Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan Dituntut 8 Tahun Penjara Kasus suap Wahyu Setiawan diduga libatkan sejumlah politisi PDIP (Foto: antaranews)

MerahPutih.com - Eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan dituntut 8 tahun pidana penjara dan denda Rp 400 juta subsider 6 bulan kurungan oleh Jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Jaksa meyakini Wahyu Setiawan bersama-sama mantan Anggota Bawaslu yang juga kader PDIP, Agustiani Tio Fridelina terbukti menerima suap sebesar Rp 600 juta dari kader PDIP Saiful Bahri.

Baca Juga

Wahyu Setiawan Pakai Uang Suap Rp40 Juta untuk Karaoke Bareng Politisi PDIP

Suap itu diberikan agar Wahyu mengusahakan KPU menetapkan Harun Masiku sebagai anggota DPR PAW menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia.

"Menuntut, menyatakan terdakwa Wahyu Setiawan secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," kata Jaksa KPK Takdir Suhan saat membacakan surat tuntutan Wahyu, Senin (3/8).

Selain itu, Jaksa juga meyakini Wahyu menerima uang sebesar Rp 500 juta terkait seleksi anggota KPU Daerah Papua Barat periode 2020-2025. Uang diberikan melalui Sekretaris KPU Provinsi Papua Barat, Rosa Muhammad Thamrin Payapo.

Eks Komisioner Wahyu Setiawan mengentertaint sejumlah politisi PDIP dengan karaoke bersama
Eks komisioner KPU Wahyu Setiawan jalani pemeriksaan sebagai tersangka di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (5/2) (MP/Ponco Sulaksono)

Tak hanya pidana pokok, Jaksa juga menuntut agar Wahyu dijatuhi hukuman tambahan berupa pencabutan hak untuk dipilih sebagai pejabat publik selama 4 tahun setelah selesai menjalani pidana.

Sedangkan untuk Agustiani Tio, Jaksa menuntut agar Majelis Hakim menjatuhkan hukum 4 tahun 6 bulan pidana penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan.

Dalam menjatuhkan tuntutan ini, Jaksa mempertimbangkan sejumlah hal. Untuk hal yang memberatkan, Jaksa menilai Wahyu Setiawan dan Agustiani Tio tidak mendukung upaya pemerintah dalam memberantas korupsi.

Baca Juga

Saksi Dugaan Suap PAW DPR Ungkap Latar Belakang Eks Staf Hasto Kristiyanto

Kedua terdakwa juga telah menikmati uang yang diterimanya. Tak hanya itu, Jaksa menilai perbuatan Wahyu dan Agustiani Tio berpotensi mencederai hasil Pemilu.

"Perbuatan para Terdakwa berpotensi mencederai hasil pemilu sebagai proses demokrasi yang berlandaskan pada kedaulatan rakyat," kata Jaksa.

Sementara untuk hal yang meringankan, Jaksa menilai Wahyu dan Agustiani Tio telah bersikap sopan selama persidangan, serta mengakui dan menyesali perbuatannya. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kasus COVID-19 di Jakarta Bertambah 1.009 Orang
Indonesia
Kasus COVID-19 di Jakarta Bertambah 1.009 Orang

Dengan positivity rate 9,8 persen, penambahan kasus positif hari ini sebanyak 1.009 jiwa.

 Seorang Profesor di UGM Positif Corona
Indonesia
Seorang Profesor di UGM Positif Corona

"Kami menyampaikan ini sudah atas persetujuan dari keluarga. UGM memberikan dukungan sepenuhnya bagi perawatan beliau dan keluarganya," ujar Paripurna

Erick Thohir Diprediksi Jadi Menteri Paling Bersinar dan Berprestasi di Kabinet
Indonesia
Erick Thohir Diprediksi Jadi Menteri Paling Bersinar dan Berprestasi di Kabinet

Masyarakat atau publik memiliki harapan dan ekspektasi besar kepada Menteri BUMN tersebut

Pemerintah Didesak Proaktif Sampaikan Informasi Terkait COVID-19
Indonesia
Pemerintah Didesak Proaktif Sampaikan Informasi Terkait COVID-19

"Karena dapat mengancam hajat hidup orang banyak dan ketertiban umum," kata Gede

PSBB Diperpanjang, Ganjil-Genap Tidak Berlaku
Indonesia
PSBB Diperpanjang, Ganjil-Genap Tidak Berlaku

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan memperpanjang PSBB. PSBB diperpanjang sampai 11 Oktober 2020. Selama PSBB jilid 2 ini, Anies menyebut ada tanda-tanda pelandaian kasus positif dan kasus aktif di Jakarta.

Vaksinasi COVID-19 Gratis Dilakukan di Puskesmas
Indonesia
Vaksinasi COVID-19 Gratis Dilakukan di Puskesmas

Pemerintah pusat pun telah menyiapkan skema pembagian vaksin bagi masyarakat. Nantinya, terdapat beberapa alur sebelum vaksin disuntikkan ke tubuh.

Calon Kapolri Pengganti Idham Azis Diyakini Punya Kedekatan Dengan Jokowi
Indonesia
Calon Kapolri Pengganti Idham Azis Diyakini Punya Kedekatan Dengan Jokowi

Beberapa nama yang diproyeksikan masuk bursa calon Kapolri, antara lain, Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono dan Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo.

Pesan Khusus 'Tahanan KPK' di TPS 037 untuk Gibran Jokowi dan Bagyo
Indonesia
Pesan Khusus 'Tahanan KPK' di TPS 037 untuk Gibran Jokowi dan Bagyo

Hari pencoblosan Pilkada Serentak 2020 bertepatan dengan Hari Antikorupsi se-Dunia 9 Desember.

 Golkar Bela Pemerintah Terkait Program Kartu Prakerja
Indonesia
Golkar Bela Pemerintah Terkait Program Kartu Prakerja

"Dalam pandangan saya, kita harus mendukung apa yang menjadi program Pemerintah, karena ini mempunyai nilai kebaikan bagi rakyat Indonesia," ujar Misbakhun

Vaksinasi COVID-19 Tidak Tambah Defisit APBN
Indonesia
Vaksinasi COVID-19 Tidak Tambah Defisit APBN

Pemerintah akan mendatangkan ratusan juta dosis vaksin tersebut dari setidaknya lima sumber.