Eks Kalapas Sukamiskin Deddy Handoko "Kabur" Usai Diperiksa KPK Mantan Kepala Lembaga Permasyarakatan Sukamiskin Deddy Handoko. (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

MetahPutih.com - Mantan Kepala Lembaga Permasyarakatan Sukamiskin Deddy Handoko rampung diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap terkait pemberian fasilitas dan izin di lapas tersebut, Selasa (10/3).

Meski berstatus tersangka, Deddy diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

Baca Juga:

KPK Jebloskan Eks Gubernur Aceh Irwandi Yusuf ke Lapas Sukamiskin

Sesuai diperiksa Deddy tak banyak berkomentar terkait pemeriksaannya hari ini. Dia lebih memilih "kabur" meninggalkan markas KPK.

"Tanya penyidik saja. Enggak ada (keterangan), sudah ya, enggak ada, oke ya," kata Deddy di gedung KPK, Kuningan, Jakarta.

KPK telah menetapkan lima orang tersangka dalam pengembangan kasus tindak pidana korupsi pemberian dan penerimaan hadiah atau janji terkait dengan pemberian fasilitas atau perizinan keluar Lapas Kelas I Sukamiskin pada Rabu (16/10).

Tubagus Chaeri Wardana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (31/10). ANTARA/Desca Natalia
Tubagus Chaeri Wardana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (31/10). ANTARA/Desca Natalia

Lima orang itu, yakni Kepala Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin (Maret 2018) Wahid Husein (WH), Kepala Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin (2016 sampai dengan Maret 2018) Deddy Handoko (DHA).

Selanjutnya, Direktur Utama PT Glori Karsa Abadi Rahadian Azhar (RAZ), Wawan, dan Fuad Amin (FA) yang pernah menjabat sebagai Bupati Bangkalan atau warga binaan. Namun, Fuad telah meninggal dunia saat penyidikan berjalan. Terkait dengan hal itu, KPK akan fokus menangani pada perkara yang melibatkan empat tersangka lainnya.

Dalam konstruksi perkara dijelaskan bahwa tersangka Wawan menjadi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin Bandung sejak 17 Maret 2015 dengan pidana 7 tahun penjara terkait perkara penyuapan dalam penanganan sengketa Pilkada Kabupaten Lebak Tahun 2013 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Baca Juga:

Ditjen PAS Pastikan Bongkar Sel Mewah Setnov dan Nazaruddin di Lapas Sukamiskin

Di Lapas Sukamiskin, Wawan memiliki pendamping yang bertugas mengurus segala keperluan di antaranya izin berobat ke luar lapas, mengurus kebutuhan sehari-hari, membantu komunikasi, dan negosiasi dengan pihak lapas, bahkan berkomunikasi dengan pihak swasta di luar lapas.

Wawan mengenal tersangka Deddy pada 2017 dan Wahid pada 2018 sebagai Kepala Lapas Sukamiskin pada periode jabatannya masing-masing.

Selama ditempatkan di Lapas Sukamiskin periode 26 September 2016-14 Maret 2018, Wawan diduga telah memberi Mobil Toyota Kijang Innova Putih Reborn G Luxury dengan nomor polisi D 101 CAT kepada Deddy.

Kepada Wahid selama periode 14 Maret 2018-21 Juli 2018, Wawan diduga telah memberikan uang Rp75 juta. Pemberian-pemberian tersebut diduga memiliki maksud untuk mendapatkan kemudahan izin keluar Lapas dari Deddy dan Wahid saat menjadi Kalapas Sukamiskin. Izin yang berusaha didapatkan adalah izin berobat ke luar lapas maupun izin luar biasa. (Pon)

Baca Juga:

Ditjen PAS Ungkap Alasan Setnov Dipulangkan ke Sukamiskin

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jumlah Pasien Positif Corona Indonesia Tembus Angka 172
Indonesia
Jumlah Pasien Positif Corona Indonesia Tembus Angka 172

Secara umum, kondisi pasien yang dirawat membaik

Pasangan Suami Istri Sindikat Penipuan Proyek Miliaran Rupiah Diciduk Polisi
Indonesia
Pasangan Suami Istri Sindikat Penipuan Proyek Miliaran Rupiah Diciduk Polisi

Pelaku juga diketahui menggunakan hasil uang penipuan untuk membeli sebidang tanah dan rumah

Lima Tujuan Pemprov DKI Bentuk Perda Penanganan COVID-19
Indonesia
Lima Tujuan Pemprov DKI Bentuk Perda Penanganan COVID-19

Pertama, memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat dari penularan dan penyebaran COVID-19.

Debat Malam Ini, Bagyo Cooling Down dan Gibran Dipesani Jokowi Tidak Tegang
Indonesia
Debat Malam Ini, Bagyo Cooling Down dan Gibran Dipesani Jokowi Tidak Tegang

Debat juga disiarkan secara langsung di salah satu televisi swasta nasional.

Kenapa Anies Tak Undang Influencer Saat Peluncuran Vaksinasi di Jakarta?
Indonesia
Kenapa Anies Tak Undang Influencer Saat Peluncuran Vaksinasi di Jakarta?

Gubernur Anies Baswedan dan wakilnya Ahmad Riza Patria tak ikut divaksin

Verifikasi Faktual Dukungan Calon Perseorangan Pilwakot, KPU Solo Terjunkan 330 Petugas
Indonesia
Verifikasi Faktual Dukungan Calon Perseorangan Pilwakot, KPU Solo Terjunkan 330 Petugas

Tahapan verfak dilakukan dengan protokol kesehatan dalam menangani COVID-19.

Masa Jabatan Berakhir 17 Februari, Rudy: Saya Masih Punya Tugas Awasi Gibran
Indonesia
Masa Jabatan Berakhir 17 Februari, Rudy: Saya Masih Punya Tugas Awasi Gibran

Masa jabatan Wali Kota dan Waki Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo-Achmad Purnomo akan berakhir pada 17 Februari 2021 mendatang.

MenpanRB Minta BNPT Turun Langsung Berantas Radikalisme di Lingkup ASN
Indonesia
MenpanRB Minta BNPT Turun Langsung Berantas Radikalisme di Lingkup ASN

Hal ini harus dilakukan agar mereka mengetahui tujuan dari bangsa kita

Satgas COVID-19 Bentuk Tim Pakar Pastikan Vaksin Cocok untuk Masyarakat Indonesia
Indonesia
Satgas COVID-19 Bentuk Tim Pakar Pastikan Vaksin Cocok untuk Masyarakat Indonesia

Nanti tentunya akan berkembang dengan berbagai alternatif dan potensi yang lainnya ada di Indonesia

PPP Minta DPR Akomodasi Pandangan Ormas Keagamaan dalam RUU HIP
Indonesia
PPP Minta DPR Akomodasi Pandangan Ormas Keagamaan dalam RUU HIP

Semua respons itu menunjukkan bahwa umat Islam ingin menjaga Pancasila sebagai dasar, idiologi dan falsafah negara yang sudah disepakati pada saat NKRI ini didirikan.