Eks Pimpinan KPK Busyro Muqoddas Akui Jadi Tim Pengacara Bambang Trihatmodjo Mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas saat menghadiri acara HUT ke-61 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas mengakui menjadi tim pengacara Bambang Trihatmodjo, putra mantan Presiden Soeharto yang menggugat Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Bambang menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) atas keputusan Sri Mulyani yang meminta Ditjen Imigrasi memperpanjang pencegahannya bepergian ke luar negeri dalam rangka pengurusan piutang negara.

"Betul (jadi tim pengacara) menggugat pemerintah cq Menteri Keuangan Bu Sri Mulyani karena Bambang Trihatmodjo itu diberi keputusan oleh menteri tersebut untuk dicekal paspornya dicekal ke luar negeri," kata Busyro saat dikonfirmasi, Sabtu (26/9).

Baca Juga:

Anak Ketiga Soeharto Dicekal ke Luar Negeri

Busyro mengungkapkan alasannya bersedia menjadi tim pengacara Bambang. Sebagai seorang advokat sejak 1981, Busyro mengaku terikat dengan prinsip justice for all, equality before the law dan presumption of innocent. Apalagi, kata dia, gugatan yang dilayangkan Bambang bukan kasus korupsi atau pelanggaran HAM.

"Setelah kami pelajari, kasus ini bukan kategori dugaan korupsi atau korupsi, sama sekali tidak ada. Juga bukan kasus misalnya pelanggaran HAM, itu juga tidak ada sama sekali. Kan enggak mungkin pelanggaran HAM perorangan, jadi yang jelas bukan kasus korupsi," ujar Busyro.

Bambang Trihatmodjo bersama sang istri Mayangsari. (Foto: MP/Instagram @mayangsaritrihatmodjoreal)
Bambang Trihatmodjo bersama sang istri Mayangsari. (Foto: MP/Instagram @mayangsaritrihatmodjoreal)

Selain itu, kata Busyro, gugatan yang dilayangkan Bambang merupakan persoalan lama. Menurut dia, persoalan tersebut tidak pernah dipermasalahkan pada pemerintahan sebelumnya atau pemerintahan setelah Soeharto.

"Di era-era presiden sebelumnya tidak pernah diangkat dipermasalahkan, sejak Presiden Megawati, Gusdur, SBY, Habibie, dipermasalahkan baru kemarin itu," imbuhnya.

Baca Juga:

Bambang Trihatmodjo: 100 Persen Saya Dukung Tommy Pimpin Golkar

Meski demikian, Busyro belum bersedia merinci langkah yang akan dilakukannya dalam persidangan. Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan Kebijakan Publik itu meminta semua pihak untuk bersabar sampai kasus ini disidangkan.

"Biar nanti di pengadilan saja dibuka. Biar teman-teman pers bisa mengedukasi masyarakat," tutup Busyro. (Pon)

Baca Juga:

Mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas Ragukan Penegakan Hukum di Kabinet Baru Jokowi



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH