Eks Penyidik KPK Robin Akui Terima Uang Rp500 Juta dari Walkot Cimahi Eks Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju digiring petugas untuk mengikuti konferensi pers usai menjalani pemeriksaan, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (22/4/2021). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

MerahPutih.com - Eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju mengakui menerima uang dari Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna sebesar Rp 500 juta.

Hal itu diakui Robin saat bersaksi dalam sidang perkara dugaan suap penanganan perkara dengan terdakwa Wali Kota nonaktif Tanjungbalai M. Syahrial, yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Medan.

Baca Juga

KPK Periksa Eks Penyidik Robin Terkait Kasus Suap Walkot Tanjungbalai

Mulanya, jaksa pada KPK bertanya soal penerimaan uang oleh Robin dari Ajay.

"Terkait penerimaan dari Wali Kota Cimahi?," tanya jaksa kepada Robin, Senin (26/7).

"Ada," jawab Robin.

Jaksa lantas bertanya jumlah uang yang diterima Robin dari Ajay.

"Total Rp 500 juta," ungkap Robin.

g  Sidang etik penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju. (Foto: MP/Ponco Sulaksono)
Sidang etik penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju. (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

Dalam sidang pelanggaran etik Robin, Dewan Pengawas (Dewas) KPK membeberkan penerimaan uang dari Ajay terhadap Robin sebesar Rp 505 juta. Dewas menyebut dari Rp 505 juta, Robin mendapat jatah Rp 80 juta. Sementara sisanya Rp 425 juta masuk ke kantong pengacara Maskur Husain.

Permintaan uang yang dilakukan Robin terhadap Ajay juga sempat terungkap dalam sidang kasus suap terkait proyek pembangunan RSU Kasih Bunda dengan terdakwa Ajay, di Pengadilan Tipikor Bandung, pada Senin 19 April 2021.

Saat itu, Sekretaris Daerah Cimahi Dikdik Suratno yang dihadirkan sebagai saksi mengaku soal adanya permintaan uang Rp 1 miliar terhadap Ajay yang dilakukan oleh seseorang yang mengaku dari lembaga antirasuah. Permintaan uang itu agar Ajay tak terjaring operasi tangkap tangan (OTT). (Pon)

Baca Juga

KPK Dalami Sejumlah Pertemuan Walkot Tanjungbalai dengan Eks Penyidik Robin

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Angka COVID-19 di Indonesia Selangkah Lagi 2 Juta
Indonesia
Angka COVID-19 di Indonesia Selangkah Lagi 2 Juta

Jumlah kasus COVID-19 bertambah 13.737 pada Minggu (20/6).

Pemprov DKI Bersyukur Anak di Bawah Umur 12 Tahun Boleh Masuk Mal
Indonesia
Pemprov DKI Bersyukur Anak di Bawah Umur 12 Tahun Boleh Masuk Mal

DKI Jakarta mengaku bersyukur pemerintah pusat memberikan kelonggaran bagi warga berusia di bawah 12 tahun yang diperbolehkan masuk mal.

Akibat COVID-19, Dewan Pers Sebut 70 Ribu Orang Jadi Yatim
Indonesia
Akibat COVID-19, Dewan Pers Sebut 70 Ribu Orang Jadi Yatim

Wabah virus corona tak hanya menghantam sendi perekonomian, tapi juga membawa luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan karena meninggal dunia.

Januari 2021, WHO Mulai Lakukan Investigasi COVID-19 di Wuhan Tiongkok
Dunia
Januari 2021, WHO Mulai Lakukan Investigasi COVID-19 di Wuhan Tiongkok

Poin misi ini adalah mendatangi titik asal di mana kasus pada manusia ditemukan.

April ini, Belanja Masyarakat Naik 32 Persen
Indonesia
April ini, Belanja Masyarakat Naik 32 Persen

Untuk belanja yang digerakkan faktor musiman (seasonally adjusted) juga meningkat hingga 13,11 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada April 2021.

Bareskrim Jadwalkan Periksa Sadikin Aksa Pekan Depan
Indonesia
Bareskrim Jadwalkan Periksa Sadikin Aksa Pekan Depan

Bareskrim Polri menjadwalkan periksa mantan Direktur Utama PT Bosowa Corporindo Sadikin Aksa (SA) sebafai tersangka kasus dugaan tindak pidana sektor jasa keuangan.

Merasa Tak Pernah Utang di Pinjol dan Diancam, Warga Lapor Polresta Surakarta
Indonesia
Merasa Tak Pernah Utang di Pinjol dan Diancam, Warga Lapor Polresta Surakarta

Sedikitnya sudah ada belasan orang membuat aduan ke Polresta Surakarta terkait kasus pinjaman online (ilegal).

Peneliti ITB Lakukan Penelitian Longsor-Tsunami Gunung Anak Krakatau Tahun 2018
Indonesia
Peneliti ITB Lakukan Penelitian Longsor-Tsunami Gunung Anak Krakatau Tahun 2018

Sejumlah peneliti melakukan penelitian dan survei Gunung Anak Krakatau yang pernah memicu tsunami pada 22 Desember 2018. Penyebab tsunami adalah longsor bawah laut akibat erupsi gunung di tengah Selat Sunda itu.

Bank DKI Realisasikan Kredit DP 0 Rupiah Sebesar Rp 198,8 Miliar
Indonesia
Bank DKI Realisasikan Kredit DP 0 Rupiah Sebesar Rp 198,8 Miliar

Bank DKI telah merealisasikan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebesar Rp 198,8 Miliar kepada 730 penerima manfaat program DP 0 Rupiah.