Kasus Korupsi
 Eks Dirut Garuda Didakwa Lakukan Pencucian Uang dari Pembelian Pesawat Eks Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar dalam mobil tahanan KPK di Jakarta, Rabu (7/8) (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.Com - Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar didakwa bersalah telah melakukan Tindak Pidana Pencucian (TPPU) oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Emirsyah didakwa telah mencuci uang hasil korupsi terkait kontrak pengadaan pesawat di PT Garuda Indonesia. ‎Emirsyah didakwa melakukan TPPU bersama dengan mantan Dirut PT Mugi Rekso Abadi (MRA), Soetikno Soedarjo.

Baca Juga:

Bantah Terima Suap Rolls-Royce, Begini Penjelasan Emirsyah Satar

Demikian diungkapkan Wawan Yunarwanto Jaksa KPK saat membacakan surat dakwaan untuk terdakwa Emirsyah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin (30/12).

Wawan menyebut Emirsyah diduga telah mentransfer, menitipkan, menempatkan, membayarkan, serta menyamarkan hasil korupsinya tersebut ke sejumlah tempat ataupun barang.

Eks Dirut Garuda lakukan pencucian dari pembelian pesawat
Mantan Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar (Foto: antaranews)

"Terdakwa telah melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan yang berupa perbuatan yang menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang atau surat berharga, atas harta kekayaan," ‎jelas Jaksa Wawan.

Wawan menerangkan, bahwa uang hasil korupsi Emirsyah disamar‎kan dengan cara mentransfer menggunakan rekening atas nama Woodlake International Limited di Union Bank Of Switzerland (UOB) ke rekening milik Mia Baddila Suhodo.

Selanjutnya uang itu ditransfer kembali ke rekening Sandrani Abubakar di Bank BCA dan rekening Eghadana Rasyid Satar di Commonwealth Bank.

Emirsyah juga disebut menggunakan uang hasil korupsinya untuk melunaskan utang kredit di Bank UOB serta membayarkan pembelian Apartemen di daerah Melbourne, Australia. Emirsyah disebut menitipkan uang hasil korupsinya sebesar 1.458.364 dolar Amerika Serikat dalam rekening Woodlake ke rekening Soetikno Soedarjo.

Emirsyah juga menyamarkan hasil korupsinya dengan ‎mengalihkan kepemilikan satu apartemen di 48 Marine Road Parade Road Singapura kepada Innospace Invesment Holding. Perbuatan keduanya itu diduga Jaksa sebagai modus untuk menyembunyikan hasil tindak pidana korupsi.

"Patut diduga merupakan merupakan hasil tindak pidana korupsi dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul harta kekayaannya," ujar Jaksa Lie.

Atas perbuatannya, Emirsyah didakwa melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Dibeberkan Jaksa, Emirsyah menerima suap dalam empat jenis mata uang dengan rincian, Rp5.859.754.797 atau Rp5,8 miliar, 884.200 dolar Amerika Serikat, 1.020.975 Euro, serta 1.189.208 dolar Singapura. Jika dikonversi dalam bentuk rupiah seluruh suap yang diterima Emirsyah berjumlah Rp46 miliar.

Jaksa menyebut, Emirsyah bersama-sama dengan Kapten Agus Wahyudo dan Hadinoto Soedigno ‎diduga telah mengintervensi pengadaan di PT Garuda Indonesia. Menurut Jaksa, ada lima kontrak pengadaan yang diintervensi oleh Emirsyah dan kawan-kawannya.

Baca Juga:

KPK Tetapkan Eks Dirut Garuda Emirsyah Satar Tersangka Pencucian Uang

Kontrak pengadaan itu yakni terkait pengadaan pesawat Airbus A330 series, pesawat Airbus A320, pesawat ATR 72 serie 600, dan Canadian Regional Jet (CRJ) 1000 NG serta pembelian dan perawatan mesin Rolls Royce Trent 700.

