Eks Jaksa Pinangki Bebas Bersyarat Pinangki Sirna Malasari berjalan usai menjalani pemeriksaan di gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Jakarta. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

MerahPutih.com - Direktorat Jenderal Permasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Ditjen PAS Kemenkumham) membenarkan mantan Jaksa Pinangki Sirna Malasari telah menghirup udara bebas.

Pinangki yang merupakan terpidana kasus penanganan perkara Cessie Bank Bali Djoko Tjandra itu telah bebas bersyarat mulai hari ini.

"Iya betul, hari ini bebas bersyarat," kata Kabag Humas dan Protokol Ditjen PAS Kemenkumham Rika Aprianti kepada wartawan, Selasa (6/9).

Baca Juga:

Kejagung Tegaskan Pinangki Telah Dipecat Sejak Agustus 2021

Namun, Rika belum memperinci berapa lama masa bimbingan Pinangki sampai akhirnya dia bisa bebas Murni.

Diketahui, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta memvonis Pinangki 10 tahun penjara. Dia terbukti melakukan tiga perbuatan pidana, yaitu terbukti menerima suap sebesar USD 500 ribu dari terpidana kasus cessie Bank Bali Djoko Tjandra.

Baca Juga:

ICW Sindir Kejagung soal Tuntutan Hukuman Mati Heru Hidayat dengan Kasus Pinangki

Selain itu, dia juga terbukti melakukan pencucian uang senilai USD375.279 atau setara Rp 5,25 miliar. Uang tersebut adalah bagian dari uang suap yang diberikan Djoko Tjandra.

Di tingkat banding, hukuman Pinangki dipangkas menjadi empat tahun penjara. Saat itu, jaksa pun tidak mengajukan kasasi atas putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta tersebut. (Pon)

Baca Juga:

Pemecatan Pinangki Dinilai Terlambat

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jokowi Kembali Menyerukan Stop Perang Dihadapan Para Pemimpin G20
Dunia
Jokowi Kembali Menyerukan Stop Perang Dihadapan Para Pemimpin G20

Presiden RI menegaskan banyak hal yang dipertaruhkan dan perang hanya akan menyengsarakan rakyat, serta pemulihan ekonomi dunia tidak akan terjadi jika situasi tidak membaik.

21,4 Juta Warga Indonesia Telah Divaksin Dosis Ketiga
Indonesia
21,4 Juta Warga Indonesia Telah Divaksin Dosis Ketiga

Penduduk Indonesia yang telah menerima vaksin dosis ketiga (penguat) sudah mencapai 21.474.870 jiwa

BMKG Amati Hilal Awal Ramadan 1 April, Diprediksi Tak Terlihat
Indonesia
BMKG Amati Hilal Awal Ramadan 1 April, Diprediksi Tak Terlihat

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan melaksanakan pengamatan hilal penentuan awal bulan Ramadhan 1443 H (2022 M) pada Jumat (1/4).

2 Jenazah Kru Helikopter yang Jatuh di Perairan Belitung Diterbangkan ke Pondok Cabe Pagi Ini
Indonesia
2 Jenazah Kru Helikopter yang Jatuh di Perairan Belitung Diterbangkan ke Pondok Cabe Pagi Ini

Dua jenazah helikopter Polairud NBO-105 / P-1103 Polri yakni Co Pilot helikopter Briptu Mochamad Lasminto dan teknisi pelaksana Bripda Muhammad Khoirul Anam diterbangkan, Rabu (30/11) ke Jakarta.

Makin Dekat Mudik Lebaran, 1,2 Juta Orang Disuntik Booster Sehari
Indonesia
Makin Dekat Mudik Lebaran, 1,2 Juta Orang Disuntik Booster Sehari

Dari data yang diberikan pada Rabu, 6 April 2022 sebanyak 1.250.477 warga telah disuntik vaksin COVID-19 dosis ketiga atau booster .

6 Rekomendasi MUI Terkait Vaksin COVID-19 Asal India
Indonesia
6 Rekomendasi MUI Terkait Vaksin COVID-19 Asal India

Majelis Ulama Indonesia (MUI) merekomendasikan enam poin terkait pembelian vaksin COVID-19 asal India.

Lonjakan Harga Bakal Terjadi Sampai November 2022
Indonesia
Lonjakan Harga Bakal Terjadi Sampai November 2022

Potensi kemiskinan bisa melebihi tingkat kemiskinan di saat pandemi COVID-19, mungkin bisa mencapai 10,3 persen di September 2022.

Kemenag Rilis Label Halal Baru Berlaku Nasional, Pahami Makna Filosofisnya!
Indonesia
Kemenag Rilis Label Halal Baru Berlaku Nasional, Pahami Makna Filosofisnya!

Huruf Arab penyusun kata halal yang terdiri atas ha, lam alif, dan lam disusun dalam bentuk menyerupai gunungan pada wayang.

Serangan Rusia ke Ukraina Berdampak Pada Harga Minyak Mentah Indonesia
Indonesia
Serangan Rusia ke Ukraina Berdampak Pada Harga Minyak Mentah Indonesia

Rusia memasok 10 persen minyak global, sepertiga gas Eropa dan, bersama dengan Ukraina, menyumbang 29 persen ekspor gandum global dan 80 persen minyak bunga matahari serta 19 persen ekspor jagung.

Istana Sebut Pesan Jokowi Terkait Penceramah Radikal Bukan Mengada-ada
Indonesia
Istana Sebut Pesan Jokowi Terkait Penceramah Radikal Bukan Mengada-ada

Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penceramah radikal yang disampaikan dalam rapat pimpinan TNI -Polri beberapa pekan lalu memunculkan pro dan kontra.