Eks Penyidik KPK AKP Robin Dituntut 12 Tahun Bui Tersangka Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju (kiri) berjalan usai menjalani pemeriksaan perdana di Gedung KPK, Jakarta, Senin (26/4/2021). (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) AKP Stepanus Robin Pattuju menjalani sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, hari ini.

Penyidik asal Polri ini dituntut 12 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) pada KPK.

Jaksa meyakini Robin menerima suap dalam penanganan sejumlah kasus korupsi di lembaga antirasuah.

"Menuntut kepada terdakwa pidana penjara selama 12 tahun dan pidana denda sejumlah Rp 500 juta subsider enam bulan penjara," kata jaksa Lie Setiawan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (6/12).

Baca Juga:

Eks Penyidik KPK AKP Robin Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini

Jaksa juga meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman pembayaran uang pengganti senilai Rp 2,32 miliar kepada Robin dalam jangka waktu satu bulan usai putusan berkekuatan hukum tetap.

Apabila dalam jangan waktu tersebut Robin tidak membayar, maka harta bendanya akan disita dan dilelang untuk menutupi nominal uang pengganti tersebut. Dalam hal harta bendanya tidak mencukupi, maka pidana Robin ditambah selama dua tahun.

Dalam menjatuhkan tuntutan, jaksa mempertimbangkan sejumlah hal. Hal yang memberatkan, tindakan Robin dinilai tidak mendukung upaya pemerintah dalam memberantas korupsi di Indonesia.

Robin juga dinilai telah mencoreng kepercayaan masyarakat terhadap Polri dan KPK.

"Terdakwa tidak mengakui kesalahannya. terdakwa berbelit-belit selama persidangan," kata Lie.

Sementara hal yang meringankan yakni Robin belum pernah dihukum dan bersikap sopan selama persidangan.

Adapun Robin bersama advokat Maskur Husain didakwa menerima suap sebesar Rp 11.025.077.000 dan USD 36 ribu atau setara Rp 11,538 miliar. Suap diduga berkaitan dengan penanganan lima perkara kasus korupsi di KPK.

Suap tersebut diduga diterima keduanya dari sejumlah pihak. Pertama, dari Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial senilai Rp 1,7 miliar lewat Azis Syamsuddin sebagai perantara.

Baca Juga:

JC AKP Robin Diharap Jadi Pintu Masuk KPK Bongkar Perkara Tanjungbalai

Kedua, dari Azis dan Aliza Gunado senilai Rp 2 miliar terkait penyelidikan Dana Alokasi Keuangan (DAK) Lampung Tengah pada 2017.

Selain dua kasus tersebut, tiga kasus lainnya yakni, suap Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priyatna dengan imbalan senilai Rp 1,5 miliar; kasus Kalapas Sukamiskin yang menyeret nama Usman Effendi senilai Rp 1 miliar.

Terakhir, terkait pengurusan aset atas nama Rita Widyasari, Robin dan Maskur menerima imbalan 50 persen dari total aset yang dijanjikan Robin senilai Rp 10 miliar. (Pon)

Baca Juga:

Respons KPK Atas Permohonan JC Eks Penyidik AKP Robin

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Komisi III DPR RI Tegaskan Dokter Sunardi Anggota Teroris
Indonesia
Komisi III DPR RI Tegaskan Dokter Sunardi Anggota Teroris

"Dokter Sunardi memang jaringan dari anggota terorisme. Kita ikut berduka kepada keluarga dokter Sunardi," tegas dia.

Empat Atlet Asal Kabupaten Tangerang Peraih Medali SEA Games 2021 Terima Bonus
Olahraga
Empat Atlet Asal Kabupaten Tangerang Peraih Medali SEA Games 2021 Terima Bonus

Pemberian penghargaan dengan nilai puluhan juta tersebut dilakukan oleh Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar di Puspemkab Tangerang, Senin (30/5).

Gelombang Ketiga COVID-19, Pemerintah Diminta Perkuat Sistem Kesehatan
Indonesia
Gelombang Ketiga COVID-19, Pemerintah Diminta Perkuat Sistem Kesehatan

Gelombang ketiga COVID-19 diprediksi terjadi pada pertengahan Februari 2022

Pemprov DKI Siapkan 31 Truk Buat Angkut Kendaraan Roda Dua Milik Pemudik
Indonesia
Pemprov DKI Siapkan 31 Truk Buat Angkut Kendaraan Roda Dua Milik Pemudik

Bus hingga truk tersebut untuk sementara menuju ke kota pada lima provinsi tujuan mudik yang sebelumnya telah diidentifikasi oleh Dishub DKI.

Longsor Terjang Ruas Jalan Tol Semarang-Solo
Indonesia
Longsor Terjang Ruas Jalan Tol Semarang-Solo

BMKG melalui Jakarta Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) melaporkan bibit Siklon Tropis 95S tumbuh di sekitar Samudera Hindia selatan Jawa.

Berkah Lebaran, Kamar Rawat COVID-19 RS Wisma Atlet Nyaris 100 Persen Kosong
Indonesia
Berkah Lebaran, Kamar Rawat COVID-19 RS Wisma Atlet Nyaris 100 Persen Kosong

Angka keterisian tempat tidur (BOR) RS Wisma Atlet Kemayoran tinggal 0,16 persen.

[HOAKS atau FAKTA] PT KAI Bagikan Rp 20 Juta dengan Isi Kuisioner
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] PT KAI Bagikan Rp 20 Juta dengan Isi Kuisioner

Beredar informasi melalui pesan berantai WhatsApp sebuah tautan yang menyatakan bahwa PT. Kereta Api Indonesia (KAI) membagikan uang Rp 20 juta dengan mengisi kuisioner.

Bluebird Tatap 50 Tahun Beroperasi Dengan Berikan Diskon Selama 50 Hari
Indonesia
Bluebird Tatap 50 Tahun Beroperasi Dengan Berikan Diskon Selama 50 Hari

Pada 2021 lalu, perusahaan ini, berhasil membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 2,2 triliun, tumbuh hampir 8,5 persen dibandingkan tahun 2020,

PDIP Kenang Tragedi Kudatuli dengan Tabur Bunga dan Doa untuk Korban
Indonesia
PDIP Kenang Tragedi Kudatuli dengan Tabur Bunga dan Doa untuk Korban

"Peringatan ini sangat penting, telah dilakukan doa besama dan dalam doa itu kita mohon kepada Tuhan agar para arwah yang telah berkorban, yang menjadi korban, yang dikorbankan dalam peristiwa 27 Juli 1996 ditempatkan di surga, di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa," sebut Hasto.

DPD Minta Dilibatkan dalam Proses Pembahasan Revisi UU PPP
Indonesia
DPD Minta Dilibatkan dalam Proses Pembahasan Revisi UU PPP

DPD meminta agar Badan Legislasi DPR turut melibatkan Panitia Perancangan Undang-Undang DPD RI dalam proses pembahasan DIM Revisi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011.