Eks Bupati Bengkayang Suryadman Gidot Divonis 5 Tahun Penjara Bupati Bengkayang nonaktif, Suryadman Gidot.(Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Mantan Bupati Bengkayang Suryadman Gidot divonis lima tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider satu bulan kurungan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pontianak.

Suryadman terbukti menerima gratifikasi dari sejumlah pihak swasta melalui Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bengkayang Alexius terkait proyek di Kabupaten Bengkayang.

Baca Juga:

Bupati Bengkayang Dituntut 6 Tahun Penjara

"Menjatuhkan hukuman pidana penjara selama lima tahun," demikian petikan putusan yang diterima dari Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Selasa (19/5).

Plt Jubir KPK Ali Fikri
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Dalam pertimbangannya, hakim menuturkan hal yang memberatkan antara lain perbuatan terdakwa berdampak kepada terseretnya pihak lain yaitu Aleksius; menimbulkan kerugian ekonomi karena uang pemberian pihak swasta sebagai fee proyek disita untuk negara; dan perbuatan terdakwa menurunkan wibawa pemerintah Kabupaten Bengkayang.

Sedangkan hal yang meringankan adalah perbuatan terdakwa bukan untuk kepentingan pribadi; terdakwa sudah mengembalikan kerugian ekonomi pihak swasta; dan tidak ada kerugian keuangan negara.

"Terdakwa sebagai bupati berperan dalam pembangunan Bengkayang, serta terdakwa berlaku sopan di persidangan dan mempunyai tanggungan keluarga," tuturnya.

Suryadman dinilai telah terbukti melanggar Pasal 12 huruf a Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 65 Ayat 1 KUHP sebagaimana dakwaan pertama.

Vonis ini lebih rendah daripada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menghukum Suryadman dengan penjara 6 tahun dan denda Rp200 juta.

Mendengar putusan ini, baik Suryadman maupun JPU KPK menyatakan pikir-pikir.

Dalam konstruksi perkara, Suryadman disebut menerima uang Rp336 juta dari sejumlah pihak swasta melalui Alexius. Penerimaan itu merupakan pemenuhan tugas Alexius yang diminta Suryadman untuk mengumpulkan uang.

KPK merinci uang tersebut diberikan oleh Bun Si Fat senilai Rp120 juta, Pandus Yosef dan Rodi memberikan Rp160 juta, serta Nelly Margaretha senilai Rp60 juta. Total duit Rp340 juta, namun yang diterima Suryadman hanya Rp336 juta.

Baca Juga:

KPK Tetapkan Bupati Bengkayang Tersangka Suap Proyek

Dalam perkara yang sama, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bengkayang Alexius divonis dengan pidana empat tahun penjara dan denda sebesar Rp200 juta subsider satu bulan kurungan.

Selain itu, ia juga dihukum membayar uang pengganti sejumlah Rp4 juta. Jika tidak dibayar, maka diganti dengan pidana penjara satu bulan.(Pon)

Baca Juga:

Empat Orang Penyuap Bupati Bengkayang Segera Diadili

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Hasil Tes Kedua, Jumlah Pegawai PT Sampoerna Positif COVID-19 Bertambah Jadi 65 Orang
Indonesia
Hasil Tes Kedua, Jumlah Pegawai PT Sampoerna Positif COVID-19 Bertambah Jadi 65 Orang

"Hasil tes gelombang kedua, ada penambahan 29 pegawai Sampoerna lagi yang dinyatakan positif Covid 19. Ini berdasarkan tes swab PCR gelombang kedua," kata Khofifah saat di Gedung Grahadi, Surabaya, (3/5).

Pakai APD, Polisi Tangkap Lagi Tio Pakusadewo dalam Kasus Narkoba
Indonesia
Pakai APD, Polisi Tangkap Lagi Tio Pakusadewo dalam Kasus Narkoba

Herrymen belum menjelaskan secara rinci terkait penangkapan pemeran dalam film layar lebar berbagi suami ini

Begini Tanggapan Wagub DKI Soal Anies Baca Buku How Democracies Die
Indonesia
Begini Tanggapan Wagub DKI Soal Anies Baca Buku How Democracies Die

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta publik bijak dalam memandang sesuatu.

Yosi Project Pop Tantang Penuduh Buktikan Dirinya Bayar Influencer Pemerintah
Indonesia
Datangi Dua RS Rujukan Corona, Wagub DKI Pastikan Nasib Tenaga Medis Terjamin
Indonesia
Datangi Dua RS Rujukan Corona, Wagub DKI Pastikan Nasib Tenaga Medis Terjamin

"Kami ingin memastikan para pasien dilayani dengan baik dengan fasilitas dan alat-alat kesehatan terbaik yang dimiliki oleh rumah sakit," ujar Ariza.

Anies Sebut Peringkat Kemacetan Jakarta Turun, PSI: Jangan Bohong!
Indonesia
Anies Sebut Peringkat Kemacetan Jakarta Turun, PSI: Jangan Bohong!

Ia mengatakan bahwa peringkat yang turun dari 7 menjadi 10 sejatinya bukan karena kemacetan di Jakarta menurun sehingga grafik peringkat ibukota Indonesia itu menjadi lebih baik.

Warga Cepogo Beraktivitas Normal Meski Dihujani Abu Vulkanik Gunung Merapi
Indonesia
Warga Cepogo Beraktivitas Normal Meski Dihujani Abu Vulkanik Gunung Merapi

Masyarakat telah diimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik

Dua Wisatawan Borobudur Positif COVID-19
Indonesia
Dua Wisatawan Borobudur Positif COVID-19

Ada 150 wisatawan di kawasan Borobudur menjalani tes diagnostik cepat dan enam orang di antaranya reaktif.

Tanpa Adanya Asilimiasi, Kejahatan Sudah Ada di Tengah Masyarakat
Indonesia
Tanpa Adanya Asilimiasi, Kejahatan Sudah Ada di Tengah Masyarakat

Program asimilasi juga perlu dilakukan lantaran penyebaran COVID-19 di Indonesia sudah demikian merajalela.

Separuh Kota di Jawa Timur Berstatus Zona Kuning, Sisanya Zona Orange
Indonesia
Separuh Kota di Jawa Timur Berstatus Zona Kuning, Sisanya Zona Orange

Provinsi Jawa Timur bebas zona merah COVID-19. Sebab, sudah 19 kabupaten/kota atau 50 persen dari total keseluruhan kabupaten/kota di Jatim berstatus zona kuning