Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan Segera Jalani Sidang Kasus Suap Harun Masiku Kasus suap Wahyu Setiawan diduga libatkan sejumlah politisi PDIP (Foto: antaranews)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melimpahkan berkas penyidikan mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan dan mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina.

Dengan demikian, kedua tersangka kasus dugaan suap pengurusan Pergantian Antar Waktu (PAW) caleg PDIP, Harun Masiku itu akan segera menjalani sidang perdana.

Baca Juga

Wahyu Setiawan Pakai Uang Suap Rp40 Juta untuk Karaoke Bareng Politisi PDIP

"Hari ini, penyidik melaksanakan tahap II (penyerahan tersangka dan Barang Bukti) kepada JPU untuk dua tersangka atau terdakwa yaitu Wahyu Setiawan dan Agustiani Tio Fredelina," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Rabu (6/5).

Dengan pelimpahan ini, Jaksa Penuntut KPK memiliki waktu maksimal 14 hari kerja untuk menyusun surat dakwaan terhadap Wahyu dan Agustiani. Nantinya, surat dakwaan itu akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Jakarta untuk disidangkan.

"Rencana persidangan akan dilaksanakan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat," ujarnya.

Eks Komisioner Wahyu Setiawan mengentertaint sejumlah politisi PDIP dengan karaoke bersama
Eks komisioner KPU Wahyu Setiawan jalani pemeriksaan sebagai tersangka di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (5/2) (MP/Ponco Sulaksono)

Sejauh ini, KPK telah mengumpulkan keterangan dari 36 saksi untuk melengkapi berkas penyidikan Wahyu Setiawan dan Agustiani. Sejumlah saksi yang pernah diperiksa diantaranya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Krsitiyanto; Ketua KPU, Arief Budiman; serta Advokat PDIP, Donny Tri Istiqomah.

"Selama proses penyidikan, telah dilakukan pemeriksaan saksi-saksi sebanyak 36 saksi diantaranya Hasto Kristiyanto, Arief Budiman, Riezky Aprilia," ujarnya.

Keterangan para saksi tersebut telah dituangkan dalam berkas penyidikan Wahyu Setiawan maupun Agustiani. Nantinya, para saksi tersebut akan kembali dimintai keterangannya di persidangan Wahyu dan Agustiani guna proses pembuktian.

Dalam kasus ini KPK telah menetapkan Harun Masiku bersama Wahyu Setiawan, Agustiani Tio Fridelina dan Saeful Bahri, eks anak buah Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sebagai tersangka.

Baca Juga

Saksi Dugaan Suap PAW DPR Ungkap Latar Belakang Eks Staf Hasto Kristiyanto

Wahyu dan Agustiani diduga menerima suap dari Harun dan Saeful dengan total sekitar Rp 900 juta. Suap itu diduga diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia.

Saat ini, Saeful Bahri sudah memasuki proses persidangan. Sementara Harun Masiku masih diburu KPK dan Polri. Belum diketahui dimana keberadaan Harun. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Usai Tertembak, Anggota TGPF Kasus Intan Jaya Diterbangkan ke Jakarta
Indonesia
Usai Tertembak, Anggota TGPF Kasus Intan Jaya Diterbangkan ke Jakarta

Korban yang terluka dievakuasi dengan Helikopter Caracal TNI AU dari Sugapa, Intan Jaya jam 07.00 WIT

PSBB Diperketat, Industri Keuangan Berjalan Normal
Indonesia
PSBB Diperketat, Industri Keuangan Berjalan Normal

PSBB akan diberlakukan di DKI Jakarta dan 23 kabupaten/kota di enam provinsi yang masuk wilayah berisiko tinggi penyebaran COVID-19.

Ini 6 Titik Penyekatan Pemudik di Kota Bogor
Indonesia
Ini 6 Titik Penyekatan Pemudik di Kota Bogor

Pada operasi kewaspadaan mudik lebaran ini, Satgas Penanganan COVID-19 Kota Bogor menurunkan sekitar 15.000 petugas gabungan.

Kapolda Metro Janji Transparan Terkait Kasus Kematian Laskar FPI
Indonesia
Kapolda Metro Janji Transparan Terkait Kasus Kematian Laskar FPI

“Polda Metro Jaya akan transparan dan memberikan ruang kepada komnas HAM, agar hasil investigasi ini menjadi akuntabel di mata publik,” katanya

Mahfud MD Sebut 92 Persen Warga Papua Pro NKRI
Indonesia
Mahfud MD Sebut 92 Persen Warga Papua Pro NKRI

Pemerintah memandang tindakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) sebagai aksi terorisme.

Usai Diperiksa KPK, Edhy Prabowo Akui Belanja Barang Mewah di Hawaii
Indonesia
Usai Diperiksa KPK, Edhy Prabowo Akui Belanja Barang Mewah di Hawaii

Edhy Prabowo merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait perizinan ekspor benih lobster atau benur.

Diseret dan Ditutup Mata, Penangkapan Munarman Diprotes Pengacara
Indonesia
Diseret dan Ditutup Mata, Penangkapan Munarman Diprotes Pengacara

Pasal 5 ayat (1) UU Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat yang menyatakan advokat termasuk penegak hukum. Menurut Hariadi, jika dipanggil secara patut, Munarman pasti akan patuh.

Upah Minimum Tak Naik, Buruh Siap Mogok Nasional
Indonesia
Upah Minimum Tak Naik, Buruh Siap Mogok Nasional

Buruh Indonesia menolak surat edaran Menteri Ketenagakerjaan yang menyatakan bahwa nilai upah minimum 2021 sama dengan nilai upah minimum 2020.

Sudah Dengar Pendapat NU dan Muhammadiyah, Jokowi Tolak Pilkada Ditunda
Indonesia
Sudah Dengar Pendapat NU dan Muhammadiyah, Jokowi Tolak Pilkada Ditunda

Presiden berpendapat bahwa pilkada tidak perlu ditunda dan tetap dilaksanakan.

[Hoaks atau Fakta]: Lianhua Qingwen Jadi Obat Atasi COVID-19
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Lianhua Qingwen Jadi Obat Atasi COVID-19

Food and Drug Administration (FDA) pada bulan Agustus 2020 lalu menyetujui penggunaan Lianhua Qingwen hanya untuk mengobati gejala dari COVID-19 tetapi tidak dapat mengobati virus COVID-19.