Eks Bos KPK Anggap Sindiran Bintang Emon Wakili Suara Publik di Kasus Novel Penyidik senior KPK Novel Baswedan (kanan depan) saat hadir di persidangan. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz)

MerahPutih.com - Mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif memberikan dukungan kepada Bintang Emon yang menjadi korban perundungan netizen karena video yang menyindir rendahnya tuntutan terdakwa penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Melalui video berdurasi satu menit 42 detik itu, komika kelahiran 5 Mei 1996 ini mengkritik tentang tuntutan hukuman satu tahun penjara bagi penyerang Novel Baswedan.

Baca Juga

Bandingkan dengan Bahar bin Smith, Eks Bos KPK Nilai Tuntutan Peneror Novel Tak Masuk Akal

Laode mengapresiasi dan berterima kasih atas sindiran Bintang Emon yang mewakili suara hati banyak orang. Komisioner KPK periode 2015-2019 ini juga me-mention sejumlah akun Twitter seperti KPK, Divisi Humas Polri, hingga Kejaksaan.

Laode M Syarif sebut KPK kini tak bertaji lagi
Mantan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif. (MP/Ponco Sulaksono)

Diketahui, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut dua terdakwa peneror Novel Baswedan, Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis, untuk dihukum satu tahun pidana penjara.

Jaksa meyakini kedua terdakwa peneror Novel Baswedan itu terbukti bersalah sesuai dakwaan subsider, yakni Pasal 353 ayat 2 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Sementara untuk dakwaan primer yakni Pasal 355 ayat (1) KUHP diyakini Jaksa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan. Jaksa menyebut perbuatan terdakwa tidak memenuhi unsur 'dengan perencanaan terlebih dahulu'.

Baca Juga

Anggota DPR Ungkit Tuntutan 1 Tahun Bui Apa Sebanding Cacat Novel Seumur Hidup

Menurut jaksa kedua terdakwa yang merupakan mantan anggota Brimob Polri ini hanya bermaksud memberi pelajaran dan tidak berniat menyiramkan air keras ke mata Novel Baswedan.

Bintang Emon menyampaikan sejumlah kejanggalan dalam tuntutan itu melalui akun instagramnya. Pria bernama lengkap Gusti Muhammad Abdurrahman Bintang ini menggunakan logika berpikir sederhana yang membuat masyarakat mudah memahami.

"Katanya enggak sengaja, tapi kok bisa terkena muka? Kita tinggal di bumi, gravitasi pasti ke bawah. Menyiram badan enggak mungkin meleset ke muka kecuali Pak Novel Baswedan memang jalannya handstand bisa lu protes, 'Pak hakim saya niatnya nyiram badan cuma gara-gara dia jalannya bertingkah jadi kena muka' bisa, masuk akal. Sekarang kita cek yang enggak normal cara jalannya Pak Novel Baswedan atau tuntutan buat kasusnya," kata Bintang Emon.

Menurut pemenang Stand Up Comedy Academy 3 ini penyerangan tersebut bukanlah pelajaran untuk Novel Baswedan melainkan sudah masuk kasus kekerasan.

"Katanya cuma buat kasih pelajaran, lu kalau mau kasih pelajaran, Pak Novel Baswedan jalan lu pepet, lu bisikin, 'Eh tahu gak kita punya grup yang enggak ada lu-nya loh' pergi, nah pasti insecure 'Ih salah gue apa ya?', introspeksi Pak Novel, pelajaran jatuhnya. Air keras dari namanya udah keras, kekerasan gak mungkin keairan," ucap Bintang Emon.

bintang emon
Komikus Bintang Emon. Foto:Net/Ist

Apalagi peristiwa penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan terjadi pada seusai salat subuh. Menurut Bintang Emon, tidak masul akal jika para terdakwa beralasan tidak sengaja melakukannya.

