Eks Mensos Juliari Batubara Divonis 12 Tahun Penjara Bekas Menteri Sosial, Juliari Peter Batubara, tiba untuk diperiksa, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (23/3/2021). ANTARA FOTO/Indrianto E Suwarso

MerahPutih.com - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan terhadap mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara.

Eks Wakil Bendahara Umum PDI Perjuangan (PDIP) tersebut dinyatakan terbukti menerima uang sebesar Rp 32,48 miliar dari pengadaan bantuan sosial (bansos) COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek.

"Menyatakan terdakwa Juliari P Batubara telah terbukti secara sah dengan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi," kata hakim M Damis saat membacakan amar putusan, Senin (23/8).

Baca Juga:

4 Alasan ICW Tantang Hakim Vonis Bui Seumur Hidup Eks Mensos Juliari

Juliari juga dijatuhi hukuman uang pengganti sejumlah Rp 14,59 miliar. Apabila Juliari tidak membayar uang pengganti dalam kurun satu bulan setelah putusan pengadilan, maka harta bendanya akan disita dan bila tidak mencukupi, Juliari akan diganjar pidana badan selama dua tahun.

Hakim pun memberikan hukuman tambahan berupa pencabutan hak politik selama empat tahun, setelah Juliari selesai menjalani pidana pokok.

Tersangka mantan Menteri Sosial Juliari P. Batubara bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (5-3-2021). ANTARA FOTO/ Reno Esnir/aww.
Tersangka mantan Menteri Sosial Juliari P. Batubara bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (5-3-2021). ANTARA FOTO/ Reno Esnir/aww.

Uang suap sebesar Rp 32,48 miliar itu diterima Juliari dari sejumlah pihak. Sebanyak Rp 1,28 miliar diterima dari Harry van Sidabukke, Rp 1,95 miliar dari Ardian Iskandar M, dan Rp 29,25 miliar dari beberapa vendor bansos COVID-19 lainnya.

Dalam menjatuhkan vonis terhadap Juliari hakim mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan.

Untuk hal yang memberatkan, perbuatan Juliari dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Hakim juga menilai Juliari berbelit-belit dalam memberikan keterangan dan tidak mengakui perbuatannya. Perbuatan terdakwa dilakukan pada saat kondisi darurat pandemi COVID-19.

"Ibarat melempar batu sembunyi tangan," kata hakim.

Baca Juga:

Hari ini, Mantan Mensos Juliari Jalani Sidang Putusan Kasus Bansos

Sementara itu, untuk hal yang meringankan, Juliari belum pernah dihukum.

Atas perbuatannya Juliari dinyatakan terbukti melanggar pasal 12 huruf a atau pasal 11 Undang-Undang (UU) RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, juncto pasal 64 ayat (1) KUHP. (Pon)

Baca Juga:

Maki Berharap Terdakwa Korupsi Bansos Juliari Dihukum Berat

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Disdik DKI Belum Hentikan PTM 100 Persen Sikapi Lonjakan Omicron
Indonesia
Disdik DKI Belum Hentikan PTM 100 Persen Sikapi Lonjakan Omicron

Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di DKI Jakarta masih digelar 100 persen, meskipun kasus varian baru COVID-19 Omicron terus merangkak naik.

Hakim Setuju Sidang Polisi Penembak Laskar FPI Selanjutnya Langsung Vonis
Indonesia
Polda Metro Beberkan Kronologis Penangkapan Kapolsek Sepatan
Indonesia
Polda Metro Beberkan Kronologis Penangkapan Kapolsek Sepatan

Kapolsek Sepatan, AKP Oky Bekti Wibowo ditangkap terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkoba jenis sabu.

Kelakar Hendra Setiawan setelah Lawan Jokowi, Lebih Berat dari The Minions
Indonesia
Kelakar Hendra Setiawan setelah Lawan Jokowi, Lebih Berat dari The Minions

"Hahaha. Lebih berat lawan Pak Jokowi," ujar Hendra sambil tertawa.

Bicara Soal Perang Ukraina dan Rusia, Jokowi Sebut Bakal Ada Ketidakpastian Global
Indonesia
Bicara Soal Perang Ukraina dan Rusia, Jokowi Sebut Bakal Ada Ketidakpastian Global

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbincara soal konflik Rusia dan Ukraina di Rapim TNI-Polri 2022.

KAI Siapkan 2 Trip KA Uji Coba Rute Garut-Cibatu Secara Gratis
Indonesia
KAI Siapkan 2 Trip KA Uji Coba Rute Garut-Cibatu Secara Gratis

Manajer Humas PT KAI Daop 2 Bandung Kuswardoyo menyampaikan, uji coba KA Garut-Cibatu pada Kamis itu akan ada dua trip dengan jadwal pemberangkatan di Stasiun Garut pada pukul 09.00 WIB dan 11.35 WIB.

Polri Siapkan Langkah Antisipasi Pengamanan Aksi Reuni 212
Indonesia
Polri Siapkan Langkah Antisipasi Pengamanan Aksi Reuni 212

"Sudah disiapkan langkah-langkah antisipasinya oleh Polda Metro Jaya," kata Dedi kepada wartawan di Jakarta, Rabu (24/11).

Jelang KTT G20, Korlantas Polri Soroti Problema Lalu Lintas di Bali
Indonesia
Jelang KTT G20, Korlantas Polri Soroti Problema Lalu Lintas di Bali

Persiapan menyambut Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali terus dikebut. Salah satunya soal prasarana untuk menunjang mobilitas warga. Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Firman Shantyabudi melakukan kunjungan ke Bali untuk meninjau pengamanan lalu lintas disana.

Institute of The Arts Beberkan Alasan Beri Gelar Profesor Tertinggi ke Megawati
Indonesia
Institute of The Arts Beberkan Alasan Beri Gelar Profesor Tertinggi ke Megawati

Institut Seni Seoul atau Seoul IInstitute of The Arts (SIA) secara resmi menganugerahkan gelar Honorary Chair Professor, gelar profesor kehormatan tertinggi kepada Megawati Soekarnoputri.

Ekonomi Triwulan I Capai 5 Persen, Mobilitas Belanja Menguat
Indonesia
Ekonomi Triwulan I Capai 5 Persen, Mobilitas Belanja Menguat

Mobilitas di tempat belanja kebutuhan sehari-hari sudah meningkat 27,46 persen dibanding kondisi normal.