Saat dikonfirmasi Emirsyah mengaku bersalah atas perbuatannya. Ia menerima dakwaan itu dan tidak akan mengajukan nota keberatan atau eksepsi.

‎"Yang mulia, pada kesempatan ini saya mohon maaf karena persahabatan, saya melakukan perbuatan yang khilaf. Dan semua yang didalam surat dakwaan tidak semua benar, Saya mohon keadilan dari majelis hakim yang terhormat. Dan atas dasar ini juga saya tidak mengajukan eksepsi" pungkasnya.(Asp)

Baca Juga:

KPK Tahan Emirsyah Satar dan Soetikno Soedarjo

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kapolda di Seluruh Indonesia Diperintahkan Tindak Pengambil Jenazah COVID-19
Indonesia
Kapolda di Seluruh Indonesia Diperintahkan Tindak Pengambil Jenazah COVID-19

Menegakkan disiplin, tidak bisa dengan bujuk rayu

Peredaran Narkoba Selama Pandemi COVID-19 Melonjak 120 Persen
Indonesia
Peredaran Narkoba Selama Pandemi COVID-19 Melonjak 120 Persen

Para pengedar dan bandar narkoba memanfatakan situasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk beraksi.

Presiden Jokowi Lantik Irjen Boy Rafli sebagai Kepala BNPT
Indonesia
Presiden Jokowi Lantik Irjen Boy Rafli sebagai Kepala BNPT

Presiden Joko Widodo melantik Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Boy Rafli Amar sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Update COVID-19 Selasa (1/9) 177.571 Positif, 128.057 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Selasa (1/9) 177.571 Positif, 128.057 Sembuh

kasus COVID-19 di Indonesia kini ada 177.571 orang, terhitung sejak diumumkannya kasus pertama pada 2 Maret 2020.

Polda Metro Ringkus Para Penyebar Hoaks Virus Corona
Indonesia
Polda Metro Ringkus Para Penyebar Hoaks Virus Corona

Para tersangka yang mengenakan penutup wajah dan baju tahanan ini hanya bisa terdiam saat ditampilkan ke awak media.

Pembubaran FPI Bisa Picu Perlawanan, Pemerintah Diminta Dekati Tokoh Agama
Indonesia
Pembubaran FPI Bisa Picu Perlawanan, Pemerintah Diminta Dekati Tokoh Agama

Kebijakan pembubaran Front Pembela Islam bisa memiliki efek panjang sehingga pemerintah harus mengantisipasinya.

 Sekda DKI Beberkan Revitalisasi Monas Agar Terlihat Seperti Kawasan Menara Eiffel
Indonesia
Sekda DKI Beberkan Revitalisasi Monas Agar Terlihat Seperti Kawasan Menara Eiffel

Jadi kalau datang ke Medan Merdeka Selatan berujar 'Mana sih Monas? Eh itu, kayak Menara Eiffel' gitu," ujar Saefullah

Lahan Pusat Kuliner di Pluit Jakut Dijual Pemprov DKI Rp60 Juta Per Meter
Indonesia
Lahan Pusat Kuliner di Pluit Jakut Dijual Pemprov DKI Rp60 Juta Per Meter

Anggota DPRD DKI Fraksi PDI Perjuangan Ima Mahdiah ikut mengomentari pembangunan kuliner di kawasan ruang terbuka hijau (RTH) Pluit.

Candi Elektronik Solo Terbakar, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta
Indonesia
Candi Elektronik Solo Terbakar, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

Informasi bermula dari laporan masyarakat yang melintas di Jalan Slamet Riyadi mendapati Candi Elektronik terbakar.

 Daerah-Daerah yang Belum Terkena Virus Corona Diminta Hati-Hati
Indonesia
Daerah-Daerah yang Belum Terkena Virus Corona Diminta Hati-Hati

"Segera susun rencana aksi. Pemerintah pusat dalam hal ini kementerian PUPR akan mendukung penuh kebutuhan di daerah," kata Doni