"Katanya enggak sengaja, tapi niat bangun subuh. Asal lu tahu subuh itu waktu salat yang godaan setannya paling kuat, banyak yang enggak bangun subuh. Gue, temen-temen gue, banyak yang kelewat. Tapi ini ada yang bangun subuh bukan buat salat subuh, tapi buat nyiram air keras ke orang yang baru pulang salat subuh," ujar Bintang Emon.

"Jahat enggak? Jahat. Siapa yang diuntugin? Setan. Jadi ada pembenaran. Tuh kan bener kata gue mending tidur aja. Sekalinya melek nyelakain orang kan lu. Ngerasa benar setan gara-gara lu, respect setan sama lu, manteb-lah," sambung Bintang Emon. (Pon)

Baca Juga

Tim Advokasi Novel Minta Tolong Jokowi Buka Tabir Sandiwara Tuntutan 1 Tahun Bui

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Harga Emas Kembali Merangkak Naik
Indonesia
Harga Emas Kembali Merangkak Naik

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak

Risma Surati KPK hingga UI Minta Kawal Pengelolaan Bansos
Indonesia
Risma Surati KPK hingga UI Minta Kawal Pengelolaan Bansos

Tri Rismaharini mengaku telah berkirim surat kepada KPK, Kejaksaan Agung, dan Mabes Polri, serta Universitas Indonesia, meminta pengawalan pengelolaan bantuan sosial.

Kejaksaan Agung Hentikan Penuntutan 222 Perkara Selama 2020
Indonesia
Kejaksaan Agung Hentikan Penuntutan 222 Perkara Selama 2020

Pendekatan keadilan restoratif dalam penyelesaian perkara tindak pidana yang dilakukan Kejaksaan berdasarkan Peraturan Jaksa Agung nomor 15 tahun

Formula E Ditunda, Commitment Fee yang Disetor Anies Hangus?
Indonesia
Formula E Ditunda, Commitment Fee yang Disetor Anies Hangus?

Mengingat, acara itu bakal dihadiri wisatawan baik lokal maupun asing ke Jakarta

Ojol Diberdayakan Bantu Pembagian 2 Ribu Paket Sembako
Indonesia
Ojol Diberdayakan Bantu Pembagian 2 Ribu Paket Sembako

Pemberian bantuan ini, diperuntukan kepada warga binaan, karyawan yang di PHK, warga Papua yang ada di Jakarta Pusat

Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Berpotensi Terjadi di Jakarta
Indonesia
Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Berpotensi Terjadi di Jakarta

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah DKI Jakarta berpotensi hujan disertai petir dan angin kencang, Sabtu (30/1)

Imbau Jangan Warga Panik, Polri Waspadai Berita Hoaks Virus Corona
Indonesia
Imbau Jangan Warga Panik, Polri Waspadai Berita Hoaks Virus Corona

"Pemerintah semuanya sudah bekerja untuk menangani kasus ini," kata Argo

Libur Long Weekend, Daop 3 Cirebon Operasikan 53 KA
Indonesia
Libur Long Weekend, Daop 3 Cirebon Operasikan 53 KA

PT KAI Daop 3 Cirebon mengoperasikan 53 KA ke berbagai wilayah di Pulau Jawa.

Pencoret 'Anti Islam' Musala di Tangerang Akui Belajar Agama dari Youtube
Indonesia
Pencoret 'Anti Islam' Musala di Tangerang Akui Belajar Agama dari Youtube

“Dia belajarnya dari aplikasi agama gitu. Terus sering nonton youtube juga. Masih didalami sumber-sumber alirannya,” ujarnya

Gunung Merapi Erupsi Besar, Warga Bergegas Mengungsi
Indonesia
Gunung Merapi Erupsi Besar, Warga Bergegas Mengungsi

"Abu vulkanik Gunung Merapi cukup tebal di Desa Tegalmulyo. Warga yang melihat kolom abu besar langsung bergegas turun ke bawah menuju ke lokasi pengungsian," Subur