Eks Direktur Transjakarta Ditangkap Saat Akan Berobat ke Rumah Sakit Eks Direktur Transjakarta Donny Andy Sarmedi Saragih ditangkap oleh tim gabungan Kejaksaan (Ist)

Merahputih.com - Setelah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO), mantan Direktur Transjakarta Donny Andy Sarmedi Saragih akhirnya ditangkap oleh tim gabungan Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.

Ia ditangkap Jumat (4/9) sekitar pukul 22.30 WIB di Apartemen Mediterania Jakarta Utara. Sebelumnya tim mendapat informasi bahwa Donny berencana akan melakukan pengobatan di RSPI Jakarta Selatan.

"Kemudian tim gabungan Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi DKI dan Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat melakukan pemantauan namun terpidana tidak diketahui keberadaanya” ujar Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejari Jakarta Pusat, Nur Winardi kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (5/9).

Baca Juga

Pengangkatan Dirut TransJakarta Dibatalkan, PSI: Anies Harus Independen Seleksi Direksi BUMD

Nur menjelaskan, tim gabungan bergerak menuju Apartemen Mediterania Jakarta Utara yang diduga menjadi tempat tinggal terpidana.

Sesampainya di Apartemen Mediterania, tim langsung melakukan penangkapan terhadap terpidana yang tengah berada dalam kamarnya. Sekitar pukul 23.00 WIB, terpidana dibawa oleh tim gabungan ke Kejaksaan Tinggi DKI untuk dilakukan serah terima kepada Tim Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat. Sementara itu, Kepala Kejari Jakpus, Riono Budisantoso, menjelaskan bahwa terpidana Donny Andy Sarmedi Saragih dinyatakan bersalah berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 100K/Pid/2019 tanggal 12 Februari 2019 Jo. Putusan PT DKI Jakarta Nomor 309/Pid/2018/PT.Dki tanggal 12 Oktober 2018 Jo. Putusan PN Jakarta Pusat nomor 490/Pid.B/2018/PN.JKT.Pst tanggal 14 Agustus 2018. "Terdakwa Donny Andy Sarmedi Saragih terbukti secara sah dan meyakinkan tindak pidana 378 KUHPidana dengan pidana penjara selama dua tahun," jelas Riono.

Mantan Dirut PT Transjakarta, Donny Andy S Saragih. (Foto: Dok PT Transjakarta)
Mantan Dirut PT Transjakarta, Donny Andy S Saragih. (Foto: Dok PT Transjakarta)

Riono menjelaskan bahwa setelah diterimanya putusan inkracht terpidana tidak kooperatif dan melarikan diri sehingga ditetapkan sebagai DPO dan sempat mengajukan Permohonan Peninjauan Kembali (PK) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Namun prinsipal tidak pernah hadir dalam sidang PK a quo.

"Kami langsung membawa Terpidana Donny Andy Sarmedi Saragih untuk di eksekusi ke Lapas Klas I Salemba Jakarta Pusat untuk menjalani hukuman," pungkas Riono.

Kasus Donny mencuat setelah dirinya ditunjuk menjadi Dirut Transjakarta. Setelah diketahui berstatus terpidana, dia kemudian dicopot empat hari kemudian.

Donny bersama orang lain bernama Porman Tambunan terjerat kasus pemerasan dan pengancaman. Perkara ini terjadi saat Donny menjabat sebagai Direktur Operasional PT Lorena Transport dan Porman berstatus sekretaris perusahaan PT Lorena Transport.

Donny dan Porman memeras bos mereka, Direktur Utama PT Lorena Transport Gusti Terkelin Soerbakti, pada September 2017.

Mereka menipu Soerbakti dengan modus berpura-pura menjadi pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang ingin membuka kesalahan PT Lorena Transport. Donny berperan sebagai pihak OJK, sedangkan Porman menjadi pihak PT Lorena Transport yang dihubungi orang OJK.

Baca Juga

Baru 3 Hari Menjabat, Donny Saragih Langsung Dicopot dari Dirut TransJakarta

Dalam skenarionya, Donny menawarkan bantuan kepada Porman untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di PT Lorena Transport. Syaratnya, PT Lorena Transport harus menyerahkan uang 250.000 dollar Amerika Serikat. Donny sempat ditahan di rumah tahanan saat dia terjerat kasus penipuan pada 2018 lalu. Saat itu ia menjabat sebagai direktur operasional di PT Eka Sari Lorena Transport Tbk.

