Eks Ketua PPATK Sebut Setnov Terindikasi Lakukan Pencucian Uang Terdakwa kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (15/2). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

MerahPutih.com - Eks Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein menjadi salah satu saksi untuk terdakwa Setya Novanto dalam sidang perkara korupsi proyek e-KTP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Senin (12/3).

Dalam kesaksiannya, Yunus menyebut Setnov terindikasi melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Hal itu, kata dia, terlihat dari sejumlah transaksi keuangan dari luar negeri yang diduga ditujukan kepada mantan Ketua DPR itu.

"Modus yang mengidentifikasi bagian dari money laundering (pencucian uang) dengan menyamarkan harta yang dipakai untuk beberapa transaksi," kata Yunus.

Menurut Yunus, modus pencucian uang yang diduga dilakukan Setnov juga tercermin dari penyimpanan uang di luar negeri seperti di Singapura dan Hong Kong. Selain itu, indikasi pencucian uang itu terkait adanya modus pertukaran uang dalam bentuk dolar.

"Ada beberapa karakter yang suspicious, Mauritius termasuk high risk country dalam rangka pencucian uang, penggunaan money changer bank-bank asing tidak mau kirim rekening ke money changer," jelasnya.

Lebih lanjut Yunus menambahkan, bahwa penggunaan uang tunai biasanya agar sumber uang sulit dilacak dan tidak meninggalkan jejak. Namun dalam kasus ini, disinyalir si penerima dan si pengirim menghapus transaksi untuk menghindari pelaporan.

"Kalau ini agak complicated. Ini direncanakan untuk sembunyikan asal-usul," pungkas Yunus. (Pon)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Saksi Ahli Sebut Hanya 7,4 Juta e-KTP yang Sudah Diaktivasi

Kredit : ponco

Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH