Eks Bos Sarana Jaya Segera Diadili Pelaksana Tugas (Plt.) Juru Bicara KPK Ali Fikri. ANTARA/HO-Humas KPK

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyerahkan berkas perkara eks Dirut Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles Pinontoan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Dengan demikian, Yoory bakal segera menjalani persidangan.

"Hari ini, jaksa KPK Eko Wahyu Prayitno melakukan pelimpahan berkas perkara Yoory Corneles ke Pengadilan Tipikor," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (8/10).

Ali mengatakan, pihaknya pun telah menyerahkan kewenangan penahanan Yoory kepada Pengadilan Tipikor. KPK, kata dia, juga menunggu jadwal persidangan.

Baca Juga:

KPK Dalami Penganggaran PMD Perumda Sarana Jaya Lewat Prasetyo Edi

"Tim Jaksa selanjutnya menunggu penetapan penunjukkan majelis hakim, penetapan penahanan, dan penetapan hari sidang dengan agenda pembacaan surat dakwaan," ujar Ali.

Ali menerangkan bahwa jaksa mendakwa Yoory dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Selain itu, Yoory juga dijerat dengan Pasal 3 jo Pasal 18 UU tentang Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Logo KPK. (Antara Benardy Ferdiansyah)
Logo KPK. (Antara Benardy Ferdiansyah)

Adapun, dalam perkara ini, KPK telah menetapkan empat orang dan satu korporasi terkait kasus korupsi pengadaan tanah di Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur Tahun Anggaran 2019.

Empat orang tersangka itu di antaranya Yoory C Pinontoan selaku Direktur Utama Pembangunan Sarana Jaya, Anja Runtuwene selaku Wakil Direktur PT Adonara Propertindo.

Baca Juga:

Periksa Anies, KPK Dalami Usulan Penyertaan Modal Daerah ke Sarana Jaya

Kemudian, Tommy Adrian selaku Direktur Adonara Propertindo, Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur, Rudy Hartono Iskandar, dan satu tersangka korporasi yakni PT Adonara Propertindo.

Perbuatan para tersangka diduga telah merugikan keuangan negara sejumlah Rp 152 miliar. (Pon)

Baca Juga:

Kasus Tanah Munjul, Eks Bos Sarana Jaya Segera Diadili

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Komnas HAM Temukan 11 Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam TWK KPK
Indonesia
Komnas HAM Temukan 11 Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam TWK KPK

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menemukan adanya pelanggaran HAM dalam asesmen Tes Wawasan Kebangsaan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi.

Ribuan Konten Pinjaman Online Ilegal Diblokir Karena Langgar Aturan
Indonesia
Ribuan Konten Pinjaman Online Ilegal Diblokir Karena Langgar Aturan

Kemenkominfo tidak komproni terkait pelanggaran-pelanggaran financial

Polri Ungkap Modus Pencarian Dana Terorisme, dari Sumbangan Kemanusiaan hingga Pinjol
Indonesia
Polri Ungkap Modus Pencarian Dana Terorisme, dari Sumbangan Kemanusiaan hingga Pinjol

Terdapat sejumlah cara yang kerap dilakukan tersangka teroris di Indonesia dalam mengumpulkan dana untuk Negara Islam, Irak dan Suriah (ISIS).

Pulihkan Ekonomi, BUMN Harus Jadi Offtaker Komoditas Pertanian
Indonesia
Pulihkan Ekonomi, BUMN Harus Jadi Offtaker Komoditas Pertanian

Pertumbuhan sektor pertanian, kehutanan, perikanan, meski selama 6 dekade terakhir, pertumbuhannya sedikit di bawah pertumbuhan ekonomi nasional.

Kejagung Sebut Penyelidikan Dugaan Korupsi Garuda Sejak Tahun Lalu
Indonesia
Kejagung Sebut Penyelidikan Dugaan Korupsi Garuda Sejak Tahun Lalu

Selanjutnya atas RJPP tersebut direalisasikan beberapa jenis pesawat

Ingat! Tak Pakai Masker Double dan Medis Dilarang Masuk KRL
Indonesia
Ingat! Tak Pakai Masker Double dan Medis Dilarang Masuk KRL

Rabu (7/7) merupakan hari terakhir sosialisasi kepada pengguna KRL untuk menggunakan masker ganda

Pengamat Sebut Anies Lebih Cocok Diduetkan dengan Calon dari Partai Nasionalis
Indonesia
Pengamat Sebut Anies Lebih Cocok Diduetkan dengan Calon dari Partai Nasionalis

Anies bergabung dengan partai nasional untuk menghilangkan stigma Anies bahwa terlalu condong ke pihak agamis atau religius.

Gempa NTB Berlokasi di Darat akibat Subduksi
Indonesia
Gempa NTB Berlokasi di Darat akibat Subduksi

Gempa dengan magnitudo (M) 5 mengguncang Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Senin sekitar pukul 10.44 WIB.

Gempa Landa Jember, Getaran Terasa Sampai Kuta Bali
Indonesia
Gempa Landa Jember, Getaran Terasa Sampai Kuta Bali

Gempa ini dirasakan di Denpasar, Kuta, Legian, Banyuwangi, Jimbaran, Puger, Karangkates, Lumajang dan Bondowoso. Belum ada laporan kerusakan akibat gempa.

Puan Tak Ikut Bagi Beras Bergambar Dirinya di Dapil 5 Jateng
Indonesia
Puan Tak Ikut Bagi Beras Bergambar Dirinya di Dapil 5 Jateng

Dapil 5 Jateng terdapat empat anggota DPR dari PDIP, yakni Puan Maharani, Aria Bima, Muchammad Nabil Haroen, dan Rahmad Handoyo