Eks Pejabat Garuda Indonesia Hadinoto Soedigno Divonis 8 Tahun Penjara Ilustrasi Garuda Indonesia. (Foto: KPK).

MerahPutih.com - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan vonis 8 tahun pidana penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan kurungan terhadap eks Direktur Teknik PT Garuda Indonesia, Hadinoto Soedigno.

Hakim menyatakan Hadinoto terbukti secara sah dan meyakinkan menerima suap terkait pengadaan pesawat dan mesin pesawat di PT Garuda Indonesia. Selain itu, Hadinoto juga terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Baca Juga:

KPK Sita Dokumen Suap Izin Ekspor Benur dari Rumah Dinas Istri Menteri Edhy

"Mengadili, menyatakan terdakwa Hadinoto Soedigno telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi," kata Ketua Majelis Hakim, Rosmina saat membacakan amar putusan terhadap Hadinoto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (3/6).

Tak hanya pidana penjara, Majelis Hakim juga menghukum Hadinoto dengan pidana tambahan berupa kewajiban membayar uang pengganti sejumlah USD 2.302.974,08 dan sejumlah EUR 477.560 atau setara dengan SGD 3.771.637,58.

Apabila Hadinoto tidak dapat membayar uang pengganti tersebut dalam waktu sebulan setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya akan disita. Bilamana harta bendanya tidak mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka Hadinoto akan dihukum pidana badan selama empat tahun.

Pesawat Garuda
Pesawat Garuda. (Foto: MP/Rizky).

Hukuman yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap Hadinoto lebih rendah dibanding tuntutan Jaksa Penuntut KPK. Sebelumnya, Jaksa menuntut agar Hadinoto Soedigno divonis 12 tahun penjara dan denda Rp10 miliar subsider 8 bulan kurungan.Dalam menjatuhkan hukuman terhadap Hadinoto,

Majelis Hakim mempertimbangkan sejumlah hal. Untuk hal yang memberatkan, Majelis Hakim menilai tindak pidana yang dilakukan Hadinoto memperburuk citra Indonesia di mata asing dalam mengelola bisnis penerbangan yang bertaraf internasional.

Hal ini lantaran PT Garuda Indonesia merupakan BUMN bidang penerbangan yang menjadi kebanggan bangsa Indonesia yang melekat lambang negara yang seharusnya dapat mengharumkan nama bangsa, tidak hanya tingkat nasional tapi juga internasional.

Baca Juga:

KPK Jemput Paksa Bekas Direktur Teknik dan Armada Garuda

"Perbuatan terdakwa dilakukan terhadap BUMN dalam bidang penerbangan yang menjadi kebanggaan seluruh bangsa Indonesia yang melekat pada lambang negara yang seharusnya dapat mengharumkan nama bangsa, tidak hanya tingkat nasional tapi juga internasional, namun terdakwa memperburuk citra Indonesia di mata asing dalam mengelola bisnis penerbangan yang bertaraf internasional," katanya.

Selain itu, Hadinoto juga tidak mengakui perbuatannya. Sementara untuk hal yang meringankan, Majelis Hakim menilai Hadinoto belum pernah dihukum dalam perkara lain. "Terdakwa bersikap sopan dalam persidangan," kata Hakim. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Soal Dugaan Rasial Natalius Pigai, Gibran: Tidak Usah Ditanggapi
Indonesia
Soal Dugaan Rasial Natalius Pigai, Gibran: Tidak Usah Ditanggapi

"Itu (kontroversi) ndak usah ditanggepin lah. Saya belum baca beritanya," ujar Gibran pada awak media di Pura Mangkunegaran Solo, Jawa Tengah, Senin (4/10).

KJRI Jeddah: Arab Saudi Belum Umumkan Penyelenggaraan Haji
Indonesia
KJRI Jeddah: Arab Saudi Belum Umumkan Penyelenggaraan Haji

Kabar itu diterima Endang berdasarkan penjelasan Plt. Menteri Media/Penerangan Arab Saudi, Majid bin Abdullah Al-Qashabi.

Bandung Raya Mulai Dilayani Bus Trans Metro Pasundan
Indonesia
Bandung Raya Mulai Dilayani Bus Trans Metro Pasundan

Wagub Uu berharap daerah lainnya di wilayah Jawa Barat bisa tersentuh program bus ini seperti Cirebon, Karawang, Bogor, Depok.

Penjelasan Waketum MUI Soal Jokowi dan Menag Kebal Kritik
Indonesia
Penjelasan Waketum MUI Soal Jokowi dan Menag Kebal Kritik

Tapi kok pak Presiden kelihatan kurus, kata saya menggoda, memang segini-gininya dari dahulu kata beliau sambil tertawa

PT KAI Luncurkan Baturraden Ekspres rute Purwokerto-Bandung PP via Cikampek
Indonesia
PT KAI Luncurkan Baturraden Ekspres rute Purwokerto-Bandung PP via Cikampek

PT KAI telah melakukan percepatan waktu tempuh KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasarturi-Gambir yang semula 8 jam 42 menit, dipercepat menjadi 8 jam 30 menit.

Beberapa Anggota DPRD Surabaya Terpapar COVID-19, Imbas Ziarah Bung Karno?
Indonesia
Beberapa Anggota DPRD Surabaya Terpapar COVID-19, Imbas Ziarah Bung Karno?

Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono membantah beberapa anggota dewan yang terkena COVID-19 adalah imbas dari ziarah di makam Bung Karno.

Anies: Bila COVID-19 Tidak Terkendali, Kita Masuk Fase Genting
Indonesia
Anies: Bila COVID-19 Tidak Terkendali, Kita Masuk Fase Genting

Anies meminta seluruh jajaran Forkompinda dan anak buahnya untuk meningkatkan kewaspadaan seluruh pihak bersama seluruh komponen masyarakat.

Eks Anak Buah Anies Baswedan Didakwa Rugikan Negara Rp 152 Miliar
Indonesia
Eks Anak Buah Anies Baswedan Didakwa Rugikan Negara Rp 152 Miliar

Eks Direktur Utama Perumda Sarana Jaya Yoory Corneles Pinontoan didakwa melakukan korupsi pengadaan tanah di Munjul mengakitbakan kerugian negara sebesar Rp 152,5 miliar.

Pemerintah Diminta Segera Antisipasi Penyakit Hepatitis Misterius
Indonesia
Pemerintah Diminta Segera Antisipasi Penyakit Hepatitis Misterius

Merebaknya kasus hepatitis misterius membuat Ketua DPD RI, LaNyalla Mattalitti, bereaksi. Ia mendesak, pemerintah segera mengambil langkah antisipasi. Menurutnya, penyebaran kasus COVID-19 yang sempat di luar kendali harus menjadi pelajaran.