Setelah kasusnya masuk persidangan, Donny sempat ajukan permintaan menjadi tahan kota. Lalu putusan Majelis Mahkamah Agung menyatakan Donny terbukti melakukan penipuan dan dikenakan hukuman dua tahun penjara pada Maret 2019.

Belakangan, mencuat kasus lain yang menjerat Donny. Ia dilaporkan atas kasus dugaan penipuan saat dia menjabat General Manager PT Eka Sari Lorena Transport. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
13 Calon Penumpang KA di Stasiun Cirebon Positif COVID-19
Indonesia
13 Calon Penumpang KA di Stasiun Cirebon Positif COVID-19

terdapat 13 orang yang dinyatakan positif COVID-19 dan diisolasi terlebih dahulu di ruangan yang telah disediakan sebelum di serahkan ke Satgas Penanganan COVID-19 Kota Cirebon.

DKI Siap Terapkan PPKM Darurat, Unit Usaha Langgar Aturan Kena Sanksi Berat
Indonesia
DKI Siap Terapkan PPKM Darurat, Unit Usaha Langgar Aturan Kena Sanksi Berat

Pemprov DKI Jakarta bakal mengikuti aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang dibuat pemerintah pusat.

Banjir Setinggi 20 Cm di Jatinegara Barat, Lalin Tersendat
Indonesia
Banjir Setinggi 20 Cm di Jatinegara Barat, Lalin Tersendat

Banjir setinggi 20 sentimeter menggenangi jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur, Senin (8/2). Akibatnya, lalu lintas tersendat.

Polisi Selidiki Penjambretan terhadap Pesepeda di Kawasan Medan Merdeka Barat
Indonesia
Polisi Selidiki Penjambretan terhadap Pesepeda di Kawasan Medan Merdeka Barat

Korban kebetulan berpangkat kolonel tengah bersepeda di kawasan Medan Merdeka Barat.

Anies Diminta Transparan Soal Lahan Makam COVID-19, CBA: Indikasi ke Arah Dugaan Mark Up
Indonesia
Anies Diminta Transparan Soal Lahan Makam COVID-19, CBA: Indikasi ke Arah Dugaan Mark Up

Gubernur DKI diam saja menganggap biasa-biasa saja untuk jaga citra sendiri

Bio Farma Siapkan 3 Juta Dosis Vaksin COVID-19 untuk Tenaga Medis
Indonesia
Bio Farma Siapkan 3 Juta Dosis Vaksin COVID-19 untuk Tenaga Medis

Induk holding BUMN farmasi yang berpusat di Bandung, Bio Farma akan persiapkan 3 juta dosis COVID-19 dari Sinovac, Tiongkok.

1001 Alasan Orang Nekat dan Ancaman Kapolda Bertindak Represif
Indonesia
1001 Alasan Orang Nekat dan Ancaman Kapolda Bertindak Represif

Padahal target kami dua; mengurangi mobilitas dan meniadakan kerumunan

Tekan Kasus COVID-19, Pemkab Boyolali Bikin Gerakan Hari Minggu di Rumah Saja
Indonesia
Tekan Kasus COVID-19, Pemkab Boyolali Bikin Gerakan Hari Minggu di Rumah Saja

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali, Jawa Tengah memberlakukan gerakan di rumah saja.

Warga Depok Dilarang Rayakan Tahun Baru 2021
Indonesia
Warga Depok Dilarang Rayakan Tahun Baru 2021

"Warga Kota Depok tidak diperkenankan melakukan perayaan kegiatan malam pergantian tahun baru 2020-2021 yang berpotensi menimbulkan kerumunan atau keramaian," ujarnya

Terawan Nolak, Fadjroel Rachman Masuk Daftar Nama Calon Dubes
Indonesia
Terawan Nolak, Fadjroel Rachman Masuk Daftar Nama Calon Dubes

Terawan Agus Putranto tadinya dicalonkan menjadi Dubes RI yang berkedudukan di Madrid.