapi adanya calon lawan dari jalur independen

[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Perintahkan Prabowo Basmi Kadrun
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Perintahkan Prabowo Basmi Kadrun

Berita tentang percakapan Jokowi dan Praobow itu diunggah di akun Mas Kaji Bambang (fb.com/maskaji.bambang.77)

Panlih Minta Cawagub DKI Perbaiki Berkas Persyaratan Administrasi
Indonesia
Panlih Minta Cawagub DKI Perbaiki Berkas Persyaratan Administrasi

Kebijakan tersebut diputuskan Panlih setelah melaksanakan penelitian dan verifikasi terhadap peryaratan berkas administrasi kedua cawagub.

Update COVID-10 DKI Minggu (26/4): 3.745 Kasus Positif, 338 Pasien Sembuh
Indonesia
Update COVID-10 DKI Minggu (26/4): 3.745 Kasus Positif, 338 Pasien Sembuh

"Dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 5.285 orang, 4.400 sudah pulang dari perawatan dan 885 masih dirawat," terang dia.

 DPR Ingatkan Protokol New Normal Jangan Sampai Bikin Bingung Rakyat
Indonesia
DPR Ingatkan Protokol New Normal Jangan Sampai Bikin Bingung Rakyat

"Termasuk pihak mana saja yang bertanggung jawab atas setiap tindakan. Kesemuanya nanti harus dilakukan secara disiplin. Baik dari aparat pemerintah yang mengawasi, maupun juga disiplin dari warga," terang Puan.

Tak Kunjung Reshuffle, Kemarahan Jokowi Dinilai Hanya Drama Politik
Indonesia
Tak Kunjung Reshuffle, Kemarahan Jokowi Dinilai Hanya Drama Politik

"Masak iya, hanya dalam hitungan hari kinerja menteri sudah membaik?" ucap Ujang.

Menkes Pastikan 1,46 Juta Nakes Divaksin COVID-19 Januari-Februari
Indonesia
Menkes Pastikan 1,46 Juta Nakes Divaksin COVID-19 Januari-Februari

Budi Gunadi Sadikin memastikan, sebanyak 1,46 juta orang tenaga kesehatan akan disuntik vaksin COVID-19 Sinovac pada Januari-Februari.

 Corona Masih Mengancam, Pemerintah Gamang Relaksasi Tempat Ibadah
Indonesia
Corona Masih Mengancam, Pemerintah Gamang Relaksasi Tempat Ibadah

"Kalau bahaya tidak ada bisa saja shalat dilakukan tapi kalau masih ada ancaman COVID-19, maka shalat Id berjamaah tidak dilakukan,” kata Doni