Eks Kabiro Perencanaan dan Organisasi Bakamla Divonis 4 Tahun Penjara Terdakwa kasus suap pengadaan drone dan alat "satellite monitoring" di Bakamla Nofel Hasan menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (19/3). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

MerahPutih.com - Mantan Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Badan Keamanan Laut (Bakamla) Nofel Hasan divonis pidana empat tahun penjara. Nofel juga diwajibkan membayar uang denda sebesar Rp 200 Juta subsider dua bulan penjara.

Hal tersebut disampaikan Ketua Majelis Hakim Diah Siti Basariah, saat membacakan amar putusan Nofel Hasan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (19/3).

"Menjatuhkan pidana terhadap terhadap terdakwa Nofel Hasan berupa penjara empat tahun dan denda Rp200 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama dua bulan," kata hakim Diah.

Nofel Hasan terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana yang tertuang dalam dakwaan. Nofel terbukti menerima uang sejumlah S$104.500 atau senilai Rp 1 miliar dari Direktur Utama PT Melati Technofo Indonesia Fahmi Darmawansyah.

Dia terbukti melanggar Pasal 12 huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Adapun, hal-hal yang memberatkan terdakwa Nofel Hasan karena perbuatannya itu tidak membantu program pemerintah dalam pemberantasan Tipikor.

Sedangkan, hal yang meringankan, terdakwa‎ berlaku sopan dalam persidangan, mengaui perbuatannya, belum pernah dihukum, dan masih memiliki tanggungan keluarga.

"Terkait dengan permohonan terdakwa menjadi justice collaborator, majelis tidak dapat mengabulkannya dengan alasan terdakwa baru mengakui perbuatannya sebagian," kata anggota majelis hakim Sofialdi.

Atas vonis tersebut, tim penasihat hukum maupun Nofel Hasan meminta waktu untuk pikir-pikir dalam upaya perlawanan hukum lainnya. Pun demikian, dengan tim Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang masih pikir-pikir atas vonis itu.

Diketahui, vonis itu lebih rendah dari tuntutan Jaksa KPK. Sebelumnya, Jaksa penuntut pada KPK sendiri menuntut Nofel Hasan dengan hukuman pidana lima tahun penjara. Nofel juga dituntut denda sebesar Rp 200 Juta subsider tiga bulan kurungan. (Pon)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH