Eks Penyidik KPK AKP Robin Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini Mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju menjalani sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (13/9/2021). ANTARA/Desca Lidya Natalia

MerahPutih.com - Kasus dugaan suap penanganan perkara di Tanjungbalai, yang menjerat mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju memasuki babak baru.

Eks penyidik KPK asal Korps Bhayangkara itu akan menjalani sidang dengan agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, hari ini.

Baca Juga

JC AKP Robin Diharap Jadi Pintu Masuk KPK Bongkar Perkara Tanjungbalai

"Sidangnya digelar offline," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (6/12).

Selain Robin, Advokat Maskur Husain yang juga merupakan terdakwa dalam kasus suap penanganan perkara ini juga akan menjalani sidang tuntutan, hari ini.

Pada sidang sebelumnya Robin Pattuju dan Maskur Husain mengajukan diri menjadi Justice Collaborator (JC). JC adalah predikat yang diberikan oleh majelis hakim pada pelaku tindak pidana yang bersedia bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk membongkar kejahatan yang lebih besar. Status JC akan meringankan hukuman.

Baca Juga

Telisik KPK Cari Kedekatan Azis dan Robin Lewat Wakasat Reskrim Agus

Menanggapi hal tersebut, KPK akan menganalisis apakah permohonan ini sudah sesuai dengan syarat dan ketentuan pemberian status JC terhadap terdakwa sebagaimana ketentuan yang berlaku.

"Di antaranya ketentuan Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2011," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (24/11).

Ali mengatakan, tim jaksa KPK maupun majelis hakim akan mempertimbangkan secara komprehensif seluruh fakta-fakta dalam persidangan tersebut.

Menurut Ali, penilaian terhadap kapasitas dan sikap terdakwa selama proses penyidikan hingga persidangan juga menjadi bagian yang akan dipertimbangkan tim jaksa.

Selanjutnya, tim Jaksa akan menuangkannya dalam surat tuntutan yang akan dibacakan sesuai agenda yang ditetapkan majelis hakim. (Pon)

Baca Juga

Respons KPK Atas Permohonan JC Eks Penyidik AKP Robin

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kemenkes Temukan Orang Alami Gangguan Jiwa Naik 6 Persen saat Pandemi
Indonesia
Kemenkes Temukan Orang Alami Gangguan Jiwa Naik 6 Persen saat Pandemi

Kemenkes menemukan adanya penambahan orang mengalami gangguan jiwa akibat pandemi COVID-19.

Renovasi Selesai, Kendaraan Jemaah Katedral Bisa Parkir di Istiqlal
Indonesia
Renovasi Selesai, Kendaraan Jemaah Katedral Bisa Parkir di Istiqlal

lahan parkir Istiqlal ini sangat membantu Katedral dalam mengatasi jumlah kendaraan umat saat Natal.

Minyak Goreng Satu Harga Bikin Rugi Pedagang Pasar Tradisional
Indonesia
Minyak Goreng Satu Harga Bikin Rugi Pedagang Pasar Tradisional

"Kami bingung mau jual harga minyak berapa, jika mengikuti himbauan pemerintah kami rugi," ujar Yetti, Sabtu (22/1)

Survei: Ganjar Kuasai Jatim dan Lampung, Prabowo Jadikan Jabar Lumbung Suara
Indonesia
Survei: Ganjar Kuasai Jatim dan Lampung, Prabowo Jadikan Jabar Lumbung Suara

Survei terbaru Charta Politika membeberkan elektabilitas para tokoh jelang Pemilu 2024.

Terpidana Korupsi Angelina Sondakh Bisa Bebas 27 April Kalau Bayar Rp 4,5 Miliar
Indonesia
Terpidana Korupsi Angelina Sondakh Bisa Bebas 27 April Kalau Bayar Rp 4,5 Miliar

Angelina Sondakh jika tidak melunasi uang denda pengganti Rp 4,5 miliar baru boleh mengambil cuti jelang bebas pada

Aturan Baru, Warga Diminta Cantumkan Golongan Darah di Kartu Keluarga
Indonesia
Aturan Baru, Warga Diminta Cantumkan Golongan Darah di Kartu Keluarga

Masyarakat diminta menginformasikan golongan darahnya kepada pemeritah. Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mengajak masyarakat untuk melengkapi data Kartu Keluarga dengan golongan darah.

Harga Kebutuhan Bergejolak, Dalam Lima Bulan Inflasi Telah Capai 2,56 Persen
Indonesia
Harga Kebutuhan Bergejolak, Dalam Lima Bulan Inflasi Telah Capai 2,56 Persen

Komponen harga diatur pemerintah sebesar 0,09 persen disebabkan karena kenaikan tarif angkutan udara.

Kapolri: Pecat dan Pidanakan Anggota yang Melanggar
Indonesia
Kapolri: Pecat dan Pidanakan Anggota yang Melanggar

Kapolri menginstruksikan secara tegas kepada seluruh jajarannya untuk memberikan tindakan tegas kepada oknum anggota kepolisian yang melanggar aturan saat menjalankan tugasnya.

Polda Jateng Dirikan 76 Pos Pengamanan di Tempat Wisata
Indonesia
Polda Jateng Dirikan 76 Pos Pengamanan di Tempat Wisata

Momen libur Natal dan Tahun Baru sering dimanfaatkan masyarakat untuk mengunjungi sejumlah tempat wisata. Guna mengantisipasi kerumunan, Polda Jawa Tengah bakal mendirikan 76 pos pengamanan di seluruh wisata Jateng.

Jadi Tersangka, Haris Azhar-Fatia Maulidiyanti Bakal Ajukan Praperadilan
Indonesia
Jadi Tersangka, Haris Azhar-Fatia Maulidiyanti Bakal Ajukan Praperadilan

Polda Metro Jaya telah menetapkan Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti sebagai tersangka dugaan kasus pencemaran nama baik terhadap Menteri Koodinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.