Eks Penyidik KPK AKP Robin Jalani Sidang Perdana Hari Ini Eks Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju digiring petugas untuk mengikuti konferensi pers usai menjalani pemeriksaan, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (22/4/2021). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

MerahPutih.com - Eks Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju akan diadili dalam kasus dugaan suap penanganan perkara, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (13/9).

"Benar, hari ini, dijdwalkan sidang perdana terdakwa Stephanus Robin P dan kawan-kawan di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, hari ini.

Baca Juga

KPK Diminta Tetapkan Eks Bupati Kukar Rita Sebagai Tersangka Suap AKP Robin

Agenda sidang perdana ini adalah pembacaan dakwaan. Sidang rencananya akan digelar pukul 10.00 WIB. Pengacara Maskur Husain juga diadili berbarengan dengan Robin.

Dalam data SIPP, Robin disebut menerima hadiah atau janji berupa uang dengan jumlah keseluruhan Rp 11.025.077.000,00 dan US$36.000. Robin dibantu pengacara Maskur Husain dalam melakukan aksinya.

Robin beraksi pada Juli 2020-April 2021 dengan menerima uang di berbagai tempat. Uang suap pertama dalam dakwaan ada pada kasus jual beli jabatan di Tanjungbalai. Uang Rp 1,695 miliar diberikan Wali Kota nonaktif Tanjungbalai M Syahrial.

g  Sidang etik penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju. (Foto: MP/Ponco Sulaksono)
Sidang etik penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju. (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

Pemberian kedua dari Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dan pihak swasta Aliza Gunadi. Jumlah uang yang diberikan mencapai Rp 3,09 miliar. Robin juga menerima US$36 ribu dari dua orang itu.

Ketiga, Robin diduga menerima uang dalam kasus penerimaan gratifikasi Rumah Sakit Bunda di Cimahi Jawa Barat. Dalam kasus itu, Robin diduga menerima Rp507,39 juta dari Wali Kota nonaktif Cimahi Ajay Muhammad Priatna.

Keempat Robin diduga menerima uang dari Direktur Utama PT Tenjo Jaya Usman Effendi. Uang Rp525 juta diterima Robin.

Terakhir, Robin diduga menerima uang Rp 5,17 miliar dari mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. Rita terjerat kasus gratifikasi dan pencucian uang di KPK. (Pon)

Baca Juga

KPK Limpahkan Berkas Penyidikan AKP Robin ke Pengadilan Tipikor Jakarta

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
RUU IKN Dibahas, Pemprov Jakarta Minta Kejelasan Status Wilayah
Indonesia
RUU IKN Dibahas, Pemprov Jakarta Minta Kejelasan Status Wilayah

Pemprov DKI Jakarta mengajukan revisi Undang Undang (UU) Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai Ibu Kota Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Yogyakarta Aktifkan Posko PPKM Mikro Berbasis RT Antisipasi Gelombang Omicron
Indonesia
Yogyakarta Aktifkan Posko PPKM Mikro Berbasis RT Antisipasi Gelombang Omicron

Pemerintah Kota Yogyakarta mengantisipasi terjadinya gelombang tiga kasus COVID-19 atau lonjakan kasus varian Omicron.

Harga Mi Instan Diproyeksikan Bakal Naik 3 Kali Lipat
Indonesia
Harga Mi Instan Diproyeksikan Bakal Naik 3 Kali Lipat

Ukraina perlu mengekspor sekitar 50 juta ton biji-bijian pada tahun pemasaran 2022-2023 namun terhambat.

Komisi II Belum Terima Hasil Konsolidasi Kemendagri-KPU Soal Jadwal Pemilu
Indonesia
Komisi II Belum Terima Hasil Konsolidasi Kemendagri-KPU Soal Jadwal Pemilu

Sekarang dibilang pemerintah sepakat, sepakat dengan siapa?

Minta Jokowi Abaikan Suara yang Perkeruh Suasana, Prabowo: Kita Sudah di Jalan Benar
Indonesia
LPSK Sambut Baik Putusan MA Cabut PP 99/2012
Indonesia
LPSK Sambut Baik Putusan MA Cabut PP 99/2012

Hal itu disampaikan Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu menanggapi putusan Mahkamah Agung (MA) yang resmi membatalkan Peraturan Pemerintah No. 99 Tahun 2012 yang mengatur pengetatan pemberian remisi bagi pelaku tindak pidana korupsi, narkotika, terorisme dan lainnya.

KPK-OJK Perkuat Pemberantasan Korupsi Sektor Industri Jasa Keuangan
Indonesia
KPK-OJK Perkuat Pemberantasan Korupsi Sektor Industri Jasa Keuangan

KPK menerima audiensi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam rangka membahas dan memperkuat kerja sama pemberantasan korupsi di industri jasa keuangan.

Muncul Klaster Sekolah di Solo, Gibran Gagas Bikin Tempat Isoter Khusus Anak
Indonesia
Muncul Klaster Sekolah di Solo, Gibran Gagas Bikin Tempat Isoter Khusus Anak

Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo mencatat jumlah siswa terpapar corona klaster PTM telah mencapai 99 orang.

Mabes Polri Tanggapi Viral #PercumaAdaPolri di Twitter
Indonesia
Mabes Polri Tanggapi Viral #PercumaAdaPolri di Twitter

Jagat media sosial Twitter kembali ramai dengan kemunculan tagar #PercumaAdaPolri yang jadi trending topic.

Tolak Kenaikan BBM, Ratusan Mahasiswa Solo Raya Demo di Gladak
Indonesia
Tolak Kenaikan BBM, Ratusan Mahasiswa Solo Raya Demo di Gladak

Sebanyak ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM se-Solo Raya menggelar aksi unjuk rasa di kawasan bundaran Gladak Jalan Slamet Riyadi, Kamis (14/4). Dalam aksi tersebut mahasiswa menuntut pemerintah tidak menaikan harga BBM, menstabilkan harga minyak goreng agar terjangkau, dan mengkaji ulang UU IKN.